AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 110


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


***💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT*** ***


Selina hanya tersenyum melihat wajah kesal suaminya itu, ia membayangkan bagaimana ekspresi Alex ketika melihat pria tersebut berani menggodanya.


" Sudah ih jangan marah yang tidak jelas,apa nggak sayang tuh muka ditekuk dari tadi.Daripada marah nggak jelas,cepat kasih tahu anak anak soal rencananya kamu". Ucap Selina mengalihkan pembicaraan agar Alex jangan terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu.


" Aduh aku lupa Yang, baiklah anak anak ayo duduk yang benar karena ada yang ingin Ayah bicarakan dengan kalian berdua". Ajak Alex tak lama Rivan pun masuk kedalam rumah.


Alex terkejut ketika melihat Rivan masuk,ia bingung sejak kapan pria itu berada disini.


" Apa yang kau lakukan disini "? Tanya Alex dengan sorot mata yang tak suka.


Rivan pun tersenyum mendengar pertanyaan Alex barusan,ia pun berniat ingin mengerjai dirinya.


" Ya ingin melihat kamu berlutut terus memohon seperti anak kecil yang hendak ditinggalkan ibunya ". Ejek Rivan.


" Maksudnya kamu apa"? Tanya Alex sekali lagi.


" Yaelah Bro santai saja kali,mukanya jangan seperti itu aku geli lihatnya.Padahal tadi aku sempat melihat wajah yang sedih,memelas dan juga sangat dramatis ".sambung Rivan lagi sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


" Astaga jadi tadi Rivan melihatnya,ah malunya tapi nggak papa juga kan biar dia tahu jika Selina adalah istriku ". Gumam Alex dalam hati.


" Ehh jelas lah aku bermanja manja dengan istriku,kamu jomblo mah mana ngerti soal yang begituan ". Sindir Alex.


" Jangan salah bro begini ini tapi jomblo bermartabat,karena aku mah nggak lebay maunya cepat kawin tapi setelah itu langsung cerai.mending terlambat kawinnya,tapi langsung dapat yang terbaik". Ucap Rivan yang seperti tidak langsung menyindir Alex yang sudah 3 kali gagal berumah tangga.


" Kamu tidak lagi sedang menyindirku kan"? Tanya Alex dengan sorot mata yang tajam.


" Ayah mau ngomong apa"? Tanya Alina yang jengah melihat perdebatan Daddy dan Ayahnya itu.


" Noh jawab tuh anaknya lagi pengen dengar,jangan emosi terus kasihan tuh istri cantiknya tiap hari lihat wajah kesal suaminya."Ejek Rivan.


Alex mendengus kesal tapi mau bagaimana lagi,tak mungkin juga ia marah marah lagi didepan istri dan anaknya.Karena jika sampai itu terjadi,maka bisa dipastikan ia akan ditinggalkan lagi.


" Jadi Ayah mau ajak Bunda,Ana dan Abang untuk ikut Ayah pulang, Kalian mau kan "? Tanya Alex.


" Sayang disini kalian hanya liburan jadi sekarang saatnya untuk pulang,karena rumah kalian ada disana". Sahut Alex lagi.


" Lho kok liburannya lama sekali "? Tanya Alina lagi..


" Ohh itu karena rumah kalian disana masih dibangun,karena sekarang sudah selesai jadinya saatnya pulang". Rivan menimpali karena melihat dan mendengar jawabannya Alex tadi.


" Oh gitu Ya Dad, tapi disana Dad akan ikut tinggal dengan kami kan"? Tanya Alina memastikan.


" Yaelah nak coba kalau mau tanya sesuatu ,tolonglah untuk pikirkan perasaan Ayah sedikit ". Gumam Alex dalam hati.


Rivan yang melihat wajah Alex yang sedikit berubah,ia sangat yakin jika pria tersebut sedang memendam kekesalannya.

__ADS_1


" Lho kalau Daddy ikut, nanti Ayahnya sama siapa "? Tanya Rivan sambil mencoba untuk menahan tawanya.


" Ya Ayah sama Abang saja kan," Sahut Alina polos


" Lho kok sama Abang,Bundanya nanti sama siapa "? Tanya Rivan lagi.


" Ya Bunda sendirian lah, kan sudah besar masa bobonya harus ditemani". Sahut Alina lagi.


" Etdah itu bini gue woii,kalau dia bobo sendirian nanti yang ada nyamuk nakal pada hinggap buat cari kesempatan ".


" Sudah ah jangan pada bahas yang aneh aneh, dan kamu mas suka sekali pancing emosi bisa diam tidak tuh mulut ".Kesal Selina karena Rivan selalu saja memancing keadaan.


" Hehe maafkan saya nyonya,janji deh mulut ini bakal kukunci". Sahut Rivan cengengesan sambil membuat jarinya berbentuk V.


" Abang bereskan barang barangnya kamu sekarang,nanti kalau sudah selesai bawa keluar langsung ya". Alex menyuruh putra sulungnya itu.


Sedangkan Selina membantu Alina ,tapi sebelum itu ia ingin menanyakan bagaimana dengan surat pindah dan juga masalah pekerjaannya disini.


" Kalau aku pindah nanti surat pindah anak anak dan restoran ku gimana"?.Tanya Selina


" Nanti Ben yang akan atur semuanya,jangan khawatir ya sudah aku pikirkan semuanya dan sekarang hanya tinggal berangkat saja". Sahut Alex tak ingin membuat Selina cemas.


" Syukurlah kalau begitu ,ya sudah aku tinggal dulu". Pamit Selina.


" Perlu bantuan nggak soalnya daripada bengong ". Tawar Rivan.


" Makasih Mas lebih baik kalian duduk disini saja". Tolak Selina.

__ADS_1


Setelah ia pergi Alex mengambil bantal sofa yang berada dihadapannya,dan langsung melemparkan kepada Rivan.Ia kesal karena pria tersebut selalu membuatnya kesal,untuk juga sahabatnya kalau tidak sudah diusir oleh Alex.


__ADS_2