
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
LANJUT ***
Selina berbalik ingin melihat siapa kah yang di maksud oleh Alina,tentang orang yang bernama Uncle tampan.
Selina penasaran siapakah kira kira orang yang sudah di puji putri nya itu ,padahal memuji adalah salah satu kata yang paling di benci putrinya itu.
Deg
deg
deg
Selina berdiri mematung ketika melihat sosok yang sangat di rindukan ,tengah berdiri tersenyum kepadanya. Terlihat wajahnya dan semuanya masih tetap sama,bahkan tatapan kerinduan sangat jelas terlihat di wajahnya itu.
Selina menitikkan air mata dan tak peduli tatapan semua orang disitu,ia berlari menghampiri Rivan dan memeluk erat dirinya.Selina tak ingin mendengar perkataan para reader mima ah,karena baginya melepaskan rindunya lebih penting dari segalanya.
Rivan membalas pelukan Selina tak kalah erat,ia sangat merindukan wanita cantik yang sedang menangis dalam pelukan nya.
" Mass". Tangis Selina.
" Iya aku disini ,apa ada niat mau pergi lagi nona"? Tanya Rivan yang berusaha mencairkan suasana.
Mendengar pertanyaan Konyol Rivan ,Selina yang sedang bersedih menjadi tersenyum seketika.
__ADS_1
" Ihh Kamu mah tega Mas,orang lagi sedih malah di godain.Sudah ah kesini sama siapa,dan kok bisa"? Tanya Selina beruntun.
" Hemm sepertinya ada udang di balik bakwan nih"? Goda Rivan lagi.
Selina hanya tertawa karena pria yang selalu menghibur nya telah kembali,syukur lah tak ada kecanggungan di antara mereka.
(Maaf author orang nya ceria selalu di bawa happy saja, walaupun orang baru ketemu saja author senang ajak ngobrol ๐๐๐)
" Jadi masih mau tau kenapa bisa ada disini dan dengan siapa"? Tanya Rivan.
" Nggak ingin lagi jadi cancel saja ya". Sahut Selina ketus.
" Gimana kabar kamu hem, sudah puas tidak larinya? Atau masih berencana pergi lagi,okay baiklah aku bantuin ya". Sindir Rivan.
Selina hanya tertunduk tak ingin menjawab,ia merasa tak enak hati entah kepada siapa. Dan syukur lah Alina datang di samping nya,pada waktu yang tepat.
" Bunda siapa Uncle ini"? Tanya Alina.
Selina dan Rivan menoleh ke sumber suara ,terlihat gadis kecil berambut pirang sedang menatap bingung kearah keduanya.
" Siapa dia"? Tanya Rivan sambil tersenyum kearah Alina.
" Dia anak ku Mas". Sahut Selina pelan
Karena ia takut jangan sampai Rivan datang untuk mengambil Alina darinya,ia sangat mewaspadai hal itu.
" Anakmu dengan Alex"?.Tanya Rivan sekali lagi
Selina tak bisa menjawab hanya menganggu kan kepalanya ,ia sangat tak sanggup akan kehilangan putrinya itu.
" Mas kalau kesini untuk ambil dia,lebih baik pergi saja". Pinta Selina
" Lha apa urusan nya dengan ku, memangnya aku siapa nya dia? Tapi kalau mau jadikan aku calon bapak nya ,yang aku sih Yes". Sahut Rivan asal sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
" Enak saja dia punya ayah nya kok ". Kesal Selina.
" Nah itu tahu ayo kita ketemu ayah nya sekarang ". Ajak Rivan.
__ADS_1
Deg
Jantung Selina berpacu dengan cepat,bahkan seperti baru habis lari marathon 10 km.Ia tak sanggup bertemu dengan pria yang entah masih berstatus suaminya ,ataupun tidak ia bingung sama sekali.
Sedangkan Rivan tersenyum kepada gadis cantik yang berada di hadapannya kini,bahkan terlihat sangat manis.
" Haii cantik boleh kenalan tidak". Bujuk Rivan.
Alina terlihat masih takut takut ,karena selama ini Selina mengajar jangan terlalu akrab dengan orang baru.
Namun ketika melihat Bundanya sangat akrab,Alina pun lalu tersenyum. Dan ia merasa nyaman melihat senyuman Rivan ,ia merasa sangat suka.
"Hoiii oom, wil je mijn vader zijn"?Tanya Alina.
(Haii paman maukah menjadi ayahku?)
Rivan yang paham dengan perkataan Alina,dan tak ingin mengecewakan gadis cilik tersebut ia meminta persetujuan Selina.
" Boleh kah"? Tanya Rivan dengan tatapan memelas nya.
" Tapi Mas dia kan punya Ayah"?.Ujar Selina.
" Yang bilang aku mau jadi Ayah nya siapa?Orang aku mau jadi Daddy nya saja kok". Sahut Rivan.
" Terserah ". Sahut Selina malas.
" Mooi je kunt me Papa noemen, okรจ". Sahut Rivan
" Cantik kamu bisa memanggil ku Daddy ,ok"!)
" Terima kasih "..Sahut Alina tersenyum.
Alina memeluk erat tubuh Rivan ,ia sangat senang karena sekarang punya seorang Daddy.
Namun mereka tak menyadari sepasang mata sedang menatap kearah mereka ,ia bahkan sangat melihat mereka sangat bahagia sekarang.
"Mungkinkah kehadiran ku tak di harapkan lagi ,atau aku memang pengganggu ". Lirih Alex.
__ADS_1