
HEHE AUTHOR BALIK LAGI NIH...
KALO DALAM BULAN INI LEVELNYA MASIH TETAP AUTHOR BAKAL HIATUS DEH SELAMA KURUN WAKTU YANG TAK DITENTUKAN 🙏🙏🙏
KISAH RAFA DAN ALINA JUGA BAKAL AUTHOR GABUNG DISINI JUGA KOK...
TENANG SA🤟🤟
LANJUT ^^^
Keesokan paginya dikediaman Roberto,tampak Selina sedang menahan tangisnya.Bagaimana tidak putra yang diasuhnya sepuluh tahun lalu,hari ini akan pergi meninggalkan dirinya.
Ia tak ada pikiran sama sekali jika putranya itu bakal memilih jalan ini,tapi apa mau dikata bukankah anaknya sudah besar jadi sudah sepantasnya dihargai perasaannya.
"Bang,apa nggak dirubah lagi keputusannya?" Tanya Selina memelas.
"Bun,kita kan udah bahas sebelumnya jadi tolong dong hargai keputusan Abang," pinta Rafa.
"Huft, baiklah terserah abang saja deh Bunda no komen sekarang," ujar Selina pasrah.
"Abang nanti kalau punya teman cowok ganteng ,tolong dijagain untuk Adek ya supaya kalau sudah besar baka Adek jadikan suami," pinta Alina.
"Haha Dek,kamu itu ada saja kalau bicara sudah ah jangan gangguin Abang kamu kasihan nanti telat pergi kebandara." Selina tak ingin putrinya itu mengganggu konsentrasinya yang sedang membantu putranya untuk bersiap siap.
"Abang jangan lupa ya." Alina kembali mengingatkan Abangnya itu.
"Astaga Dek." Selina tak habis pikir dengan sikap jahil putrinya yang sama persis dengan Ayahnya.
Sedangkan Rafa hanya geleng geleng kepalanya saja,adik kecilnya itu memang selalu bisa memporak porandakan hatinya.
__ADS_1
(Wajah imut Alina Roberto)
LANJUT
"Sayang,jangan lupakan suamimu dong," teriak Alex dari lantai atas ketika ia sudah selesai mandi tapi sang istri tak menyiapkan pakaiannya sama sekali.
"Bun,dipanggil Ayah tuh," ujar Rafa menggoda Bundanya itu.
Sementara itu Selina hanya mendengus kesal,karena suaminya itu tak mengerti jika dirinya sedang mengurus putra sulung mereka.
"Kamu tunggu sini dulu ya,Bunda pergi mengurus bayi besar dulu," pamit Selina lalu melangkah keluar kamar.
"Ayah malu maluin saja masa urus diri sendiri saja tidak bisa," gumam Rafa sambil tersenyum geli.
Selina saat sudah sampai dikamar ia melihat suaminya hanya memakai handuk,sambil berdiri menghadap pintu.
"Kenapa..
"Kamu tuh udah tua tapi urus diri sendiri kok nggak bisa sih ,padahal punya kaki tangan juga masih lengkap kecuali ada yang udah hilang baru boleh." Ketus Selina.
"Yang kamu mah tega,masa sumpahin suaminya celaka." Alex merajuk.
"Lebay ah kamu ingat sadar umur dong,masa istri urusin anak yang mau pergi jauj saja nggak boleh," Kesal Selina.
"Hehe maaf Yang,soalnya sudah terbiasa diurusin kamu jadi kalau nggak dilalukan rasanya gimana gitu." Alex tak sadar jika istrinya kini ingin sekali menerkam untuk menghabisi dirinya.
"Kamu hari ini jadikan kekantor setelah antar Abang kebandara ?" Tanya Selina memastikan.
"Kamu usir aku Yang?" Tanya Alex.
"Etdah,aku ngomong apa kamu tanggapannya apa sih,wajar dong aku bicara seperti itu karena kamu pemimpin dikantor masa harus ditinggal terus." Selina tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.
__ADS_1
"Ya habisnya aku kira mungkin kamu tidak ingin berdekatan denganku ,jadinya kamu suruh aku kembali kerja lagi," ucap Alex seraya mendekap erat tubuh istrinya yang sangat pas dalam dekapannya.
"Siapa bilang aku tidak ingin berdekatan dengan suamiku yang tercinta ini," goda Selina sambil mencium gemas pipi Alex.
"Sayang,kamu tahu aku sekarang lagi pake handuk dan itu sangat memudahkan kita dengan olahraga lanjutan," goda Alex.
Selina mendengus kesal karena jujur suaminya yang kini berbeda dengan yang dahulu,jika dulu adalah sebongkah es batu maka sekarang adalah sesosok pria mesum tingkat dewa.
"Heh,Kamu itu kuda atau apa? masa tidak ada rasa capeknya,padahal aku saja tulang belakangku serasa ingin bergeser satu mili." Kesal Selina.
"Masa sih Yang,coba aku lihat siapa tahu mungkin bisa aku bantu obat," ujar Alex modus.
"Hehe kamu pikir aku bodoh begitu mau saja ditipu kamu,sorry aku bukan orang baru bagian permesuman jadi sudah hafal bentuk modus sialan," sindir Selina.
"aku kalah dan aku mengalah." Sahut Alex sendu.
Membuat Selina tak bisa menahan tawanya,karena tingkah suaminya sangat menghibur dirinya.
"Ya sudah maafkan aku ya,kamu mau pakai pakaian apa?" Tanya Selina .
"Tadi disuruh istriku pergi kekantor jadi tolong siapkan ya sebelum istriku tersayang marah marah," ucap Alex membuat Selina hanya menggelengkan kepalanya.
"Nanti aku temani deh kekantornya," tawar Selina agar suaminya itu lebih bersemangat.
"Nah itu baru benar,ayo siapkan pakaianku," pinta Alex.
Akhirnya setelah perdebatan yang tak bermanfaat,Alex pun akhirnya siap dengan penampilan yang sangat cocok dengan dirinya.
AYAH ALEX ROBERTO
__ADS_1