
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Selina hanya tersenyum kearah suaminya itu,karena ada saja perkataan yang keluar dari mulutnya itu.
"Kamu itu kalau jadi komentator sangat cocok,pas begitu dengan posisi mulut kamu yang sukanya komentar pedas," sindir Selina.
"Aku itu berbicara berdasarkan fakta Yang,tapi kalau soal mulut itu mah sudah dari sono nya bukan dari sininya," ucap Alex santai.
"Ingat ya kamu itu bukan pake rok,tapi pake celana jadi lakukan sesuatu ingat dengan status kamu itu." Sambung Selina lagi karena tak ingin suaminya menjadi orang yang terlalu banyak bicara dan menyebabkan orang menjauh.
"Iya iya maafkan aku Yang,aku bakal jaga mulut tapi maaf jika sama kamu ya bakal tetap begini bahkan tambah parah," Goda Alex membuat sang istri merasa kesal.
Keduanya sudah pulang kerumah,ketika sampai disana terlihat mobil Alina sudah terparkir sempurna digarasi.
"Tuh anak anak kamu sudah pulang,tidak tahu mereka lagi buat apa sekarang," ujar Selina.
"Kurang tahu Yang,ayo masuk kedalam aku capek sekali nih."Ajak Alex sambil menggandeng tangan istrinya.
"Haii Aki aki yang lagi pengen ber-Abg,dengan teganya tinggalin Bang Rafa sendirian tadi," Gerutu Alina sambil menatap sinis kearah Ayah nya itu.
"Hahaeee,jangan marah lah Nak! Ayah kan lagi ingin menikmati waktu berdua dengan Bunda.Lagian selama ini Ayah sudah capek lho,tidak pernah namanya berlibur ataupun mempunyai waktu berdua dengan Bunda." Ujar Alex memberikan alasan.
"Hemm Memang Tuan Roberto kalau namanya memberikan alasan,pasti bakal yang terbaik didunia ini," goda Alina lagi.
"Haha,kamu benar sekali Nak!" Sahut Alex sambil geleng geleng kepalanya melihat tingkah putrinya itu.
"Bunda kekamar dulu ya,mau mandi soalnya sudah gerah semua nih badan," pamit Selina sambil berlalu kedalam kamarnya.
"Lho Yang kamu kok tega sih,aku ikut juga dong kekamar." panggil Alex karena ditinggalkan oleh Selina.
__ADS_1
Ckck
"Tuh Ayah kenapa makin lama tingkahnya makin kaya orang linglung saja ya?Kalau begini terus bisa bahaya,karena pasti Abang juga bakal ikutan," gumam Alina dalam hati sambil menatap kearah punggung Ayahnya yang sudah masuk kedalam kamar.
"Yang,Kamu kenapa kok dari tadi bicara sendir?" Tanya Rafa penasaran.
"Ah tidak juga Yang,tadi hanya geli saja lihat tingkah tuh aki aki yang doyan nya bertingkah bucin yang dilihat semua orang tanpa rasa malu,"Ucap Alina yang terkekeh kecil.
"Maksudnya si Ayah ya?" Tanya Rafa yang yakin dengan maksud Alina tadi.
"Hemm,seperti itu lah maksudnya.oiya kamu mandi sana,aku juga mau mandi gerah semuanya," ujar Alina yang pergi dari situ.
"Mandi bareng yuk!" Ajak Rafa sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Dasar mesum akut,dimana mana selalu saja berpikiran jorok. Jangan coba coba masuk kekamarku,atau bakal kuteriak maling." Ancam Alina sambil menatap tajam kearah Rafa.
"Haha,jangan marah marah dong Yang!Nanti aku makin cinta deh sama kamu,terus besok kuculik untuk bawa ke penghulu," goda Rafa sambil memeluk pinggang Alina.
"Ihh kamu lepasin aku nggak,nanti kalau ada yang lihat bagimana?Terus kamu mau disidang sama Ayah,yang mulut nya dobel wow?" Tanya Alina.
"Lepasin nggak,aku bau keringat semua ini," Pinta Alina memelas sambil melihat arah pintu kamar Orang tua mereka.
Bisa urusan tambah panjang,jika sampai Alex melihat apa yang dilakukan keduanya.
"Cium dulu baru aku lepaskan!" Ujar Rafa sambil terus menatap kearah kekasih hatinya itu.
cup
Alina mengecup sekilas bibir Rafa lalu pergi dari situ ,sebelum pria tampan itu meminta lebih lagi.
"Sudah kan jangan banyak minta lagi,karena nanti aku tidak akan mau melakukannya lagi," ujar Alina tajam.
"Haha,jangan marah lah Yang.Aku kan hanya minta cium,bukan minta aselole sama kamu," Sahut Rafa sambil tertawa kecil.
Alina dengan setengah berlari pergi dari situ,ia tak ingin Rafa nekat dan melakukan sesuatu yang nantinya bakal buat Alex mengamuk.
"Ternyata jatuh cinta sama orang dalam itu,ada suka dan dukanya ya.Suka nya karena kalau pacaran tidak perlu apel keluar rumah,dukanya yaitu mau romantisan takut ketahuan terus di sidang dari pagi sampai malam," Gumam Rafa sambil senyum senyum sendiri.
__ADS_1
Berbeda dengan Alex yang sedang stres,karena Selina sama sekali tak mengijinkan dirinya mandi bareng.
"Ayolah Yang,hanya sekali ini saja besok lusa aku tidak akan minta lagi!" bujuk Alex lagi.
"Tidak mau,karena jika urusan menyangkut kamu pasti bakal makan waktu.Dan aku sudah tambah pintar kali ini,jadi kita antri saja ya.Bukankah indonesia itu dikenal dengan Budaya antri,jadi kita harus hargai itu." Sahut Selina dari dalam.
"Kamu mah tega,masa suami sendiri dijadikan satpam depan pintu kamar mandi," Alex merajuk.
"Siapa juga yang suruh kamu jaga tadi,sendiri yang suka tapi pake mengeluh segala lagi," omel Selina yang tak terima dengan ucapan Alex tadi.
"Aku itu berdiri disini kira kamu bakal berubah pikiran,eh ini malah tetap pada pendirian ."Kesal Alex.
ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Selina keluar dengan memakai jubah mandi,ia bahkan melewati Alex begitu saja tanpa menoleh sama sekali.
Alex berdiri sambil menatap heran kearah Selina,yang tanpa rasa bersalah sama sekali dengannya.
"Kamu anggap aku disini itu apa?" Tanya Alex.
"Ya suamiku lah memangnya kamu mau dianggap apa?" Tanya Selina heran.
"Kamu tega Yang,masa tidak ada rasa bersalah sama sekali sih.Aku ini suami kamu tapi dianggurin terus,coba inisiatif sendiri atau apalah itu." Alex merajuk.
"Woii ingat umur Bang,kamu itu sebenarnya kenapa sih selalu mengeluh yang tidak tidak.Padahal hidup sudah mudah,mau ini itu tinggal bilang tapi masih saja mengeluh!" Nasihat Selina sambil menyisir rambutnya.
"Tidak mengeluh bagaimana jika setiap minta perhatian,tapi bawaanya selalu dicuekin aku sakit hati sayang sakit," Alex mendramatisasi keadaan.
"Sayang,ingat ya jangan terlalu minta aneh aneh jangan lupa sama umur!Karena nanti niat hati mau romantisan ,tapi jatuhnya LEBAY." Ucap Selina serius.
skakmat....
Alex yang merasa diri kalah telak dari istrinya itu,memilih untuk masuk kedalam kamar mandi. Daripada emosinya bakal meledak diubun ubun,dan terjadi perang mulut lebih baik di dinginkan pake air.
"Nasib punya istri yang pintar berdebat,segala sesuatu salah terus tidak pernah benar dimatanya," ucap Alex dalam hati.
Selina hanya tersenyum karena ia tahu jika suaminya itu dalam mode merajuk,tapi mau bagimana lagi keduanya tidak mungkin harus bersikap layak nya Abg yang lagi kasmaran.
__ADS_1