
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA
VOTE VOTE NYA JUGA DI BAGI DIKIT NAPA...
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Mencintai seseorang harus lah kalian ingat jika selama nya tak mungkin bisa bersama,jadi mencintai seseorang usahkan agar tak sampai ke dasar relung hati.
Karena jika suatu saat di bukan jodoh mu,maka rasa sakitnya tak kan terlalu parah sampai tak mau makan.Bahkan tisu satu lusin pun kurang,kalau di tanya kenapa sedih jawaban nya pasti seperti ini..
" ***Aku galau ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜""
__ADS_1
Kalau author bilang gini Lebay lo...😂😂😂
( sorryy korban serial drama thailand***)
Beberapa saat kemudian di sebuah Bandara nan megah,terdapat tiga orang pria tampan. Terlihat seorang nya menggunakan kursi roda ,ia terlihat sangat semangat walaupun dengan wajahnya yang pucat.
Ketiganya adalah Rivan Orlando ,Alex Roberto serta asisten nya Ben.Yang lengket selalu seperti prangko,bahkan terlihat bisa mengalah pasangannya yang sedang kasmaran.
Tak lama sebuah mobil hitam parkir tepat di hadapan mereka,terlihat sang sopir turun dan membuka pintu untuk Tuan nya masuk.
" Ben kau bantu cinta sejati mu itu naik,aku duduk di depan saja ". Ejek Rivan kepada Ben.
Rivan tahu benar jika sekarang Ben tengah memaki dirinya,tapi ia tak peduli sebab dadanya kembali bergemuruh karena mengingat sebentar lagi akan bertemu Selina.
Ben membantu Alex dari kursi rodanya untuk pindah ke bangku penumpang ,ia melihat wajah Rivan yang sedang serius. Alex pun sama sudah tak bisa berkata apa apa lagi ,antara senang dan takut karena sebentar lagi akan bertemu Selina.
Dalam hati ia bertanya tanya,apakah anak nya mau menerima dirinya atau tidak. Sebab sudah lama sekali Selina pergi ,bahkan jenis kelaminnya saja ia tak tahu sama sekali.
Alex merasa dalam hati jika ia adalah Suami sekaligus Ayah yang tak berguna,mau enak nya doang kalau saat susah lepas tangan.
Setelah Rivan memberikan Alamat yang di maksud ,sang sopir langsung meluncur ke tempat tujuan mereka kini.
__ADS_1
Jika Ben terlihat santai saja sambil memasang status di media sosialnya ,soalnya tadi ia sempat mengambil foto dirinya yang sudah sampai di negeri kincir angin tersebut.
Ia bahkan seolah lupa dengan maksud dan tujuan untuk datang kesini,maklum lah jomblowan jadi harus update status terus biar cepat laku.
Berbeda dengan Rivan dan Alex yang terlihat gelisah,malahan lebih parah nya Rivan ia terlihat berkali kali menghembuskan nafasnya kasar.Kalau Alex ia bisa menyembunyikan segala kecemasannya dengan wajahnya yang datar.
" Perasaan yang mau ketemu itu aku dan istriku ,kenapa kamu yang gelisah. Takut jika nanti Selina bakalan balik ke aku,atau nanti tak mampu memendam rasa cemburu "? Ejek Alex yang mencoba menetralkan kegugupan Rivan.
" Maklum lah Bro 10 tahun tak melihatnya ,jadi ya seperti ini responnya. Lagian kalau aku cemburu kan wajar lah,tapi yakin Lina nya mau balik sama kamu.Gimana kalau dia sudah di gaet bule tampan,yang hidung nya mengalahkan paku katanya."Sahut Rivan tak mau kalah.
" Ya kalau sudah punya Suami lagi mau bagaimana ,ikhlas kan lebih baik dari pada makan hati ". Ujar Alex.
" Nah itu tahu aku juga bakalan lakukan seperti itu kok,kalau memang Lina bakalan mau balik sama kamu."Balas Rivan.
" Nanti sebentar sampai kamu lebih dahulu ya,aku takut nanti dia kabur lagi.Baru setelah itu kamu jelaskan ,agar dia mau ketemu dengan ku". Pinta Alex
" Hoho apa kamu nggak takut aku bakal ngomong yang tidak tidak ,supaya Selina nggak akan mau ketemu kamu"? Goda Rivan.
" Ya kalau sampai itu terjadi siap siap saja,kehilangan nama seorang Rivan Orlando dari muka bumi ini". Ujar Alex dengan nada yang terdengar serius.
Rivan hanya tertawa kecil melihat wajah sahabat nya,berusaha kuat padahal dalam hatinya sedang cenat cenut.
__ADS_1