AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 149


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


MAAFKAN AUTHOR YANG BARU SEMPAT BALIK...


AUTHOR LAGI ERROR DIKIT NIH...


JADI OTAK BELUM BISA DIPAKSAKAN SEDIKIT..


JADI ENTAR KALO CERITANYA RADA GESER..


I'M SO SORRY🙏🙏


LANJUT ***


Kini Alex dan Selina dalam perjalanan pulang menuju kerumah lama Selina dulu,sepanjang jalan entah apa yang dipikirkan Selina sehingga dirinya banyak diam.


"Sayang kamu kok diam dari tadi?" Tanya Alex khawatir.


Namun Selina sama sekali tak mendengarkan perkataan suaminya,dirinya terlihat sangat sedang menyatu dengan apa yang tengah dilamunkannya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Alex seraya menggoncang bahu Selina.


"Ehh astaga kenapa Yang." ujar Selina yang gelagapan.


"Kamu kenapa kok dari tadi diam saja,kalau ada yang sedang kamu pikirkan tolong terbukalah padaku.Bukankah kita berdua harus terbuka,agar rumah tangga kita tetap seperti ini." pinta Alex yang tak ingin istrinya memikirkan sesuatu sendirian.


Saat Selina ingin menjawab tapi ternyata mereka sudah sampai dirumahnya,tanpa banyak bicara dirinya ia pun langsung turun dan melihat sekitar.


Tanpa dirinya sadari air matanya menetes begitu saja,ia menatap sendu kearah bangunan minimalis di hadapannya kini.Rumah yang menjadi saksi kesedihannya,ketika kehadirannya begitu tak diharapkan dan memilih tinggal sendiri.

__ADS_1


Rumah ini dibelinya dengan uang tabungannya sendiri,dan juga merupakan saksi bisu perbuatan Alex sepuluh tahun lalu hingga menghadirkan Alina kini.


"Yang ayo masuk kedalam," ajak Alex.


Selina mengeryitkan keningnya ,padahal dirinya berpikir rumah ini sudah dijual oleh ibu tirinya itu.


"Lho Mas kok bisa masuk terus nanti kalau pemiliknya marah gimana?" Tanya Selina heran.


"Ya pemiliknya kamu kok masa orang lainnya yang harus marah." Sahut Alex.


"Jadi rumah ini masih milikku?" Tanya Selina memastikan.


"Hemm dan sebenarnya aku kesal mengingat siapa yang membeli kembali rumah ini,ingin kugorok lehernya biar jangan nongol terus." kesal Alex.


"Maksudnya," Tanya Selina heran.


"Ayo kita masuk saja Yang,kita coba kamar kita yang dahulu siapa tahu sekali gas langsung tekdung," ajak Alex sambil menaik turunkan alisnya.


"Nah itu suatu keharusan Yang,karena kunci keharmonisan rumah tangga harus selalu berpikiran mesum saat bersama pasangan biar tak bisa jauh." Sahut Alex yang merasa jika Selina menerima semua alasanya tadi.


"Nah itu juga merupakan suatu kesalahan besar,karena jika terbiasa dengan melakukan hal mesum dengan pasangannya.Maka bisa dipastikan dirinya sudah kecanduan,dan saat pasangan itu tak ada maka dia akan mencari pelampiasan itu makanya pelakor ada dimana mana." balas Selina.


"Yang jangan samakan suamimu ini dengan orang lain dong." Alex merajuk karena perkataan Selina.


"Makanya jangan aneh aneh jika tak mau kusamakan dengan orang lain,ya sudah ayo masuk kedalam nanti kita dikira mau ngapain lagi," ajak Selina.


"ok baik." Sahut Alex yang langsung membukakan pintu rumah itu,yang biasa ia satukan dengan gantungan kunci mobil.


Saat sudah masuk kedalam Alex langsung mengunci pintunya,Sedangkan Selina tengah menatap keadaan dalam rumah yang terlihat bersih dan terawat.

__ADS_1


Grep


Alex menggendong tubuh istrinya membuat Selina menjerit karena terkejut,ia langsung menatap tajam kearah Alex.


"Kamu itu ngapain sih?" Tanya Selina kesal.


"Aku nggak mau kamu mikirin yang lain cukup memikirkan aku saja,ayo kit Coba kamar pengantin kita dulu," ajak Alex yang langsung membawa Selina masuk kedalam kamar.


"Ihh aku nggak mau," tolak Selina yang masih malu malu apalagi harus mengulang kejadian dulu lagi,kalau trauma atas perlakuan Alex itu sudah sepenuhnya hilang jangan terlalu lebay jika mengatakan masih mengingatnya.


"Kenapa Yang kamu kok nggak mau,padahal aku mau ajak kamu nyicil bikin adeknya Alina paling tidak jarinya dulu deh?" Tanya Alex dengan wajah tanpa dosa.


"Astaga author kau apakan suamiku,hingga isi dalam otaknya berubah total kalau begini terus bisa habis diriku dimakan olehnya," gumam Selina dalam hati.


"Shut jangan marah,author hanya menciptakan suatu manusia dengan berpola pikir mesum tingkat akut siapa tahu ada penerusnya," Sahut Author yang sedang bertelepati dengan Selina.


"Yang kamu kok malah diam,tapi bukan kah diam artinya mau ya?" Tanya Alex yang langsung menidurkan Selina diatas ranjang empuk itu.


"Kamu beneran mau nyicil disini?" Tanya Selina memastikan.


"Yes of course." Sahut Alex yang sedang menyusuri jalanan berbukit yang menantangnya untuk mendaki.


"Nanti dirumah saja ya." Selina yang masih mencoba untuk mengembalikan kesadaran Alex.


"Kalau dirumah nanti babak selanjutnya." Sahut Alex yang masih saja memegang ini dan meremas itu.


"Ouuhh," Selina melenguh karena gelenyar aneh yang diberikan oleh Alex sekarang.


"Yang kita lanjut lagi ya." Alex meminta izin.

__ADS_1


"Huft sudah setengah jalan tapi malah bertanya lagi." Kesal Selina.


__ADS_2