
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Alex dengan menahan rasa kesalnya ,langsung menarik tubuh Selina agar menghadap dirinya.
"Punya istri satu saja tapi susah sekali untuk diatur,lama lama bakalan kuikat menjadi satu denganku agar tak kemana mana." kesal Alex sambil memeluk erat tubuh Selina agar tak bergeser sedikitpun.
"Kamu itu kenapa sih tingkahnya sudah seperti bocah,nggak perlua juga harus pake peluk segala memangnya aku mau minggat kemana?" kesal Selina dengan jalan pikiran Alex.
"Habisnya kamu suka sekali membantah apa kata suami," ujar Alex.
"Terserah kamu saja ayo cepat lepaskan pelukannya aku susah bernapas nih," balas Selina.
"Hemm baiklah tapi jangan coba coba kamu menghadap kearah dinding atau bakalan kuhancurkan," ancam Alex dengan nada datar dan dingin.
"Astaga bener bener nih orang otaknya susah diajak kerja sama,masa dinding nggak salah jadi sasaran," gumam Selina dalam hati yang sudah tak ingin berdebat dengan suaminya itu.
Alex tersenyum penuh kemenangan bagaimana tidak dirinya kini tidur sambil memeluk istrinya,yang keras kepalanya hampir sama dengannya.
__ADS_1
Biarlah malam ini ia tidur dengan bahagia,jika esok adalah hari terakhirnya.Namun jika pergi dengan rasa bahagia maka ia ingin menggapai kebahagiaannya bersama orang yang ia cintai.
Selina bukannya tidak mau memenuhi keinginan Alex,tapi ia takut jika nanti menyakiti tubuh Alex yang mudah sekali kelelahan.
"Yang kamu sudah tidur?" Tanya Alex yang merasa tak ada pergerakan dari Selina.
"Hemm;
"Hemm itu maksudnya apa Yang?" Tanya Alex lagi.
"Bisa diam tidak atau mau mulutmu kuplester biar diam ,dari tadi nyerocos terus apa nggak bosan." Kesal Selina.
"Kamu kok tega sih Yang padahal aku berharap saat tidur bersama istriku ada obrolan pengantar tidur tapi eh ini malah dimarahin terus dari tadi," ujar Alex memelas.
Mendengar suara sendu suaminya membuat Selina merasa tak tega,wanita cantik tersebut bangun lalu menatap kearah suaminya sambil menangkup kedua pipinya.
"Obrolannya ditunda dulu ya soalnya kondisi kamu itu jangan dipaksa begadang dulu,nanti kalau sudah sehat baru boleh bicara atau apalah sekehendak kamu," balas Selina sambil tersenyum.
Selina merasa sangat emosi mendengar perkataan Alex dari tadi yang seolah ingin pergi meninggalkannya.perkataan pria tersebut menyiratkan seolah tak kan ada hari esok yang ada hanya hari.
Selina merubah posisi menjadi duduk dan menghadap Alex,dipandangi wajah suaminya itu dengan ekspresi dingin.
"Kamu jujur denganku sekarang sebenarnya apa yang kamu rasakan dengan tubuhmu,apa kamu sedang menahan sakit yang sangat.Karena dari tadi perkataanmu seakan menyerah dengan keadaan padahal yang lain optimis dengan yang namanya keajaiban," pinta Selina.
"Maafkan aku jika membuat kalian cemas jujur dalam hati kecilku ingin sekali untuk sembuh.Tapi aku tak yakin karena tubuh bagian bawahku serasa tak berdaya,bagaimana bisa menjaga kalian jika aku sendiri merasa harapan hidupku sudah tak ada," lirih Alex.
"Yang aku sesalkan adalah disaat ingin membayar semua dosaku tapi sepertinya tubuh ini tak mengijinkannya.Aku mohon jika umurku sudah tak panjang lagi,berbahagialah bagaimanapun caranya," pinta Alex sambil menitikkan airnatanya sambil memeluk istrinya erat.
Selina ikut merasakan kesedihan yang Alex rasakan,ia tahu bahwa suaminya itu sudah putus asa untuk sembuh.Ia pun membalas pelukan suaminya itu tapi ia merasakan keanehan ketika merasakan pelukan Alex melemah.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Selina panik seraya mengguncang bahu Alex tapi tak direspon sama sekali.
"Ya ampun Yang ayolah bangun nggak lucu tau nggak bercandanya," ujar Selina sambil terisak.
Ia pun bangkit dan memisahkan tubuh Alex dari dekapannya ,betapa terkejutnya dirinya ketika melihat hidung Alex mengeluarkan darah.
"Astaga Tuhan apalagi ini kenapa sampai harus seperti ini?" lirih Selina frustasi digoncang tubuh Alex namun tetap nihil tak ada respon.
"Dokter dokter tolongg," teriak Selina panik sambil mencoba untuk membangunkan suaminya.
"Dokter dokter tolong suamiku," teriak Selina dan tak lama terdengar langkah kaki berlari mendekati mereka.
Ketika dokter masuk dirinya dibuat terkejut dengan keadaan tuan mudanya ,yang wajahnya sudah berlumur darah.
"ini yang selama ini khawatirkan dan terjadi juga". gumam dokter dalam hati.
Melihat dokter sudah datang selina turun dari ranjang ,agar memudahkan Alex diperiksa.
"Dokter kenapa suamiku seperti ini bukankah tadi sudah sedikit membaik?" Tanya Selina penasaran.
"permisi nyonya bisakah anda keluar sebentar agar kami lebih leluasa memeriksa pasien," ujar Dokter tersebut.
"Tidak dan jangan harap cepatlah periksa suamiku sekarang," teriak Selina yang sedikitpun tak ingin meninggalkan Alex sendirian.
Dengan tatapan mengintimidasi dari Selina dokter tadi kembali memeriksa tubuh Alex dan memang ternyata dugaannya tak salah. Dengan menghembuskan nafasnya dirinya menatap kearah nyonya Selina sambil menggelengkan kepalanya.
Selina tak bisa berkata apa apa lagi tubuhnya seakan kaku dan tak bertenaga mungkinkah ini akhir dari pertanda yang Alex berikan tadi.Karena sedari tadi Alex hanya menyatakan tak ingin membuatnya kesusahan dan tak ingin terlalu berharap untuk sembuh.
"Dokter tolong jelaskan semuanya kumohon," lirih Selina sambil menutup wajahnya menyembunyikan tangisnya.
__ADS_1
"Tubuh tuan menolak semua pengobatan yang dilakukan hingga beribat mimisan tadi ," Sahut Dokter tersebut.