
HAI READER KU TERSEYENG
VOTE NYA DONG 😭😭😭😭
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
LANJUT ***
Alex yang masih penasaran tak bisa berbuat apa apa,maklumlah tubuh sedang sekarat mana bisa melawan banyak.
Rivan kali ini memperlakukan Bang Alex seenaknya jidat nya,seperti begini lho guys rasanya.
" Bang ingat ya kalau aku suruh puter puter ya,kalau aku suruh goyang ingat goyang ya Bang"...
Nah begitulah yang di rasakan oleh Alex,Rivan sepertinya memang sengaja membuatnya penasaran. Rivan yang melihat wajah kesal Alex hanya tersenyum ,kapan lagi coba bisa mengerjai si bos galak.
"Muka nya bisa tidak di kondisikan Bro,sebenarnya lebih baik siapakan mental terus tisu mana tisu"? Goda Rivan
" Lho memang nya tisu untuk apa tuan"? Tanya Ben keheranan.
" hemm barangkali tuan mu ingin menangis ". Ejek Rivan lagi.
__ADS_1
Bukanya menjawab Alex malah memberikan tatapan mematikan untuk Rivan ,padahal sebenarnya maksudnya pria tersebut baik.
Rivan hanya tak ingin membuat Alex tegang eh salah maksudnya bukan tegang yang itote nya ,tapi ahh seperti yang reader tahu saja deh.Daripada kalau author jelaskan bisa lari kesana kemari,balik balik nya pasti ke sini lagi.
Kini tampak sudah pintu warna biru yang tadi di maksud oleh Selina ,Jantung Alex seakan minta tolong untuk di lepas dari tempatnya saja.
Tok tok tok..
" Masuk saja Mas nggak di kunci". Sahut Selina dari dalam..
1
2
3
Selina bagaikan tersambar petir di siang garing,bagaimana tidak pria yang di hindari selama ini.Tengah menatap Kearah nya tanpa berkedip sedikitpun ,tapi yang Selina tak habis pikir di mana wajah garangnya Alex selama ini.
Selina merasa bingung dengan pria yang ada di hadapannya kini,tampak duduk diatas kursi roda dan tubuhnya sangat kurus.Bahkan terlihat sorot matanya tak setajam dulu ,hanya tersisa pandangan yang sendu.
"Tuan Alex". Lirih Selina entah di dengar atau tidak.
" Gimana kabar kamu istri ku"? Tanya Alex meskipun terasa asing tapi tetap di paksakan ,toh memang keduanya masih sah menjadi suami istri.
" Baiik". Ucap Selina singkat.
__ADS_1
Entah apa yang di rasakan Selina kini,padahal tadi saat bertemu Rivan tak secanggung ini.
" Ayo silahkan duduk Mas ,Tuan Ben dan Tuan Alex".Ujar Selina sambil memberikan ruang untuk mereka.
Pandangan Alex sedari tadi tertuju pada gadis kecil yang berada di samping Selina,wajahnya sangat manis seperti ibunya tapi matanya tajam seperti Ayah nya.
Selina yang melihat arah pandangan Alex,ia akhirnya sadar jika tak bisa lagi menyembunyikan soal Alina.
" Dia Alina Riberto ,Tuan.Maafkan saya jika memakai nama keluarga anda,tapi jika anda tak berkenan aku bisa menggantinya ". Ujar Selina takut takut.
" Yang memberikan ijin untuk mengganti nya siapa"? Tanya Alex datar.
Rivan menjadi kesal sendiri kepada Alex ,bukannya menunjukkan penyesalan nya eh malah menunjukkan kekuasaan nya.
" Terima kasih kalau begitu ". Sahut Selina canggung.
" Hemm".Balas Alex singkat.
" Dasar kutub utara selatan melebur jadi satu, jadi nya kutub Alex Roberto
Selina sudah tak bisa berkata apa apa lagi ,karena ia sangat tak nyaman dengan pandangan Alex.Pria tersebut menatap nya seolah dirinya seorang kriminal ,padahal ia selama ini sedikit pun tak menyusahkan dirinya.
"Tuhan bisa tolong lemparkan manusia ini kemana saja, tapi tolong jangan kesini
Alina yang merasa kesal dengan tatapan Alex kepada Bundanya ,langsung berdiri di depan Alex sembari merentangkan tangan nya menutup tubuh Selina agar tak terjangkau.
__ADS_1
" Uncle jika ingin memarahi Bundaku,lebih baik pergi".Teriak Alina posesif.
Sorry guys besok janji pagi sekali author bakal up 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏