AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 240


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ***


Setelah selesai mengerjakan semua soal yang Di berikan,para siswa bernafas lega.


Karena bebas sudah mereka berekspresi dan bernafas,bebas sudah mereka mau mengobrak abrik seisi kelas itu.


"Ana,tadi kamu dipanggil Pak Aryo keruangannya,kamu kok malah disini?" Tanya Lala heran.


"Aku nggak berani Kalau sendirian ,kamu temani aku ya?" Bujuk Alina.


"Lho yang di panggil kan kamu ,nanti aku datang juga kesana terus Pak Aryo ngamuk ka rena dia hanya ingin berduaan dengan kamu gimana?" Tanya Lala tak terima.


"Hus kamu itu kalau bicara sembarangan saja,lagian yang buat aku nggak mau kan karena hanya berduaan saja dengan dia bukan karena masalah lain!" Sahut Alina santai.


" Tapi kamu tahu kan gimana sikapnya pria Balok Es itu ,Datar dingin terus menyebalkan sekali!"Gerutu Lala.


Alina mengeryitkan keningnya karena bingung ,tadi saja sok tebar pesona sekarang malah berbicara soal keburukan pria itu.


"Kamu yakin mau bicara seperti tadi,bukannya kamu itu cinta mati sama dia?" Ejek Alina.


"Idih Amit amit,tadi itu hanya lagi mau ajak dia duet biar jangan marah eh tau nya ngegas terus." Sahut Lala ketus sambil mengerucutkan bibirnya.


"Itu dia masalahnya,kaya nya aku pulang saja deh pergi ke kantor Bang Rafa.Soalnya kalau disini terus lama lama Pak Aryo datang lagi kan,aku mah ogah di ajak ketemu sama tuh orang sok tampan itu!" Ujar Alina.


"Iya benar itu ide bagus,aku setuju sudah sana pergi!" Usir Lala sambil mengibaskan tangannya.


"Kamu yakin tidak mau ikut begitu?" Tanya Alina memastikan.

__ADS_1


"Idih Ogah aku mah kalau berurusan dengan si Om pacar kamu itu,nanti kena amukan baru aku lari dak ada gaya!" Tolak Lala mengingat kelakuan Rafa saat bertemu dengannya.


"Ya sudah padahal ada Om tampan banyak lho di kantor nya Bang Rafa,tapi kalau kamu menolak aku bisa apa!" Ujar Alina membuat Lala kesal setengah mati kepadanya.


"Aku pergi nanti jangan merindukan ku,karena saat itu terjadi aku sedang berduaan dengan orang lain!" Ejek Alina mengambil tas selempangnya dan pergi.


"Pergi sana salam buat Bang Rafa bilang adek kangen!" Teriak Lala membuat Alina hanya menatap kesal kearahnya.


"Nah masalah satu beres,lima menit kemudian pasti masalah yang lain bakal datang lagi?" Batin Lala frustasi.


Alina memilih untuk segera pergi dari situ,tak namanya miring kiri maupun kanan karena nanti Aryo bakal menemukan dirinya.


"Kenapa aku merasa seperti pencuri ya,padahal yang tebar pesona kan Dia?" Batin Alian heran.


Kini ia sudah pergi menemui kekasihnya yang tadi pagi ia tinggalkan tanpa pamit.


Setelah sampai di parkiran kantor Roberto grup,Alina memilih untuk masuk kedalam dan membiarkan satpam yang mengeksekusi mobilnya.


"Wah Non cari Tuan Alex ya?" Tanya Satpam yang bertugas.


"Menurut Bapak,aku kesini cari siapa?" Tanya Alina menggoda satpam itu.


"Hehe jangan bilang begitu Dong Pak,ya sudah aku masuk dulu ya!" Pamit Alina lalu segera masuk kedalam.


Sepanjang dirinya masuk kedalam Lobby perusahan,semua mata menatap takjub kearah nya.



Alina memilih menghubungi Rafa,karena memastikan keberadaan pria itu sekarang.


Rafa yang sedang meeting,menatap heran kearah ponselnya yang berdering serta tertera nama ❤ Honey.


"Iya Hallo Yang." Sahut Rafa tak peduli dengan presentasi yang sedang di sampaikan bawahannya.


"Kamu dimana?" Tanya Alina memastikan.


"Aku lagi Meeting,kenapa Yang?" Tanya Rafa pelan.

__ADS_1


"Oh Tidak,ya sudah silahkan lanjutkan saja aku matikan ya panggilannya!" Ujar Alina tanpa mendengarkan perkataan Rafa langsung mematikan panggilan itu.


Rafa menatap heran kearah ponselnya,ia bingung Alina yang seenaknya menelpon dirinya lalu tanpa permisi mematikan panggilan itu.


"Ini anak kenapa lagi sih?" Tanya Rafa pelan.


Anton yang melihat jika sang Tuan sudah tak fokus pada rapat yang ada,ia langsung mendekati pria itu dan berbisik sesuatu agar pria itu sadar.


"Maaf Tuan,Apa kita bisa melanjutkan rapatnya?" Tanya Anton setengah berbisik.


"Rapat kita tunda,saya ada urusan yang lebih penting!" Ujar Rafa lalu pergi dari situ tanpa permisi.


"Dasar majikan tidak ada akhlak,bisa bisa nya pergi padahal asa hal yang sangat serius disini!" Kesal Anton dalam hati.


"Maaf semuanya,nanti rapat selanjutnya kita tunggu kabar dari Tuan Rafa saja.Jadi untuk sekarang,semua nya silahkan membubarkan diri!"setelah mengatakan hal itu Anton sudah langsung pergi karena tak mau menjadi sasaran amukan semua orang.


"Tuan Rafa tega sekali sih,masa kita yang sudah menunggu untuk hari ini harus batal lagi sih?" Gerutu salah satu ketua bagian.


"Sabar,mungkin Tuan Rafa ada urusan yang tidak bisa ditinggal. Lagian kita sebagai manusia hidup tidak luput kan dari urusan duniawi,yang selalu saja tak habis persoalannya." Ujar salah satu pegawai senior mencoba berpikiran bijak.


Dalam hidup memang segala macam persoalan,tidak pernah ada habisnya karena memang begitulah masalah hidup.


Tergantung bagimana kita bersikap,apa dengan emosi atau kepala dingin.


Di lain tempat Alina sudah berada di ruangan Rafa,sedang sang pemilik sudah berada dalam mobil untuk menuju ke kampus Alina.


Keduanya sepertinya berselisih jalan,jadi tidak sadar dengan keadaan sekitar.


"Tuan anda mau kemana?" Tanya Anton yang menyusul Rafa.


"Pergi!' Sahut Rafa datar.


"Saya ikut!" Pinta Anton.


"Kembali ke ruangan saya ambil berkas yang ada di meja,setelah itu Antar kerumah sekarang!" Tegas Rafa tak ingin dibantah.


"Baik Tuan.' Ujar Anton yang tidak dipedulikan Rafa sama sekali.

__ADS_1


Rafa tak sadar jika Mobil Alina tidak terparkir jauh darinya,sebab yang ada dipikiran priaitu adalah bertemu.


__ADS_2