
VOTE NYA
TERIMAKASIH!!!!
💘💘💘💘💘💘💘💘
LANJUT ***
Selina kesal karena Rivan memperlakukannya ,seperti anak kecil .Ia tak suka jika ada orang yang berani menyentuh,tanpa seijin nya.
" Mass bisa tidak melakukan sesuatu itu,dipikir dahulu jangan asal nyosor saja."Kesal Selina
" Hehe iya deh ,Yuk aku antar pulang karena aku juga mau bertanya sesuatu ke kamu. Tapi tidak disini,karena aku merasa seperti nya kita dari tadi sedang diawasi ".Ucap Rivan sambil matanya menatap kearah mobil hitam yang terparkir tak jauh dari mobilnya.
Selina pun mengikuti arah pandangan Rivan ,dan benar saja jika ia melihat ada pria yang berpakaian serba hitam dan memakai kaca mata sedang memandang kearah mereka.
" Kamu benar Mas,tapi sebenarnya mereka siapa"? Tanya Selina cemas.
" Shuut kamu tenang saja,jangan panik kasihan bayi kamu.Lebih baik sekarang kamu hubungi Devan,dan bilang ke dia untuk mengecoh mereka.Karena aku tidak mau mereka sampai tahu tempat tinggal kamu,dan berhenti bersikap cemas. Supaya mereka tak curiga jika sedang diawasi ,karena aku yakin pasti ada yang menyuruh mereka ". Ujar Rivan sambil berpura pura tak melihat.
Selina yang sudah menelpon Devan,dan memberi tahukan keadaannya setelah itu langsung mematikan panggilan tersebut. Ia bersikap seolah tak ada yang terjadi, bahkan terkesan cuek dan tak peduli.
Padahal dalam hatinya siapa yang tahu,jika jantung nya kini menari minta tolong. Ia tak tahu sebenarnya siapa orang yang mengawasi mereka kini ,karena menurutnya ia tak pernah punya masalah sama sekali dengan orang.
" Bagaimana jawaban Devan"? Tanya Rivan
__ADS_1
" Dia bilang bersikap biasa,dan suruh berjalan lebih dahulu karena nanti ia akan menghadang mereka.Jadi jangan cemas ,soal mereka urusan gampang ". Sahut Selina
Rivan pun menganggukan kepala pertanda mengerti ,ia pun dengan perlahan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran.
Namun setelah mereka sedikit menjauh,Rivan melihat melalui spion jika Devan tengah mendekati mereka. Padahal mereka tengah hendak mengejar Rivan dan Selina.
" Haii bro aku bisa minta tolong "? Tanya Devan permohonan
"Kamu punya mata tidak ,apa kamu pikir kami panti sosial yang bisa menolong orang". Kesal Salah satu dari mereka ,karena targetnya semakin menjauh.
" Ya jangan marah begitu ,mobilku mogok bisa tolong bantu cek.Aku akan membayar kalian sangat mahal ,bahkan mungkin sangat banyak ". Bujuk Devan kepada mereka ,kalau bukan karena ingin menolong Selina. Mana mau ia memelas kepada pria yang songong,yang merasa jagoan.
" Hemm sepertinya pria ini sangat kaya bos,lihat saja penampilannya kita bisa menang banyak nih".Bisik salah satu anak buahnya kepada pria yang di yakini adalah bos nya.
Setelah dirasa Rivan dan selina sudah menjauh dan tak mungkin terjangkau lagi,Devan segera masuk kedalam mobilnya. Lalu ia menyalakan nya.tanpa kendala sama sekali.
Pria yang tadi sempat ia minta tolong merasa heran.Karena tadi katanya mobil mogok,tapo sekarang seperti tak ada masalah sama sekali.
Devan menghentikan mobilnya di depan mereka ,dan tersenyum mengejek.
" Ahh maaf bro,sepertinya mobil ku sudah tak bermasalah kalau begitu aku lebih dulu ya". Pamit Devan sambil tertawa kecil melihat wajah mereka yang kesal kepadanya.
"Dasar brengsek ,kita dikacangin sama dia.Awas nanti kalau ketemu lagi,bakalan ku buat jadi mumi sekalian". Umpat salah satu dari mereka.
" Bagaimana ini bos target hilang dan tak di ketahui kemana arah mereka". Lapor salah satu anak buahnya..
__ADS_1
" Sial kalau sampai bos tahu bisa habis kita,sudah begitu bos sudah perjalanan mau kesini mungkin malam baru sampe.Ayo kita coba mencari ,daripada tidak sama sekali ". perintah bos mereka dan langsung masuk kedalam mobil dan mencari keberadaan Selina entah dimana.
Sedangkan Devan sudah menghubungi Selina ,memberi tahu jika para penguntit itu sudah berhasil di kerjain. Jadi ia menyuruh Selina dan Rivan ,untuk pergi ke Apartemennya.
Karena Devan pun ingin kembali kerumah ,karena dari tadi mamanya menelpon menyuruh pulang. Ia bingung tak biasanya Mamanya memaksa ,pasti ada sesuatu yang penting.
Rivan dan Selina kini sudah sampai di apartemennya ,dan sedang mengobrol serius. Selina sangat penasaran ,sebenarnya siapa yang mengikuti mereka tadi,dan apa sebenarnya mau mereka.
" Apa Mas tahu sebenarnya siapa mereka "? Tanya Selina cemas
" Hemm sepertinya kamu bakalan kedatangan tamu,yang pasti tak kan kamu duga".Sahut Rivan
Selina bingung dengan maksud perkataan Rivan barusan,memangnya siapa yang ingin bertemu dengannya. Setahunya selama sebulan disini ,ia tak mengenal siapapun selain Devan dan teman kerjanya.
" Maksud Mas tamu siapa"? Tanya Selina bingung
" Hemm aku merasa mereka pasti suruhan Alex". Balas Rivan
Deg
Selina seakan tak percaya apa yang ia dengar barusan,bagaimana Alex bisa tahu ia berada disini.
" Tapi kenapa dia bisa tahu kalau aku disini"? Tanya Selina bingung
" Hemm kamu lupa siapa suami kamu itu"? Tanya Rivan balik.
__ADS_1