AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 273


__ADS_3

Like N KOMENNYA


Terima kasih


Ok Lanjut ***


Selina menatap tak percaya kearah pintu,ia melihat dengan jelas Rivan dan Vigo berada disitu.


Oh God please help meπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ


Selina sampai hendak berteriak jika tak mengingat bagaimana keadaan disitu,akan tetapi tetap saja jiwa penasaran nya minta untuk di puaskan.


" Kok bisa ya orang itu ada disini, jangan bilang dia mau cari masalah? Kenapa setiap saat selalu saja berbuat yang tidak-tidak, Persetan dengan dirinya aku tak peduli sama sekali! " batin Selina sambil sesekali menatap kearah suaminya itu.


ia bersyukur karena Alex seolah tak peduli dengan kehadiran Rivan di situ, kalau begini kan dirinya bisa fokus pada Dinda saja.


" Dinda kamu yang sabar ya sobat, Sebab semua makhluk yang ada di dunia ini hanya titipan semata entah kapan diambil kembali sama penciptanya! jangan bersedih terus, agar jalannya Mas Devan semakin lancar ke depan!" bujuk Selina yang tak tega melihat wajah rapuh milik sahabatnya.


" tapi aku nggak kuat Lina, ini terlalu menyakitkan dan aku sungguh tak bisa menerima semua ini! " lirih Dinda.


" nanti setelah badai ini kita akan langsung pergi ke rumah duka, kamu pulang bareng aku ya sayang! " ujar Alex yang sengaja mengatakan hal itu agar Rifan sadar posisinya di situ.


" kita barengan saja deh daripada sendiri-sendiri, soalnya aku juga tidak bawa mobil tadi!" ujar Rivan membuat Vigo menatap heran ke arahnya.

__ADS_1


" Astaga tuan cara anda ini murahan sekali, kok bisa-bisanya bicara seperti itu padahal mobil anda jelas terparkir di luar!" batin Vigo heran tapi yang mana berani berbicara langsung jika tak ingin nyawa melayang sebentar.


" itu resiko kamu kenapa pergi tidak bawa mobil, aku tidak peduli sama sekali dengan keadaanmu mau pakai kaki kek terbang Kayak Superman Suka Suka Kamu!" tolak Alex yang tak ingin berdekatan dengan Rivan dimanapun apalagi ada Selina.


" ya tidak bisa begitu dong aku kan juga mau ke rumah duka untuk temani kalian, jadi kita ke sana harusnya bareng tidak boleh terpisah!" Rivan masih kokoh dengan permintaannya tadi meskipun ditolak mentah-mentah oleh Alex.


" ya suka-suka aku dong mau ngomong apa Kenapa kamu yang repot, lagian mobil aku sudah penuh sesak tidak muat kalau ada kamu lagi apa lagi dengan asisten mu itu! Kamu kan punya banyak uang banyak kenalan, Kenapa tidak menghubungi mereka saja Bukankah lebih bagus biar tidak merepotkan aku sama sekali!" Alex masih tetap saja mempertahankan pendirian.


" kalian bisa diam tidak sih orang lagi berduka kok diajak berdebat, dasar manusia tidak punya akhlak hati nurani!" kesal Selina dengan jalan pemikiran kedua pria paruh.


" Loh kenapa jadi aku yang disalahin marah tuh suami kamu, masa kita minta baik-baik tapi dia marah-marah tidak jelas? Lain kali itu jadi perempuan kalau mau pilih suami itu yang baik tidak Cerewet, Terus kalau bisa tidak suka marah-marah yang tidak jelas kan capek kuping dengarnya! " Sindir Rivan sambil menatap kearah Alex yang sedang menatap tajam ke arahnya.


" kamu kalau bicara yang tidak tidak lagi Aku pastikan kan di ruangan jenazah ini Kamulah penghuni barunya, sudah datang tak diundang pulang minta diantar Kamu pikir aku babu yang bisa kamu suruh-suruh Sesuka Hati?" Ketus Alex karena boleh melihat tingkah Rivan yang selalu memancing emosi.


" Tadi kenapa harus ke sini ya, Bukannya datang untuk berbela sungkawa malah Ajak berantem di depan jenazah? kalau semua pelayat songong seperti ini, bisa dipastikan keluarga yang meninggal bakalan emosi dan tidak jadi berduka!" batin Vigo sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Alex dan Rivan yang tidak masuk akal itu.


" eh Vigo Tolong seret Tuanmu itu pergi dari sini, sebelum kesabaranku benar-benar habis dan melenyapkan orang ini dari muka bumi!" sungut Alex yang tak ingin dibantah sama sekali.


entah Rivan itu punya malu atau tidak autor saja bingung loh guys, soalnya sudah diomong pakai bahasa kasar tidak mau dengan bahasa halus tetap sama saja Mungkin dia mau bahasa binatang mirip kayak Wonderland gitu?


" Maafkan saya tuan Sebab saya masih sayangnya nyawa saya sendiri!" tolak Vigo ketika melihat wajah garang yang ditunjukkan Rivan tadi.


" good boy, lain kali tuh pintar begitu dong biar kegunaannya lebih ditonjolkan Jangan hanya Pancing emosi doang!" Puji Rivan pada Vigo sambil menunjukkan jempolnya.

__ADS_1


"tidak tuan tidak asisten sama saja, hobi sekali bikin orang emosi lama-lama aku mutilasi sekalian biar Nyaho! " Sindir Alex kesal.


Selina sudah tak peduli dengan perdebatan ketiga pria dewasa itu, Bukankah mereka bukan anak kecil yang Segala sesuatu harus dibilang agar paham?


" Permisi tuan dan nyonya, karena badai salju sudah reda kami akan membawa jenazah ke rumah duka sekarang! tolong dipersiapkan segala sesuatu karena kita akan berangkat sekarang, untuk Nyonya jika tidak kuat bersama suaminya silakan pakai mobil lain!" ujar salah satu perawat yang mengurus kepulangan Devan.


Dinda tetap memilih bersama dengan Devan satu mobil, karena ia tak ingin berjauhan dengan suaminya yang dalam hitungan jam sudah tidak dirinya lihat lagi untuk selamanya.


" saya akan tetap bersama dengan dia suster sampai kapanpun, tolong Lakukan yang terbaik untuk dia saya akan membayar berapapun itu!" ujar Dinda dan tak lama Ia pun pingsan.


semua orang yang berada dalam ruangan itu menjadi panik seketika, Rivan menarik tangan Vigo agar menggendong Dinda menuju ke dalam mobil mereka.


" cepat kamu gendong dia bawa ke dalam mobil sekarang! " perintah Rivan pada Vigo dan tak ingin dibantah.


Vigo menatap heran ke arah tuannya, Kenapa harus dirinya yang disuruh Bukankah ada orang lain yang berada di ruangan itu atau kalau tidak perawat lah misalnya'


" Kenapa harus saya tuan?" Tanya Vigo heran.


" Diam jangan banyak berdebat lakukan apa yang aku suruh atau gajimu bakal berkurang angka satu lagi!" ancam Rivan membuat Vigo bungkam tak bisa menjawab apa-apa lagi.


" bagus jadi orang penurut begitu kan enak, jangan seperti Tuan kamu yang bisa hanya suruh-suruh orang saja tapi tidak bisa kerja apa-apa!" Sindir Alex sambil tersenyum mengejek ke arah Rivan yang berdiri malas tahu seolah tak terjadi apa-apa.


" suka-suka aku dong masalah buat kamu?" Tanya Rivan sinis.

__ADS_1


__ADS_2