
LANJUT ***
Alina hanya menatap aneh kearah Mikael,ia bingung kok ada ya pria bodoh yang mau saja melakukan sesuatu yang tidak jelas seperti ini.
"Kamu itu tidak ada kerjaan atau apa sih,hobinya ekor terus kemana aku mau jalan," Gerutu Alina lagi.
"Kamu beneran sudah punya suami," Tanya Mikael yang tak peduli dengan pertanyaan Alina yang lain.
"Kan tadi aku sudah bilang,"Ketus Alina lagi.
"Kalau aku tidak percaya kamu mau apa?" Tanya Mikael dengan tatapan menusuk.
"Nah itu mah derita kamu,jangan tanyain ke aku dong." Sahut Alina santai sambil menatap sendu kearah Rafa.
Jika dibilang hancur begitulah suasana hati Alina,Siapa yang tidak sakit ketika orang yang kita cintai terbaring lemah tak berdaya sedang itu semua karena kita.
"Heii gadisku,ayolah jangan pasang wajah menyedihkan itu aku sungguh kasihan melihatnya," pinta Mikael yang mana membuat Alina kesal setengah mati.
"Tadi manusia siapa yang mengijinkan si kutu kumpret ikut kemobil," Batin Alina sambil terus menatap wajah Rafa yang masih betah dengan tidurnya.
"Sayang ayo bangun,apa kamu tidak ingin lihat aku yang lagi nangis. Jelek lho kelihatannya,jadi ayo bangun!" Bujuk Alina sambil terus berusaha menahan tangisnya.
Mikael melihat tatapan penuh cinta dari Alina untuk pria yang berbaring dihadapannya kini,tapi entah mengapa hati nya menolak untuk menjauh.
"Masa Iya Will kamu sekali jatuh cinta tapi sama istri orang,tapi kalau dipikir model begini siapa juga yang bakal menolak," gumam Mikael dalam hati.
Tak berselang lama mereka pun sampai dirumah sakit milik keluarga Roberto,Alina berlari mendampingi Rafa yang didorong masuk kedalam ruangan pemeriksaan.
"Dokter tolong selamatkan kekasih ku," teriak Alina keras.
Mikael jadi bingung sendiri,karena tadi Alina mengatakan kalau ia adalah istri dari pria yang kecelakaan itu. Namun sekarang Alina dengan tanpa sadar menyebut dirinya kekasih.
"Ini omongan yang mana harus kupercaya,tapi kayanya ia belum resmi jadi boleh dong berusaha," gumam Mikael.
Saat Rafa dalam pemeriksaan,Selina dan Alex pun muncul. Keduanya tak pernah menyalahkan Alina,sebab dulu masalah mereka bahkan lebih besar dari ini.
Gara gara keegoisan Alex,Selina bahkan sempat minggat bukan hanya satu jam melainkan beribu ribu jam lamanya😂.
__ADS_1
"Bunda,Abang ada didalam?Abang baik baik saja kan,Adek cemas Bunda Ayah?" Lirih Alina sendu.
"Abang kamu baik baik saja sayang,jangan seperti ini kasihan dia," bujuk Selina lagi.
"Iya benar gadisku,kamu jangan cemas berlebihan seperti itu nanti jelek lho," Goda Mikael.
Alina menatap jengah kearah pria yang sok akrab itu,ia heran kok bisa bisanya selalu menggangu dirinya.
"Bunda,Siapa sih yang mengijinkan penguntit itu disini?" Alina setengah berbisik.
"Hah,mana Bunda tahu?pikirnya dia itu sahabat kamu,jadinya ikut kamu kesini?" Tanya Selina balik.
Nah ini dia masalahnya,tadi perasaan Selina yang mengijinkan Mikael ikut eh malah tanya balik.
"Kamu siapa,dan untuk apa disini?" Tanya Alex dengan tatapan mengintimidasi.
"Perkenalkan saya Mikael Williams om,saya yang dari tadi menjaga gadis," ujar Mikael yang menyodorkan tangannya kearah Alex.
Alex tak ada niat untuk membalas salam dari Mikael,karena ia paling tidak suka orang asing yang berusaha dekat dengan putrinya ini.
"Kamu pikir saya nikah sama Tante kamu,jadi seenak jidat kamu panggil saya Om?" Tanya Alex datar.
"Eh bukan seperti itu juga Om,tapi saya hanya ingin akrab dengan orang tua Aline!" jelas Mikael.
"Pulang sekarang," perintah Alex tegas.
"Hah,ini Om Om kita maksud nya baik tapi malah marah marah,untung juga cinta sama anaknya kalau tidak sudah kuajak duel," Gerutu Mikael dalam hati.
"Kamu pikir anak saya ini belum laku begitu,oh maaf anda salah karena yang ada didalam itu adalah calon suaminya dia!" Tegas Alex lagi agar Mikael sadar diri dan pergi segera.
"Sukurlah masih calon," gumam Mikael senang tapi dalam hati.
Karena melihat ketidak sukaan Alex kepadanya,mau tak mau Mikael harus pergi dari situ karena tak ingin cari keributan apalagi masalah.
"Kalau begitu saya permisi dulu Om,Tante nanti saya akan kembali lagi," pamit Mikael sambil tersenyum kearah Alina yang dari tadi menatap kesal kearahnya.
Setelah Mikael pergi,Alina duduk didepan ruangan itu dengan wajah yang sembab.Ia bingung karena bagaimana dengan keadaan Rafa,apa ia selamat atau tidak.
__ADS_1
ceklek
Keluarlah dokter yang memeriksa Rafa,ia memasang wajah yang tak bisa ditebak. Entah karena grogi melihat keluarga Roberto ataukah cemas dengan kondisi pasien.
"Dok bagaimana keadaannya?" Tanya Alina cepat membuat Mikael yang baru beberapa langkah langsung memutar tubuh nya karena ingin mendengar apa yang dikatakan dokter.
Ia tak berani mendekat yang penting bisa mendengar dengan jelas,itu sudah lebih dari cukup.
"Pasien kehilangan banyak darah,sedangkan darah yang dimiliki sangat langka yaitu Ab resus negatif," ujar Dokter itu sendu.
"Ya ampun gimana ini Ayah,darah kita A semuanya," lirih Alina sambil menahan tangisnya.
"Ambil darah saya saja Dokter,kebetulan golongan darah kami sama!" pinta Mikael serius membuat semua orang menoleh kearah pria itu.
Alex dan yang lainnya merasa heran,dalam pikiran mereka kenapa pria ini dengan suka rela mau memberikan darahnya tanpa diminta.
"Ayah jangan kelamaan berpikir kasihan Abang," ujar Selina sambil memegang tangan suaminya itu.
"Silahkan ikut saya keruang pemeriksaan!" Ajak dokter itu.
Mikael tanpa ragu mengikuti langkah dokter itu,sedang Alina hanya diam saja toh bukan kah Mikael sendiri yang mengijinkan.
Alex yang bingung dengan kehadiran Mikael yang tiba tiba seperti ini,langsung menelpon Xaver agar mencari tahu tentang Mikael.
Derth derth derth
Xaver yang sedang menahan Lala di apartemen nya,merasa heran kenapa jam begini tuannya menelpon dirinya.
"Iya halo Tuan!" sahut Xaver.
"Kamu cari tahu pria yang bernama Mikael Williams,saya ingin datanya lengkapnya 1×1 jam alias 60 menit mulai dari sekarang!" perintah Alex tegas lalu mematikan panggilan itu.
*Boss mah bebas,mau suruh sang asisten petik bintang pun pasti bisa..
Bos mah bebas,omong to the point tanpa basa basi pun pasti bisa*...
"Astaga Tuan,kenapa setiap kali kasih perintah langsung saja tanpa tanya apa yang saya kerjakan sekarang," Gerutu Xaver.
"Ehh Aki aki,kamu antar saya pulang tidak hah.Kurang ajar sekali kamu ya,dari semalam bawa saya kesini tanpa mau mendengarkan keinginan saya," Bentak Lala kesal.
__ADS_1
"Kamu bisa diam tidak hah,saya ini lagi pusing lebih pusing dan sangat pusing;" gerutu Xaver tak mau kalah.