
HAII READER KU MIMA AH BALIK LAGI NIH...
LANJUT...
" Gimana cantik nggak wanita ku, ah aku jadi pengen ke sana". Ujar Rivan
"hehe kasihan kamu, dia tuh udah punya pacar.Namanya kalau nggak salah di panggil kang mas budi, kasian kamu kalah start". Ledek Alex
Mendengar perkataan Alex, membuat Rivan tak bisa menahan tawanya.Ia tak peduli dengan tatapan pengunjung yang memperhatikan nya.
" Maksud kamu kang mas budi yang ini, haha kamu tuh yang ketinggalan start". Rivan balik meledek Alex.Ia menunjukan foto budi pemilik gerobak bakso tempat Selina dan Dinda makan.
" Emang dia siapa, kenapa di panggil kang mas sama dia"? Tanya Alex heran
" Dia tuh tukang bakso langganan nya Selina dan Teman nya.Kamu pikir aku belum menyelidiki latar belakang Selina.Kamu tahu aku kan bro, nggak mungkin suka sama wanita yang tak jelas asal usul nya" Ujar Rivan
"Terserah kamu, ayo kita makan.Daripada dengerin kamu nyeorocos terus". Kesal Alex
"ok, kita makan karena setelah itu aku mau ketemu sama wanita ku". Balas Rivan.
__ADS_1
Ia tak peduli dengan tatapan tajam dari Alex.Karena, Alex benci dengan nama nya wanita.
Selesai makan, keduanya langsung meninggal kan tempat tersebut.Rivan bukan nya balik ke kantornya ia malah mengikuti Alex ke kantor nya.
" Kamu langsung balik ke kantor"? Tanya Alex
" Iya tapi ke kantor kamu". Sahut Rivan
" Emang mau ngapain ke kantor ku"? Tanya Alex bingung.
" Mau apelin pacar dong" Ujar Rivan dan langsung masuk ke dalam mobil nya.
Ia pun melajukan mobil nya ke kantor.Setelah sampai di sana ia melihat Rivan pun sudah keluar dari dalam mobil nya.
" Astaga tuh bocah, emang nggak ada kerjaan apa"? Umpat Alex
" Hai Pak bos, maaf saya mengganggu, tapi hari ini boleh kan saya pinjam karyawan anda.Yang bernama selina karena saya ingin mengajak nya jalan jalan".Rivan berbicara bahasa formal ke Alex
Wajah Alex sangat terkejut, ia tak menyangaka seorang Rivan orlando rela berbuat begitu.
__ADS_1
" Nggak aku tak kan mengijin kan, emang kamu pikir aku mau apa? Karyawan ku memakan gaji buta". Kesal Alex
"Ya ampun kamu nih ya, udah di minta baik baik malah ngeyel.Ya udah aku nggak peduli, mau ketemu ayang bebep ku". Ujar Rivan dan berlalu meninggal kan Alex.
" Jatuh cinta kok bisa ya? Buat dia jadi seperti orang bego". Alex bermonolog
Ia mengikuti langkah kaki Rivan, keduanya sama sama masuk kedalam Lift.Rivan memasang wajah datar, ia kesal karena sahabat nya tak mau mendukung nya.
Sementara Alex memilih tak ambil pusing, terserah apa yang mau Rivan lakukan.Ia yakin sahabat nya itu akan susah di cegah, karena selama ini Rivan tak pernah berhubungan dengan wanita sama sekali.
Pintu lift terbuka, keduanya keluar dan berjalan menuju ke arah masing masing.
" Aku ijinin kamu bawa dia pergi hari ini, tapi kalau dia menolak.Maaf itu tak masuk dalam kuasa ku". Ucap Alex sambil berlalu meninggalkan Rivan.
Senyum Rivan langsung mengembang.Ia tak menyangka akting pura pura marahnya berhasil.
" Ok Rivan, sekarang saat nya beraksi, semangat semoga sukses". Rivan menyemangati dirinya.
Ia menuju ke departemen pemasaran, dan langsung menuju ruangan bu Indah.Rivan ingin meminta ijin kepada nya, untuk membawa Selina keluar.
__ADS_1