AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
Episode 225


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ****


"Kamu sadar tidak hah,aku ini bukan anak kecil dan juga sudah punya suami.Jadi tolong hargai sedikit saja,aku bukan wanita bodoh yang bisa saja kamu perlakukan sesuatu ingat itu!" Tegas Selina sambil menahan tangisnya.


Rivan lemas sedang Alex emosi karena Rivan yang dengan tega membuat istrinya kecewa,ia tak percaya karena sahabatnya itu sampai hati melukai perasaan istrinya.


"Bugh"


"Aku Alex Roberto,akan melakukan hal yang tidak akan pernah kamu duga jika berani menyakiti istriku lagi!" Tegas Alex tajam.


"Kamu pikir aku takut?Cuih dalam hidup ini itu tidak akan pernah terjadi,karena aku hanya mendengarkan Lina saja!" Tegas Rivan sambil memegang pipinya yang pastinya memar.


"Kurang ajar,kamu jangan macam macam denganku!" Ujar Alex tajam.


Selina sudah tak mampu menopang tubuhnya ,kakinya serasa mau copot dari tempatnya.

__ADS_1


"Sayang!" Panggil Selina dan akhirnya pingsan.


Alex sangat terkejut ketika melihat tubuh sang istri sudah terbaring dibawah lantai,ia segera berlari mendekatinya dan memeluk erat tubuh mungil itu.


"Sayang,hei kamu kenapa?" Tanya Alex cemas.


Namun sama sekali tak ada respon,hinggga membuat Alex langsung mengangkatnya dan membawa ke mobil.


Panik,begitulah perasaan Rivan ia tak percaya jika perbuatan bodohnya bisa membuat respon Selina sampai segitunya.


Salah,tentu rasa itu pasti ada ketika ia dengan sadar melakukan sesuatu yang nantinya membuat sang pujaan kenapa napa.


"Maafkan aku!" Lirih Rivan pelan.


Selina masih lemas di pelukan suaminya,hingga mau tak mau pria itu membawanya kerumah sakit.


Sepanjang perjalanan,Alex hanya terdiam karena memikirkan kondisi Selina kini.


"Jika sampai kenapa napa,akan ku pastikan pria itu bakal berhenti bernafas!" Ujar Alex dalam hati.


Tak berselang lama mereka sudah sampai di rumah sakit,Alex menggendong istrinya keluar mobil dan tepat Rivan juga muncul di hadapannya dengan wajah bersalah.


"Lex,Aku tadi itu....


"Dokter Brengsek kalian keluar sekarang!" Teriak Alex yang tak peduli dengan perkataan Rivan sedikitpun.

__ADS_1


Rivan maklum tapi sedikit cemas,mungkinkah karena dirinya hubungan sahabat kecil antara dirinya dan Alex kandas.


Dokter panik ketika mendengar suara Alex yang menggelegar itu,padahal kondisi rumah sakit sedang ramai oleh pengunjung.


"Silahkan banringkan nyonya di atas bankar ini Tuan,kami akan segera memeriksanya." Ujar Dokter yang bertugas.


"Periksa dia dengan seksama,karena keselamatannya adalah taruhan nyawamu!" Tegas Alex tak ingin dibantah.


"Baik Tuan!" Sahut Dokter itu gugup.


Alex berdiri didepan ruangan pemeriksaan dengan cemas,berkali kali dinding rumah sakit menjadi pelampiasan.


Rivan hanya menatap dari jauh,tapi ia tetap berusaha mendekat karena jika menjauh sama saja dengan takut.


"Lex!" Panggil Rivan.


Alex menatap kearah sumber suara,pandangan nya nyalang menatap kearah pria itu.


"Jika dia kenapa napa,pergi dan gali kuburan sendiri agar lebih mudah!"Ujar Alex datar dan dingin.


"Aku tadi itu khilaf,Maafkan aku kare...


"Cukup pergi dari sini sekarang!" Tegas Alex yang sudah tak ingin berdebat.


Mengalah,karena diam lebih baik kalau tidak mau ribut.Rivan membalikkan badannya,ia bukan pulang tapi malah pergi ke sudut ruangan dengan menatap kearah Alex.

__ADS_1


__ADS_2