AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 290


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Alena memilih tak ambil pusing dengan perasaan Lala kini, karena dirinya dapat melihat cara pandang Xavier terhadap sahabatnya itu.


Lagian kalau dipikir-pikir umur Xavier sudah tidak muda lagi untuk berpacaran, karena lebih nyaman dibawa untuk ke jenjang yang lebih serius.


hanya saja mungkin sikapnya yang terlalu berlebihan dingin dan datar membuat Lala tak merasa nyaman, karena sikap Lala yang selalu ceroboh dan ceplas-ceplos bertolak belakang dengan kepribadian Xavier.


hanya saja jika perbedaan itu dijadikan arah maka sampai dunia kiamat mereka tidak akan bisa bersatu, karena seharusnya perbedaan adalah hal yang membuat keduanya lebih bersemangat untuk membuat sebuah komitmen.


" Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Syafitri Nurlela dan mulai hari ini akan menggantikan tugasnya pak Aryo sudah berhenti mengajar di sini, Saya minta kerjasama untuk teman-teman semua." ujar salah satu dosen baru yang menggantikan Aryo yang sudah dipecat tanpa hormat oleh Rafa karena sudah berani mengganggu kekasihnya.


semua murid saling berpandangan karena merasa heran dengan keputusan yang tiba-tiba seperti itu, tapi sebagian besar dari mereka merasa bersyukur karena sudah berkurang satu lagi habitat dosen killer di situ.


karena tampang Fitri yang masih berusia 30-an itu terlihat masih awet muda, membuat parah mahasiswa di sana tak Henti menggodanya.


" Ibu biasanya dipanggil apa sih, Biar lebih akrab begitu?" tanya Elton yang merupakan Playboy kelas kakap.


" panggil saja saya Fitri, atau senyaman kalian saja!" sahut Fitri sambil tersenyum.

__ADS_1


" kalau saya panggil Ayang Bebeb boleh? soalnya tadi kan Ibu bilang senyamannya kami saja, ya karena saya merasa nyaman dengan panggilan itu makanya saya bertanya?" tanya Elton dengan percaya diri.


" gimana Kalau panggilan Indocin saja, Kayaknya lebih afdol begitu?" sahut Angga menimpali.


" Yaelah Bang kenapa tidak sekalian Indomie saja, kan lebih merakyat Semua orang bisa menyebutnya secara gampang bahkan kapan saja dan dimana saja?" Lala menimpali kata-kata apa Angga barusan.


" mana bisa begitu, indocin itu kan ada singkatannya yaitu ini lah dosen tercinta!" semuanya pada merasa lucu dengan apa yang dikatakan Angga barusan.


" Kalau aku mah biarpun bidadari baru turun dari kayangan yang datang pun tidak bakalan tergoda, karena cintaku berat sama Alina Roberto seorang!" goda Marcello sambil menaik turunkan alisnya.


Fitri sangat terkejut mendengar nama yang baru disebutkan oleh Marcello barusan, karena nama itu adalah anak pemilik kampus dirinya bekerja sekarang.


Ia pun memindai seluruh mahasiswa yang berada di tempat itu persatu tanpa terkecuali, netranya menangkap gadis cantik yang sedang sibuk dengan layar ponselnya.


" kamu yang sibuk di ujung sana simpan ponsel kamu kembali kedalam tas dan tolong menyimak apa yang saya katakan! karena saya di sini bukan seorang ibu yang diajak bercanda oleh anaknya, Saya di sini untuk mengajar dan merubah kepribadian yang jelek menjadi lebih bagus Begitupun sebaliknya kalian tolong menghargai Saya walau hanya sedikit saja." ujar Fitri tajam membuat Alina merasa Jengah dan sekarang memasukkan ponselnya ke dalam tas.


setelah itu Alina tanpa takut ataupun Gentar menatap tajam kearah dosen yang sedang berdiri bersedekap ke arahnya, dirinya sebenarnya tidak ingin repot hanya saja jika terpaksa yang mau tidak mau harus diladeni.



" Ibu yang terhormat Bukannya saya tidak menghargai anda hanya saja tadi kan masih perkenalan doang, jadi biarpun saya sedang sibuk dengan ponsel tapi telinga Saya berfungsi dengan benar. anda tidak usah khawatir jika merasa tidak menghargai, hanya saja jangan terlalu berlebihan juga mahasiswa Juga Manusia terkadang bisa melakukan kesalahan." apa yang dikatakan Alina itu semua mahasiswa yang berada di ruangan itu mendukung 100%.


tanpa terkecuali seorang Marcello yang terlihat begitu antusias, dirinya Bahkan berdiri sambil menepuk tangan membuat Lala merasa Jengah.

__ADS_1


istri merasa tak dihargai sama sekali dengan perkataan yang dilontarkan Alina barusan, ia bahkan mengepalkan tangannya kuat-kuat buku-buku tangannya terlihat dengan jelas'


" kurang ajar anak kecil ini kok beraninya sama aku, Awas saja kalau aku buat perhitungan kamu hingga Tak Bisa Menunggu matahari muncul lagi." tawa Fitri dalam hati.


Lala yang sadar dengan tatapan tak biasa dari Fitri membuat dirinyapun Waspada, karena ia tak mau mau Alina bakalan kenapa-napa.


" kamu keluar dari ruangan saya sekarang, Jangan Harap besok lusa kamu bakalan dapat pelajaran dari saya! karena kamu sudah berani macam-macam dengan salah satu dosen, anak bau kencur kaya kamu mau berani melawan!" ngejek Fitri.


semua orang menatap kesal ke arah Fitri yang macam-macam pada anak pemilik kampus itu, mereka seolah tak percaya melihat keberanian Fitria mencuat ke permukaan tanpa tahu kebenarannya sama sekali.


" tidak bisa begitu dong Bu, Memangnya tadi Alina salah ngomong atau apa sampai Ibu ngegas suruh dia keluar? sampai Alina keluar itu artinya aku pun bakalan keluar dari tempat ini, dan jangan menyesal juga jika ini adalah hari terakhir ibu bekerja di di sini!" ancam Lala yang sudah tak tahan dengan perlakuan Fitri pada Alina.


Fitri yang ingin menjawab Langsung menghentikan niatnya itu ketika sadar dengan nama yang disebutkan oleh Lala barusan, Alina?


" bisa kau sebut namamu sekarang?" perintah Fitri yang sudah mulai menurunkan nada bicaranya.


Alina menatap heran ke arah wanita yang tadi begitu antusias memarahinya sekarang malah berubah menjadi lebih manis, jangan sampai seorang Fitri mempunyai kepribadian ganda dan itu sangat tidak bagus jika bekerja sebagai tenaga pengajar yang harus mendidik anak-anak dengan berbagai karakter.


" namanya Alina Roberto, Ibu sudah paham dengan perkataan saya tadi kan?" sinis Lala sambil tersenyum mengejek.


" ah primadona hatiku memang yang paling the best, tidak ada tandingannya di jagat raya ini aku saja klepek-klepek dibuatnya nya!" ujar Marcello membuat semua anak di situ riuh rendah karena sangat merasa lucu dengan perkataan playboy cap Kampak itu.


Alina, yang merasa posisi Fitri mulai terpojokan ia pun merasa kasihan dan akhirnya memilih untuk membela wanita itu.

__ADS_1


" Ibu tenang saja jangan terlalu khawatir, karena saya ya tidak sembarang memarahi orang karena posisi orang tua saya sebagai pemilik dari kampus ini. Maaf jika saya tidak sopan yang sangat menyinggung perasaan ibu, hanya saja Karena posisinya masih sedikit santai makanya saya membalas pesan yang dikirim." jelas Alina sambil tersenyum.


__ADS_2