AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 243


__ADS_3

hai reader ku tersayang


jangan lupa like and comment nya


karena dukungan kamu semangat untukku


love you full


happy reading ya guys


lanjut***


" Sudah stop Jangan bicara lagi kamu itu memang tidak berguna, masa memastikan seorang gadis saja kamu tidak becus mau jadi apa kamu nanti! " ujar Rafa kesal.


"Ya ampun tuan, Kenapa harus saya yang disalahkan Memangnya tadi saya berdua dengan kalian dalam ruangan anda? "gumam Anton dalam hati Mana berani mengatakan langsung jika belum siap masuk UGD.


"hei kenapa kamu diam saja, mulutmu gunanya untuk apa saja makan ngorok? " tanya Rafa tajam.


"Nah tuh kan salah lagi, aku diam saja salah apalagi aku bicara bah bisa berabe urusannya."desah Anton dalam hati.


"Maafkan saya tuan jika tadi tidak melihat jelas kehadiran Nona Alina, ijinkan saya untuk mencarinya! " ucap Anton takut-takut.


Rafa hanya mengibaskan tangannya pertanda tak ingin mendengar apapun lagi dari mulut pria itu, Anton pun mengerti dan memilih pergi daripada urusannya lebih ribet lagi.


Rafa mengusap rambutnya frustasi, ia tak tahu harus berbuat apa karena urusan selangkang dirinya melakukan hal yang tidak jelas hingga Alina marah.


" Astaga tadi Apa yang kulakukan, Kenapa bodoh sekali memaksakan kehendak yang tidak jelas begitu bagaimana kalau Alina minggat terus aku ditinggal pas lagi sayang-sayang? "gumam Rafa frustasi.


Tanpa pria tampan itu sadari, jika sedari tadi Apa yang dilakukan olehnya sedang dilihat oleh Alina dari sudut lain.Wanita cantik itu ingin tertawa, tapi ia juga takut jika menjadi sasaran amukan kekasihnya itu.


" Makanya jadi orang jangan terlalu songong, kamu pikir aku anak kecil apa yang bisa dimarahi tidak jelas seperti itu nyaho kan? " ujar Alina pelan.


karena tadi ia membawa mobilnya ke kantornya Rafa, dan juga menyangkut sedang kesal dengan Rafa juga maka ia memilih untuk pulang tanpa memberitahu.


Biar kan pria itu mencarinya sesuka hati sekehendak jiwa, asalkan dirinya bisa bobok cantik di rumah.


Anton kelimpungan mencari Alina di setiap sudut ruangan, pria tampan itu yang asistennya Rafa Bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami.


Dengan kantor sebesar dan semegah itu, kerja mati jika ia mencari Harus satu-satu ruangan.


" Oh Tuhan tolonglah aku, kenapa harus dilibatkan kan dengan urusan pasangan yang sedang bertengkar itu? " batin Anton frustasi.


Akan tetapi apalah kekuatannya, dirinya hanyalah seorang bawahan yang tidak mungkin menolak perintah dari atasan. biarpun terpaksa tetap harus dilakukan, jika tak mau dikatakan karyawan pembangkang.


semua karyawan di situ menatap heran ke arah asisten Bos mereka, pria itu seperti kebingungan Tidak seperti biasanya yang always stay cool.


" Permisi tuan ada yang bisa kami bantu? " tanya manajer keuangan yang kebetulan lewat.


" hus sana pergi jangan kau buat Darah tinggi kumat lagi, jangan coba-coba menanyakan hal ini kepadaku lagi jika tak ingin kujadikan perkedel manusia sekarang ! " ujar Anton tajam dan pergi dari situ tanpa menoleh sedikitpun.


Manajer keuangan yang selalu berpakaian kurang bahan itu , hanya bisa mengelus dadanya saja karena ia sungguh kaget mendengar jawaban setengah teriak Anton tadi.


"Untung juga kaki tangannya bos Terus tampan lagi, jika tidak sudah ku ajak duel biar dia tidak anggap remeh seorang Siska! "ujar Siska kesal.

__ADS_1


Para karyawan yang lewat di situ, menatap heran ke wajah Siska yang ditekuk begitu.Padahal biasanya wajah yang kelebihan make-up itu selalu sumringah, karena saat di kantor iya bisa tebar pesona ke sana-sini sesuka hati tanpa ada yang melarang.


" Woi mukanya Kenapa, kusut amat kayak baju yang belum disetrika? "tanya Imah salah satu manusia yang satu server dengan Siska.


"Diam kamu jangan cerewet, Aku lagi malas berdebat atau tidak! " Ketus Siska cemberut.


"dulu kok kamu marah, perasaan aku kan tanya nggak ngapa-ngapain juga kan? "ujar Imah heran.


Siska memilih tak merespon perkataan Imah, jika nantinya bakal membuat dirinya tambah emosi.


Imah menatap heran ke arah punggung Siska yang berjalan menjauh,Ia hanya bisa mengedikan bahunya tanda tak peduli.


"Dasar wanita aneh selalu saja bertingkah kayak orang penting, padahal sesama pesuruh tapi Sombongnya minta ampun! " sinis Imah pelan.


Di lain tempat Rafa masih kebingungan, karena Alina belum ketemu juga dan Anton juga belum kembali.


"Nih orang ke mana saja sih, Masa mencari seseorang saja tidak bisa? "kesal Rafa.


" sudah begitu Ditelepon nggak aktif lagi, kalau begini terus lama-lama aku bisa gila. " sambung Rafa lagi.


pria tampan itu tak pernah bisa berpikir jernih jika menyangkut Alina, otaknya seakan tak bisa diajak kompromi.


wanita memang Racun Dunia, pemersatu bangsa tapi jangan salah juga ia bisa menjadi ular berbisa jika disakiti.


Anton yang sudah mencari bak orang gila, memilih kembali ke Rafa takutnya majikan itu sedang menunggu dirinya.


Ternyata dugaan Anton tak meleset, ketika dirinya telah sampai di jangkauan Rafa tatapan pria itu mematikan seolah ingin menelannya hidup-hidup.


" Aku pikir kamu sudah lupa Jalan Kembali, kenapa baru muncul sekarang Memangnya kamu cari dia ke mana Ancol begitu? "ujar Rafa tajam.


" Jadi gimana ketemu atau tidak, jangan coba-coba kau sampaikan berita buruk jika tak ingin Menjadi santapan hiu di laut! "sambung Rafa lagi dengan tatapan membunuh.


Anton mengatur mengatur nafasnya yang tercekat, harus bisa menjawab pertanyaan Rafa jika tidak nyawa taruhannya.


"maaf tuan, saya tidak berhasil menemukan Nona Alina. Sekali lagi maafkan saya tuan, jika diizinkan saya akan mencarinya kembali. " pinta Anton memelas.


" stop, enyah dari hadapanku sekarang sebelum kesabaranku habis! "sarkas Rafa kasar.


Anton segera mengatur langkah seribu sebelum Apa yang diucapkan benar-benar menjadi kenyataan, Bukankah Batas kesabaran manusia itu kalau bukan 1 artinya 2 kalau sudah sampai 2 tidak ada yang ketiga.


" Astaga Aku bisa gila kalau begini terus, Lebih baik aku hubungi orang rumah jangan sampai Adik sudah pulang. "Rafa Akhirnya bisa berpikiran jernih.


" Halo bunda, adek ada di situ kah? " tanya Rafa serius.


Selina mengerutkan keningnya dirinya bingung, Kok bisa Rafa menanyakan Alina kepadanya. padahal setahunya Alina sedang di kampus, tidak mungkin ada di rumah sekarang.


" lho kok kamu tanyain Adek ke bunda sih, Bukannya dia ke kampus? " tanya Selina balik.


" ih bunda jawab saja, Adek ada di situ atau tidak! "Ketus Rafa kesal.


" Lho kamu kok jadi marah sih Bang, Bunda kan Jawab yang jujur kalau Adik tidak ada disini? lagian an masa lagi jam kampus kok malah tanyain Alina, Awas aja kalau kamu gangguin dia bakal di-cancel pernikahan kalian! "ancam Selina kesal.


Rafa menepuk jidatnya pelan, Kenapa hari ini dirinya selalu tertimpa sial sudah bersolo karir di kamar mandi sampai menghasilkan 1 album eh berantem sama Alina kini Bundanya yang giliran salah paham.

__ADS_1


" Bunda maaf tadi Abang tidak sengaja, sudah dulu ya Bun aku masih ada urusan lebih penting! " ujar Rafa langsung mematikan ponselnya sepihak tanpa mempedulikan jawaban Celina dari seberang.


Selina menatap heran ke arah ponselnya, ya bingung dengan kelakuan putranya hari ini sudah menelponnya tiba-tiba bicara tidak jelas malah memancing emosinya lagi.


" ada saja anak kelakuan anak zaman sekarang, kalau lagi berantem sukanya jauh-jauhan Coba kalau lagi baikan angin lewat pun tak bisa. " Selina bermonolog.


Rafa yang sudah tahu bahwa Alina tidak ada di rumah, langsung memilih menuju parkiran untuk mengendarai kuda besinya entah ke mana intinya mencari kekasih hatinya.


sepanjang perjalanan dirinya gelisah, celingak-celinguk tak jelas mencari sosok yang membuat dirinya cemas 2 jam terakhir ini.


" Ya ampun sayang kamu ke mana sih, tahu tidak Aku cemas memikirkan kamu yang di mana? " Lirih Rafa pelan.


pria itu seolah kehilangan semangat hidupnya karena seharian ini dirinya bagai orang kesetanan memikirkan Alina. entah dimana wanita cantik, Semoga dia baik-baik saja.


Di lain tempat Alex sedang menatap tajam pada sahabat sekaligus rivalnya itu, pria itu seolah secara terang-terangan menantang dirinya.


" Bisakah kamu pulang sekarang, soalnya aku akan bekerja dan tak ingin diganggu sama sekali! " pinta Alex sambil menatap tajam ke arah Rivan.


Akan tetapi pria yang berada di hadapannya itu seolah tak peduli sama sekali, ia malah asyik dengan ponselnya.


Brakk


Alex menggebrak meja hilang sudah kesabarannya, ketika Rivan selalu menunjukkan wajah tak pedulinya sama sekali.


Rivan pun terlonjak kaget, ia menatap heran ke arah Alex yang ternyata sedang menatap tajam ke arahnya.


"kamu kenapa , tiba-tiba memukul meja seperti itu untung juga jantungku kuat kalau tidak sudah dipastikan satu kali one Scott Is Dead? " tanya Rivan tanpa dosa.


Alex mendekati Rivan, setelah itu ia menarik kerah bajunya lalu memberikan Tatapan yang mematikan.


" jangan kamu pikir Karena kita dekat Karena kita sahabat kamu seenaknya melakukan sesuatu sekehendak hati, aku punya Batas kesabaran dan kali ini sudah benar-benar habis. jadi kumohon pergi dari sini sekarang, jangan pernah mengganggu apalagi menemui istriku! karena dia itu hanya milikku akan ku jaga dia sepenuh hati, Takkan ku biarkan satu orang pun menyentuh dirinya Seujung rambut pun!" Alex mengatakan hal itu tanpa ada raut muka yang bersahabat.


Rivan bukannya takut dirinya malah tersenyum mengejek, baginya perkataan Alex itu hanya angin lalu saja tidak perlu ditanggapi hal Serius.


" Maaf bro, aku kembali mengambil apa yang sudah menjadi hak ku Bukankah sudah cukup selama ini kamu bersamanya? " tanya Revan yang tak memikirkan perasaan Alex sama sekali.


Alex merasakan pisau tajam menghunus jantungnya, Bagaimana tidak orang yang menjadi sahabatnya yang seharusnya mendukungnya malah aku ingin melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan olehnya sama sekali.


" Apa kamu ingin dia meninggal dulu kamu puas, apa kamu lupa yang telah kamu lakukan kepadanya kemarin hingga berakhir di UGD? "tanya Alex serius.


Rivan terdiam apa yang dikatakan Alex itu ada benarnya, namun urusan hati Bukankah tidak bisa dipaksakan? karena cinta itu hadir tanpa dipaksa Dia hadir sendirinya, setiap orang didunia ini tidak bisa menolak hal itu karena sudah digariskan dari Yang Kuasa.


Sebagai manusia biasa Bukankah hal lumrah Jika menginginkan lebih, Jika menginginkan kan segera sesuatu itu menjadi kenyataan?


Namun satu yang tak Rivan sadari yaitu apa yang ia lakukan itu itu hanya Obsesi Semata, entah ada ketulusan atau tidak hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.


" Pergilah cari wanita lain tapi tolong jangan ganggu istriku, masa pria katanya tampan tapi maunya sama istri orang apa tidak malu sama tuh kumis? " ujar Alex pelan tapi pasti.


Rivan tak ingin berkomentar banyak, karena bisa dipastikan kan bukan lagi perang mulut tapi adu jotos yang terjadi. bisa hancur reputasi keduanya jika karena wanita saja mereka berkelahi, percuma sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri jika akhirnya pikirannya rendah di bawah telapak kaki.


"Oke baik Bro aku balik, tapi jika aku kembali bertamu di rumahmu bisa tidak dikasih sambutan yang sedikit bagus masa satpam yang plontos itu menolakku seperti aku tukang jamu keliling yang genit-genit mau cari om-om yang j*****?" kesal Rivan.


Alex yang sedang kesal, hanya bisa menahan tawa dalam hatinya. Siapa yang tidak merasa lucu, jika seorang si CEO terkenal menyebut kata j*****.

__ADS_1


"sudah sana pulang, urusan sambut menyambut Kamu ngomong sama Mang Beno bukan denganku soalnya aku kerja di kantor bukan satpam! "sinder Alex jenaka.


Rivan mendengus kesal ternyata susah sekali mengajak es balok seperti Alex bercanda, Padahal tadi dirinya bermaksud untuk mencairkan suasana tapi apa boleh buat sekali kaku tetaplah kaku.


__ADS_2