AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 214


__ADS_3

HAII READERKU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Keesokan paginya Selina terkejut karena ternyata semalam yang menganiaya tulangnya hingga remuk adalah suami sok gaul nya itu.


Bagaimana tidak Alex memeluk dirinya layaknya guling yang bisa dibanting kekiri maupun kekanan,tanpa sadar jika guling hidup itu bisa encok juga.


"Ahh patah semua tulangku ini,kenapa ya punya suami kok gini amat.Sudah tahu ada tempat luas,maunya berdempetan terus dia pikir mungkin disini batu kayu apa," gerutu Selina kesal.


Alex masih tak sadarkan diri alias terlelap,maklum lah semalam mereka perang dunia yang ketiga entah siapa pemenangnya.


"Woii bangun woii,ini rumah sakit bukan penginapan nenek moyangmu!" panggil Selina tepat ditelinga Alex.


"Sayang lima menit lagi dong,anggap saja rumah sendiri." Sahut Alex sambil terus memejamkan mata.


"Enak saja anggap rumah sendiri,jadi maunya kamu kita menatap terus di rumah sakit begitu?" Tanya Selina kesal.


Alex sudah tak menghiraukan perkataan istrinya itu,karena matanya susah untuk diajak kompromi.


"Ya sudah Mas,nikmati lah waktu tidurmu yang sempurna itu. Karena aku kaya nya mau cari angin dulu ah,daripada disini berubah jadi patung asmat," ucap Selina yang masih mencoba untuk membangunkan suaminya dengan cara membakar api cemburu nya.


Oh ternyata belum berpengaruh juga,Selina tak patah semangat agar suaminya itu bangun.


"Sayang,itu bule tampan semalam tetap menginap disini kan?Dia di ruangan yang mana,aku mau ajak kenalan ah!" Ujar Selina yang mulai tersenyum karena melihat Alex sudah mulai mengangkat kepalanya.


"Aku bangun sekarang jangan macam macam kamu ya,sebelum kuhabisi cecunguk kampret itu!" Ancam Alex yang masih memasang wajah mengantuk nya.

__ADS_1


Selina tersenyum senang,karena ternyata membangunkan Alex dengan cara itu sungguh sangat ampuh bin mujarab.


"Lagian siapa juga yang mau kenalan, orang tadi aku hanya ikut kata kata dalam televisi saja kok!" ujar Selina yang menunjuk kearah benda yang sedang menyala itu.


"Kamu kerjain aku Yang?" Tanya Alex setengah kesal.


"Tidak aku bukan kerjain tapi bangunin." Sahut Selina santai.


"Ahh kamu kok tega sih,aku ngantuk lho !" lirih Alex.


"Yang suruh kamu begadang itu siapa,orang tidur kamu berjalan yang tak jelas," Sindir Selina.


"Gimana tidak bangun Yang,tuh kampret hobinya ganggu Alina terus.Ya aku sebagai bapaknya harus beraksi dong,biar dia tahu siapa yang berani macam macam sama keluarga Roberto akan berhadapan denganku!" ujar Alex semangat.


"Huh sebelum kamu bilang semua juga tahu,kalau keluarga Roberto itu pemaksa,otoriter terus songong," ejek Selina setengah tersenyum karena melihat wajah melengos Alex yang tak percaya.


"Kamu jahat Lho Yang,masa semua yang buruk buruk kamu kasih ke keluargaku!" Ucap Alex sendu.


"Oh jadi menurut kamu,sikap kamu itu penurut bukan pemaksa?" Tanya Selina mengejek.


"Hehe,Iya juga sih kalau aku tidak paksa kamu pasti sekarang sudah jadi milik si cunguk Rivan Orlando!" Gerutu Alex kesal.


"Iya juga ya,aku kan yang tiap malam ajakin kamu main kuda kudaan," goda Alex sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Hemm kalau bahas soal itu pasti dia paling Gas pol,coba kalau bahas barang lain emosinya yang selalu di gas," Sindir Selina lalu ingin keluar dari ruangan itu tapi dicegah oleh Alex.


"Kamu mau kemana?" Tanya Alex memastikan.


"Mau cek anak anak!" Sahut Selina heran.


"Jangan coba coba kamu jalan kesana sendiri,pagi begini itu banyak orang keluyuran kesana kemari terus kalau mereka lihatin kamu jadi napsuan mereka nanti kan bisa berabe." Tolak Alex .


"Hah,kamu itu sebenarnya isi otak nya terbuat dari apa?Hidupnya itu bisa tidak lurus saja,tanpa ada yang namanya curiga tak jelas?" Tanya Selina bingung.


"Oh Maaf jika soal itu,karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah percaya pada pria diluar sana yang hobinya lirik lirik punya orang!" tolak Alex yang masih tetap mempertahankan pemikirannya.

__ADS_1


"Iya iya kamu itu selalu benar,sejak kapan Alex Roberto itu salah?" Selina akhirnya pasrah karena tak ingin berdebat lagi.


"Nah jadi istri itu harus manis seperti itu kan enak dipandang!" puji Alex sambil memeluk pinggang sang istri.


"Kamu mandi sana,masa kalah sama anak muda!" perintah Selina sambil mengusap pipi suaminya itu.


"cup,iya istriku sayang apa sih yang tidak untuk kamu," ujar Alex sambil berlalu kekamar mandi.


Saat Alex sudah menghilang Selina seolah tak percaya,jika suaminya seperti tak ingat sesuatu.


"Wah ini namanya keajaiban,tumben dia tidak minta jatah dipagi ini," gumam Selina sambil tersenyum senang.


"Sayang aku dengar lho,hanya masih kutunda sampai pulang kerumah.Karena aku tak ingin kamu mendesah dibawahku,dengan didengar oleh orang lain," teriak Alex dalam kamar mandi membuat Selina hanya menepuk pelan jidatnya.


"Astaga tuh orang telinga nya sudah seperti kelinci,terus apa tadi dia bilang tunggu dirumah?Dasar otak nya ngeres melulu,sampai seperti itu sudah dia pikirkan dulu," gumam Selina dalam hati.


Alex mandi dengan hati yang berbunga bunga,ia membayangkan ketika pulang ia


akan memperoleh jatah yang tertunda semalam.


"Ah Tuhan tolong sembuhkan putraku,sehingga bisa pulang kerumah dan aku bisa menggarap istri ku sampai pagi," ujar Alex dalam hati.


Woii doakan anak itu yang tulus,jangan ada udang dibalik bakwan jangan ada dusta diantara kita jangan ada imbalan jika melalukan sesuatu..


"Sayang cepetan dong,jangan mandi kaya emak emak yang harus gosok sana gosok sini!" panggil Selina dari luar.


"Belum mulai gosok Yang,ini baru dipegang," Balas Alex dari dalam.


"Astaga kamu ini kenapa sih,diajak serius malah kamu nya bercanda!" gerutu Selina.


"Ya aku kan jujur Yang,kamu kan suruh jangan gosok gosok padahal aku baru mulai pegang lho belum digosok." Jelas Alex yang membuat Selina jengah.


"Bikin lama terus lama lama sa kastinggal ko sendiri disitu!" Kesal Selina eh maaf Reader author sudah tulis pake logat merauke tuh 🤭🤭.


"Iya iya OTW yang!" Sahut Alex yang ternyata benar sudah keluar dan hanya memakai handuk.

__ADS_1


"Wah ternyata kamu gercep lho Yang,baru bilang Otw eh sudah sampai saja," puji Selina.


"Ya iyalah daripada kena ngamuk nanti urusannya bakal lebih berabe lagi." Ujar Alex sambil melepaskan handuk didepan Selina tanpa malu.


__ADS_2