
Like N KOMENNYA
guys aku itu sebenarnya tidak minta banyak loh, hanya like dan komen nya doang!!!!
syukur-syukur kalau dikasih vote nya juga, namun apa mau dikata boro-boro mendapatkan like apalagi vote lebih tidak lagi.
LANJUT ***
Lala mendengus kesal ketika panggilannya tak digubris sama sekali oleh Alina, dan Lala yakin jika itu pasti atas permintaannya Rafa.
masalah klasik jika Rafa dari dulu sangat membenci dirinya, padahal kesalahannya tidak terlalu parah parahnya gitu.
palingan malah cuma mengeluarkan jurus cempreng nya saja, hal itu yang membuat Rafa merasa tidak nyaman dan membenci dirinya.
" Alina kok bisa setega ini sih meninggalkan aku sendiri disini, mana perutku keroncongan. sangat menyedihkan dirimu Lala, sudah numpang di rumah orang eh tuan rumahnya malah meninggalkan kamu sendirian!" gumam Lala pelan membuat Xavier merasa lucu'
" sudah selesai stresnya? kalau sudah kita berangkat sekarang, Aku sudah lapar sekali tapi terpaksa kutunda karena kamunya lelet kayak siput!" Sindir savier yang sebenarnya ingin sekali tertawa ketika melihat wajah Lala yang cemberut itu.
" eh Paman Xavier yang terhormat, yang suruh situ nungguin saya siapa tadi? Terus kenapa situnya nyolot sekarang, Padahal saya bisa lho sendiri mau jalan ke mana gitu? tidak ada yang bakalan mengganggu saya atau pun berbicara yang sinis, soalnya hati saya sudah terlanjur sakit dikatain terus sama orang-orang sekitar!" Xavier yang melihat Lala tak ada hentinya untuk berbicara memilih menarik tangan wanita itu agar ikut dengannya ke mobil.
" eh stop stop, ngapain sih pakai tarik-tarik? perasaan aku sendiri jalan juga bisa kok, Memangnya anak SD yang kemana-mana harus dipegang sama bapaknya?" Ketus Lala kesal karena Xavier menarik tangannya dengan begitu kuat hingga ada bekas merah di situ.
" Soalnya kamu kalau tidak ditarik bakalan ngomong terus saja, kalau sudah model begitu Kapan kita perginya?" tanya Xavier sambil mengusap pelan tangan Lala yang terlihat memerah.
" sakit ya, maafkan aku ya tadi tidak sadar melakukan hal itu!" pinta Xavier karena merasa bersalah.
" Ah tidak rasanya kayak dicium sedikit begitu!" sinis Lala sambil memanyunkan bibirnya.
Xavier hanya bisa menggelengkan kepalanya soalnya Jika ia menjawab lagi perkataan Lala barusan, maka bisa dipastikan mereka tidak akan kenyang makanan melainkan kenyang perdebatan.
" kamu mau makan di mana?" tanya Xavier memastikan.
" makan di rumah emaknya kamu!" sahut lalat tanpa memikirkan apa sebab akibat dari perkataannya itu.
Xavier tersenyum karena sepertinya ini adalah kesempatan baginya untuk membawa Lala yang dengan sukarela menawarkan diri ke orang tuanya.
Soalnya dirinya yang sudah akan memasuki kepala empat tiap hari diteror Kapan menikahnya oleh sang Mama, jadi ketika Lala menawarkan diri cuma-cuma seperti itu kenapa tidak digunakan kesempatan yang ada?
" oke!" sahut Xavier singkat sempat membuat Lala tersentak kaget karena sebenarnya Ia hanya bercanda.
" eh kamu ngomong apa barusan, aku kan hanya bercanda tidak serius?" Tanya Lala sambil mengerutkan keningnya.
" sudah jangan khawatir Mama aku tuh orangnya baik banget loh, tergantung kamunya saja bagaimana cara menghadapinya!" bujuk Xavier berusaha menenangkan Lala agar tidak terlalu khawatir.
" ih mana bisa begitu, Ayolah aku minta maaf tadi itu tidak serius. jadi bisa kita makan di tempat lain begitu, atau biarlah aku ikhlas malam ini kelaparan juga tidak masalah!" Lala masih berusaha membujuk xavier agar berubah pikiran.
" Sudahlah jangan seperti itu, nanti saat sampai di sana kalau ditanya kamu siapanya aku ya kamu jawab kalau kamu itu calon istriku!" Lala menatap tajam ke arah Xavier yang dengan entengnya menyuruh dirinya yang tidak masuk akal seperti tadi'
" Apa kamu bilang? Wah ini mah enaknya di kamu sengsara nya di aku, pokoknya aku tidak bakalan Mau mengatakan hal yang berbohong seperti ini." tegas Lala membuat Xavier langsung menghentikan mobil itu secara mendadak.
" Oke kalau karena kamu takut bawa ini berbohong, sekarang aku bakalan serius mengajak kamu untuk menikah!" Xavier saat mengatakan hal itu tidak ada tampang manis-manisnya sama sekali membuat Lala memberengut kesal.
__ADS_1
" kamu sedang melamarku begitu?" tanya Lala memastikan.
" kurang lebihnya seperti itu, Jadi bagaimana kamu setuju atau tidak?" tanya Xavier memastikan.
Lala berkali-kali mengerjapkan matanya, dirinya mencoba untuk memastikan Benarkah Xavier sedang melamar dirinya di pinggir jalan .
" kamu masih waras kan, ini pinggir jalan loh? kamu Melamar Anak gadis orang di sini, Wah kamu lebih baik pergi cari janda sana deh yang lebih cocok dengan orang sepertimu! " kesal Lala sambil menggelengkan kepalanya karena bingung dengan jalan pikirannya Xavier yang tidak jelas itu.
" hitung-hitung kan sekarang itu cicilannya dulu, Nanti kalau sudah ketemu sama Mama terus Mamanya oke baru yang suasana lebih mendukung!" perkataan Xavier itu membuat Lala benar-benar Tambah kesal.
Bagaimana tidak pria itu seolah tegas di luar padahal sebenarnya lembek, bukannya mempertahankan sebuah hubungan meskipun apapun rintangannya eh malah menyerahkan semua pada Mamanya.
kalau misalnya Saat ketemu anak gadis orang yang terus mamanya Xavier Tidak setuju Padahal saya sudah melakukan hal yang diluar batas, si pria itu tidak bakal mempertahankan wanita itu dan memilih mamanya.
" turunkan aku sekarang, kamu lebih baik cari wanita yang di rumah bordil biar bisa kamu ajak kawin terus setelah itu kamu mau buang dia di mana saja Suka Suka Kamu!" Lala terlihat benar-benar tersulut emosinya.
" kamu kenapa marah-marah seperti itu, tinggal jawab saja kan kalau kita masih ingin menjalani pekerjaan masing-masing!" Xavier Yang Tak habis pikir jangan dengan jalan pikirannya Lala.
"Ckck, terserah kau saja tuan. tapi kalau sebentar sampai di sana sikapku B aja kamu jangan tersinggung, soalnya aku itu mau cari makan bukan cari mertua!" sinis Lala lalu memilih mengambil headsetnya dan memakainya setelah itu larut dalam dunianya sendiri.
Xavier tahu keputusannya itu mendadak.Dirinya juga sebenarnya berbohong jika sang mama adalah orang yang berhak menentukan masa depannya, hanya saja dirinya sengaja melakukan hal itu karena ingin mengetahui respon Lala seperti apa.
kini mereka sudah sampai di kediamannya nya Adiguna, yang membuat Lala kebingungan rumah Xavier itu sangat megah tapi kenapa pria itu malah bekerja sebagai seorang asisten.
" ini orang tidak Salahkah membawaku kesini, atau mungkin rumahnya terletak di belakang rumah megah ini kali ya?" batin Lala penasaran sambil celingak-celinguk kesana kemari mencari bangunan lain selain istana itu.
" bukan begitu, hanya saja rumah kamu yang mana sebenarnya?" tanya Lala pemasaran membuat Xavier mengerutkan keningnya.
" rumah yang di depannya Rumah aku lah, masa iya aku membawa kamu ke rumahnya orang lain? " Xavier sambil menggelengkan kepalanya karena tingkah polos Lala yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
" Kita pulang yuk, terus cari obat penghilang halusinasinya kamu itu! " pinta Lala yang masih belum percaya dengan perkataan Xavier.
Tanpa banyak bicara lagi walaupun berjalan menuju ke mobil namun belum juga ia masuk sebuah suara membuat dirinya berhenti, terdengar wanita paruh baya yang menyebut nama Xavier dengan begitu lantang.
" Xavier Adiguna, akhirnya Setelah sekian Purnama kamu tahu pulang juga ya?" tanya Adele Mama Xavier.
Lala menoleh ke arah sumber suara dirinya sangat terkejut melihat wanita paruh baya itu, yang merupakan pemimpin dari Jewelry Star. perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan, yang merupakan produsen perhiasan mahal di negara ini.
" Oh my God, itu Kan Adele Adiguna pemilik dari jewellery Star? astaga jadi benar-benar mana Xavier, Ya Tuhan pinjamkan aku pintu Kemana saja Doraemon Aku mau pulang!" ujar Lala dalam hati'
" lho Gadis itu datang sama kamu tadi?" tanya Adele ketika melihat Lala yang berada di dekat mobilnya Xavier itu.
Xavier hanya menganggukkan kepalanya setelah itu berjalan mendekati Lala, digenggamnya erat tangan wanita mungil itu yang terasa begitu dingin.
" sudah percayakan kalau ini rumahnya aku, kalau begitu kita masuk kedalam Ya tuh kasihan Mama nungguin!" ajak Xavier sambil tersenyum.
" Selamat sore Tante!" sapa Lala sambil mencium taksim tangan Adele.
Adele tersenyum hatinya menghangat karena akhirnya anaknya itu pulang dengan membawa seorang wanita yang terlihat begitu manis dan sopan.
__ADS_1
" Sore juga nak, Ayo masuk ke dalam! Anak nakal lepaskan tangan kamu itu mulai sekarang dia miliknya Mama, kamu pergi suruh Bibi buat siapkan minum untuk tamu kita yang paling cantik ini!" perintah Adele sambil melototkan matanya tajam ke arah putranya itu membuat Xavier mendengus kesal.
" Mama kok gitu, aku kan yang membawa dia ke sini otomatis tidak bisa meninggalkan dia sendirian dong?" Xavier merajuk karena dirinya seolah selalu ingin menempel pada Lala.
"Rese nih aki-aki, demi membuat aktingnya begitu sempurna sampai nekat merajuk seperti itu! " sungut Lala dalam hati sambil menatap tajam ke arah Xavier.
" bodo amat, Siapa suruh selama ini tidak membawanya ke sini! ini perdana Lho kamu bawa wanita ke sini setelah sudah tua bangka begitu, jadi otomatis dia bakalan mama kuasai Persetan dengan kamu!" sinis Adele membuat Lala tak bisa berbicara banyak.
" Oh Tuhan tolonglah hambamu ini hilanglah sudah kebebasan ku selama ini, ini semua gara-gara pria tua bangka yang tidak tahu cari pasangan akhir-akhir nya aku yang kena sial!" maki Lala dalam hati.
" Ya sudah kamu sana pergi suruh dibikinkan minuman, Mama kan lagi mau berbicara secara pribadi kepada pacar kamu ini! " usir Adele sambil mengibaskan tangannya agar Xavier segera meninggalkan tempat itu.
"Huekkk, Oh Tante aku pengen muntah mendengar kata-kata pacar barusan. anak tante itu tidak ada manis-manisnya, bahkan kalau disamakan dengan makanan rasanya terasa hambar sekali." ingin sekali Lala mengatakan hal itu tapi karena tak tega belum ada keberanian diurungkan niatnya Itu jadi yang ada hanya di dalam hati saja.
" Nama kamu siapa, Umur kamu berapa?" tanya Adele sambil tersenyum.
" gila ini emaknya Senyumnya manis banget tapi kenapa anaknya tidak tersenyum ya?" batin Lala.
" Nama aku Lala Marcella, sekarang umurku 24 tahun! " sahut Lala sambil tersenyum.
" sudah bekerja atau masih kuliah?" tanya Adel penasaran.
" sekarang lagi mau mengajukan skripsi!" sahut Lala.
"ketemu sama Xavier di mana sih, soalnya itu cunguk selalu menempel terus sama Alex dan putranya Rafa? " tanya Adele penasaran.
" kebetulan aku temannya Alina anaknya Ayah Alex!" sahut Lala pelan.
" Kamu tahu tidak, kamu itu orang pertama yang dibawa Xavier ke rumah ini! sampai-sampai dulu tante pernah curiga sama dia, kalau dia itu tidak normal saking tidak pernah berhubungan dengan yang namanya wanita! " jelas Adele Sambil tertawa kecil.
" Ya gimana ada cewek yang mau sama dia tampangnya menyeramkan seperti itu, Ups Maaf salah ngomong!" Lala yang tanpa sadar mengucapkan hal itu langsung menutup mulutnya dana tetap takut ke arah Adele.
" Ih jangan seperti itu memang tante juga tahu kok sifatnya anak itu seperti apa, selalu saja memasang tampang menyeramkan makanya jadi Bujang Lapuk sampai sekarang!" Lala yang melihat respon Adele biasa saja akhirnya kembali merasa lega.
Ya iyalah dirinya takut Adele bakalan ngamuk karena sudah menjelekkan putranya, eh ternyata reaksi yang ditunjukkan Adele sangat melegakan.
" Ya Tuhan Semoga itu sih pendek tidak ngomongnya macam-macam deh, karena tidak bisa habis aku jadi bulan-bulanan nya mama!" batin Xavier yang berjalan mondar-mandir kesana kemari layaknya setrikaan.
Bibi Surti yang sedang menyiapkan Minuman pun menjadi Jengah melihat tingkah anak dari majikan itu.
" tuan, kalau penasaran lebih baik ke depan saja ikutan gabung ngobrolnya. daripada seperti ini Bibi jadi pusing lihatnya, Padahal di depan kan tinggal duduk saja langsung dengar tidak perlu menguping nya seperti begini kan?" Surti yang yang merupakan orang yang merawat Xavier selama ini berani berbicara seperti itu karena selalu tak pernah membantah apa yang dia katakan.
" Bibi bukan seperti itu, hanya Ini masalahnya darurat! kalau tahu mama Tidak memaksakan suruh kesini ya tidak mungkinlah Aku di sini Nanti cemasnya kayak seperti begini!" sungut Xavier sambil mengacak gemas rambutnya karena frustasi.
" ya sudah kamu ikut Bibi dari belakang ini minumannya juga sudah jadi kok, ada alasan untuk kamu kembali melihat mereka!" ajak Surti sambil tersenyum ketika melihat wajah Xavier yang tersenyum karena lega.
" lagi ngobrolin apa sih serius sekali, Sayang ini minumannya jangan lupa dikasih habis ya soalnya aku yakin kamu dari tadi pasti di ajak mama ngobrol terus!" sungguh akting Xavier benar-benar sempurna di mata Lala.
" cie ada yang sudah berani romantisan depan mama, Iya Kan Bik?" tanya Adele memastikan ke arah Bibi Surti dan hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh wanita itu.
" Makasih ya Mas!" Lala juga ikut larut dengan akting yang ditunjukkan oleh Xavier barusan.
__ADS_1
hati safir berbunga-bunga ketika mendengar panggilan yang diberikan Lala barusan, Tak Menyesal dirinya tadi membawa Lala kesini karena akhirnya membuat wanita itu luluh walau sejenak entah nanti setelah dari sini bakalan ada perang dunia yang keberapa bakalan terjadi?