
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU..
JANGAN LUPA YA GUYS
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Selina hanya tersenyum sambil mengikuti langkah kaki Devan, ia sebenarnya merasa berat belanjaan nya sangat lumayan. Tapi ia merasa malu, jika harus meminta tolong kepada Devan yang bukan siapa siapa nya.
Devan terus melangkah sambil tersenyum dalam diam, ia merasa seperti baru pulang mengantar istrinya belanja.
Setelah sampai di Apartemennya Selina, wanita tersebut memasukan password lalu menyuruh Devan masuk kedalam.
__ADS_1
" Terima kasih ya Mas karena sudah bantuin aku tadi, maaf jika selalu merepotkan aku jadi tak enak hati". Ujar Selina sambil tersenyum
" It's oke lah, kamu seperti sama siapa saja sih ". Sahut Devan
" Ya nggak seperti itu juga kali, eh hampir lupa mas mau minum apa"? Tanya Selina
" Memang nya kamu sudah ada makanan dan minuman disini"? Goda Devan yang melihat sekeliling Apartemen nya Selina, masih dalam keadaan kosong.
" Iya juga sih, tapi kalau air putih mah ada lah Mas". Ujar Selina
" Lebih baik yang itu saja, kebetulan tenggorokan ku seperti musim kemarau nih kering sekali". Devan menimpali
Selina pun memberikan segelas air putih untuk Devan, ia pun memilih duduk di samping nya.
Devan yang merasakan kegelisahan Selina, memilih untuk pergi.
" Mmm aku pergi dulu ya, jangan lupa besok kamu mulai kerja jadi sekertaris aku". Ucap Devan sambil memandang wanita cantik di hadapannya kini.
Sedangkan Selina hanya memandang Devan yang sepertinya memberikan ultimatum yang tak ingin di bantah.
__ADS_1
" Iya sip bos, aku pastikan besok akan sampai lebih dulu kesana ". Sahut Selina
" No no, karena kamu bukan OB, besok aku yang akan jemput kamu.Dan ingat jangan coba menolak, atau malam ini aku akan menginap disini ". Ancam Devan penuh ketegasan.
" Ya ampun Boss, dapat peraturan dari mana sih, seorang Sekertaris di jemput boss nya sendiri ". Kesal Selina yang tak ingin mendapatkan perhatian lebih dari Devan
" Yang jadi bos disini kan aku, jadi harus nya kamu bersyukur lho di jemput bos tampan dan mempesona yang jadi incaran seantero kota Milan". Sahut Devan percaya diri.
" Astaga Pak Bos, siapa juga coba yang minta di jemput. Aku bisa kok jalan sendiri, jadi bisa tidak jangan paksa" Ucap Selina yang kesabaran nya di ambang batas, padahal kini teman debat nya adalah seorang Devan Raharja.
" No comment ".Devan menimpali dan langsung pergi sebelum Selina melontarkan protes nya.
Selina yang di tinggal hanya mengumpat Devan, karena ia tak suka pada pria pemaksa. Sebab hal tersebut mengingatkan dirinya pada seseorang, yang tak pernah punya perasaan.
" Huft ini mah namanya keluar kandang Singa masuk kandang Macan ". Kesal Selina
Ia pun mulai membereskan barang belanjaan nya tadi,daripada memikirkan Devan yang egois.
Setelah Selesai, ia langsung mandi karena tubuhnya sudah sangat lengket. Sepanjang kegiatannya itu, ia terus memikirkan Alex. Pria yang kini masih berstatus suaminya.
Indonesia
__ADS_1
Alex yang sebenarnya coba untuk tak peduli kepada Selina, malah semakin mencoba semakin sulit. Ia tambah stress apalagi kini Rivan ikut menyudutkan dirinya atas kepergian Selina.
" Ya ampun Alex Roberto, apa yang sudah kamu lakukan. Apa aku harus mencari dia, atau membiarkan saja.Tapi biar bagaimana pun dia adalah istriku, dan belum ada kata cerai ". Gumam Alex di sela kegiatannya di kantor