
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Alina yang kesadarannya sudah pulih,langsung memukul pelan bahu Rafa agar menghentikan aksinya yang binal itu.
"Stop,jangan di lanjutkan!' Teriak Alina tajam.
"Lho kok gitu sih Yang,kita sudah setengah jalan masa harus berhenti di tengah jalan?" Tanya Rafa cemberut karena menahan gejolak yang ada di area bagian bawahnya.
"Ih bukan begitu,tunggu kita menuju halal dulu baru nyosor." Jelas Alina.
"Ayolah Yang tanggung nih,daripada aku cari pelampiasan!" Bujuk Rafa yang tanpa sadar menggunakan kata yang salah.
"Apa kamu bilang tadi,kurang ajar coba saja kalau kamu berani bakal ku potong anu mu buat di kasih makan Hiu di laut!" Ketus Alina.
'Maka dari itu ayolah Yang,biar di gesek di luar saja nggak Papa kan?" Tanya Rafa memastikan.
"Hadeuh dasar pria mesum,ayo cepat lah aku mau Bobo!" Sahut Alina yang langsung terbang tinggi ketika Rafa sudah mulai melancarkan aksinya.
"Hmmm Yang ayo masukin!" Racau Alina yang sudah dibuat ***** tingkat dewa oleh Rafa.
Rafa yang dari tadi sibuk menaiki gunung menuruni lembah langsung menghentikan aksinya ,ia menoleh kearah wanita yang berada di bawah kukungannya itu untuk memastikan.
"Kamu yakin Yang?" Tanya Rafa memastikan.
"Cepetan atau aku berubah pikiran!" Ujar Alina kesal.
"Baiklah jika itu mau Kamu,jangan harap aku bakal berhenti biarpun kamu memaksa." Jelas Rafa dan mulai memegang ini meremas itu.
Percobaan pertama tidak bisa masuk karena masih sempit,percobaan kedua Alina sudah merasa jengah dan hendak otw percobaan ketiga Alina langsung menolak melakukannya.
__ADS_1
"Stop,aku berubah pikiran karena kelamaan jadinya ***** aku hilang!" Ujar Alina mulai beringsut menjauh.
Rafa berdiri tak percaya,ia hanya bisa menatap Alina yang sejuk memakai pakaiannya.
"Yang,Kamu yakin?" Tanya Rafa lagi.
"Iyesss,jadi ayo pake pakaian mu aku capek melihatnya yang tegak berdiri bagaikan seruling!" Gerutu Alina.
"Ya dia mana mau tidur kalau belum tuntas kerjanya." Sahut Rafa membuat Alina menatap jengah.
"Kamu bikin album saja di kamar mandi sana,jangan didepan aku !" Kesal Alina sambil menunjukan kearah kamar mandi.
Rafa dengan langkah pelan dan gontai,menuju kamar mandi tapi sengaja tak menguncinya.
Ia ingin memancing Alina agar ikut main dengannya,dengan begitu ia bisa punya teman duet.
Tapi sudah setengah jalan belum ada tanda tanda ada yang mengajak dirinya Mabar ,membuat pria tampan itu hanya bisa pasrah dan bermain sabun sendiri.
Alina yang sudah selesai memakai kembali pakaiannya,hanya bisa memalingkan wajahnya karena malu melihat tingkah Rafa itu.
"Tuh orang urat malunya sudah putus apa,masa bermain sabun tapi mau nya dilihat orang!" Sungut Alina kesal.
"Bro lanjutkan aku mau keluar!" Teriak Alina dari luar dan tak ingin mendengarkan perkataan Rafa yang sengaja menahan dirinya.
"Ogah,Aku takut dosa!' Soalnya yang lagi ada di depan itu penampakan setan lucifer ,Yang lagi melakukan sesuatu buat malu mata dan hati!"Ujar Alina kesal sambil menghentakan kakinya dan berjalan keluar.
Rafa terus melakukan hal yang tidak bisa dibayangkan Alina ,pria tampan itu belum bisa berhenti ketika Adonan kelapa parut belum keluar.
Alina yang sudah berada di luar merasa heran dengan Anton yang berdiri tegak bak pagar,memangnya pria itu tidak ada kerjaan.
"Woi kamu kenapa ada disitu?" Tanya Alina heran.
"Oh iya Nona maaf ,soalnya tadi disuruh Tuan Rafa untuk menjaga jarak aman 25 meter!" jelas Anton sambil tertunduk karena melihat bekas ****** di leher Alina.
"Terus kamu mau saja di kadalin sama buaya?"Tanya Alina memastikan.
"Saya mana berani menolak Tuan,jika nanti akhirnya ada pengurangan satu angka di gaji saya!" Sahut Anton pelan tapi sedetik kemudian memukul pelan jidatnya.
"Mati aku,kenapa keceplosan mana wajah Tuan Rafa bakar menyala lagi." Batin Anton ketika melihat wajah garang Rafa dengan rambut yang masih basah.
__ADS_1
"Tuan!" Panggil Anton.
"Kenapa kamu masih disini,pergi sana bikin rusak suasana!" Usir Rafa sambil menatap tajam kearah Anton.
Pria yang teraniaya itu hanya bisa mendengus Kesal,ia kalau boleh pilih mana mau berdiri jadi nyamuk aedes aegypty.
"Maafkan saya Tuan," Ujar Anton segera pergi dari situ.
"Kamu kenapa marah marah tidak Jelas?" Tanya Alina heran.
"Lagi ingin marah saja,sudah ayo kita cari makan saja daripada aku tambah ingin memukul semua orang!" Sinis Rafa membuat Alina menatap heran kearahnya.
"Kamu sakit,atau ada yang terjepit begitu?" Tanya Alina heran.
"Aku bilang baik baik saja ,kenapa sih tanya banyak sekali?" Kesal Rafa.
"Astaga kenapa sih nih orang,jadi sensi begitu?" Batin Alina heran.
"Kita mau makan di mana,aku ikut saja?" Tanya Rafa dengan ekspresi datar.
"Terserah!" Ketus Alina tak kalah.
"Ya sudah ayo!" Ajak Rafa yang berjalan lebih dahulu sampai tak peduli dengan keberadaan Alina.
Alina tak mengerti dengan perubahan Rafa ,yang juga membuat dirinya tak nyaman itu.
Alina memilih membiarkan Rafa pergi sedikit menjauh baru ia pergi ke arah lain,ia kesal karena Rafa yang bersikap tidak ada manis manisnya.
"Kapok kamu aku pergi ke arah lain,siapa suruh mau macam macam dengan Alina Roberto!" Ujar Alina monolog.
Rafa berjalan terus tanpa menoleh kebelakang,karena ia mendengar langkah kaki mengikutinya dan ia yakin itu suara Alina.
Padahal sebenarnya Anton yang mengikuti Tuannya itu,karena ia pikir Rafa akan pergi Meeting.
Ketika sudah sampai di Lobby,Rafa menoleh kebelakang dan hendak mencari Alina tapi orang yang di cari tidak ada.
"Lho kok kamu,Alina mana?" Tanya Rafa memastikan.
"Non Alina dari tadi tidak ada di belakang anda kok Tuan,karena dari tadi saya melihat anda berjalan sendiri."Sahut Anton sambil mengeryitkan keningnya.
__ADS_1
"Kok bisa,tadi kami berdua jalan sama sama?" Tanya Rafa heran.
"Mungkin lagi ke toilet,tapi Tuan tidak sadar!" Ujar Anton.