
Haii READER terseyeng
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
Kalau boleh VOTE nya juga ya heheπππ
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
ππππππππππ
LANJUT ***
"hemm kamu pikir aku kawin sama ibu kamu apa"?Kesal Devan karena mendengar panggilan Selina untuknya.
Selina memilih tak menjawab ,perkataan Devan kepadanya. Karena ia bertekad mulai dari sekarang, akan tetap memanggil Devan dengan sebutan itu. Sebab ia tak ingin terlalu akrab, dengan bos yang baru di kenalnya itu.
Dan juga tak ingin orang berpandangan buruk tentangnya,karena mendekati Devan hanya untuk mendapatkan pekerjaan.
__ADS_1
"Bapak kenapa pagi-pagi sudah disini?Tanya Selina lagi yang tak gentar dengan tatapan dingin Devan.
"Huft,Lina bisa tidak jangan berbuat,seolah kita belum pernah bertemu. Bisa tidak kamu memanggilku seperti kemarin,dan tak seformal ini padaku".?Pinta Devan
"Maaf pak,tapi saya harus jalan takut terlambat".Pamit Selina hendak pergi namun langsung di cekal oleh Devan.
Tanpa meminta persetujuan selina,Devan langsung menariknya agar masuk kedalam mobil.Selina sebenarnya ingin berontak ,namun karena tatapan tajam dari Devan membuatnya mengurungkan niatnya tersebut.
"Astaga nih orang ternyata kalau marah seram juga.Jadi ngeri aku lihatnya.Lebih baik diam agar aman,supaya tak lihat es dari kutub utara".Gumam Selina.
Selina yang kini sudah duduk di samping Devan yang sedang mengemudi hanya menatap keluar jendela.Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Apa aku katakan saja ya jika aku sudah punya suami?Supaya ia jangan terlalu dekat,denganku".Gumam Selina dalam hati.
Sedangkan Devan kini tengah berpikir bagaimana caranya agar Selina mau menerima kehadiran dirinya.
Dengan mengumpulkan keberanian,Devan pun mengutarakan niatnya itu.
"Aku tahu jika kamu kurang nyaman,maafkan aku.Tapi sungguh tak ada maksud yang seperti itu dalam pikiran ku.Aku hanya ingin menjadi orang ,yang bisa kamu andalkan dan bisa di harapkan "ucap Devan sambil menatap lurus ke depan.
__ADS_1
"Akupun bingung kenapa sampai bisa ,tiba tiba punya perasaan seperti itu .Mungkin karena ibuku yang juga orang indonesia ,jadi ketika melihat dan mendengar kalau kamu berasal dari sana.Aku langsung merasa nyaman dengan kamu,kenapa sampai aku meminta kamu memanggilku Mas.Karena Mama selalu memanggil Papa dengan panggilan tersebut ,sehingga aku pun ingin merasakannya juga.Dan ternyata sangat menyenangkan ,tak bisa di lukiskan dengan perkataan apa pun".Sambung Devan lagi sambil tersenyum.
Selina yang mendengar perkataan Devan ,merasa bersalah karena telah punya pemikiran yang tidak tidak.
"Maafkan aku ya,karena tadi aku sudah tak menghargai permintaan anda pak.Tapi maaf sungguh aku sangat tak nyaman ,jika harus memanggil dengan panggilan Mas".Ucap Selina pelan.
Devan menghembuskan nafasnya kasar ,Karena sepertinya Selina memang tak ingin dekat dengannya. Ia pun tak mungkin memaksakan kehendaknya ,karena nanti Selina akan lebih menjauhi nya.
"Baiklah jika itu kemauan mu ,tapi boleh kah jika kamu ubah sedikit panggilan itu.Karena aku merasa seperti seorang yang sudah sangat tua."Pinta Devan dengan senyuman termanis nya.
Selina yang melihat nya tertawa terbahak bahak,ia seperti merasa geli dengan tatapan itu.
"Abang bisa tidak wajah nya jangan seperti itu ,aku geli deh lihat nya.Terus usahakan jangan depan karyawan nya ya,nanti apa kata mereka jika melihat nya ".Ujar Selina sambil menggeleng kepalanya.
Devan tersenyum mendengar panggilan Selina untuknya ,tapi didalam hati kecilnya berharap Selina memanggil nya dengan panggilan Sayang.
"Kamu itu orang pertama lho,yang aku kasih lihat senyuman termanis seperti tadi. Jadi kamu harus bersyukur ,karena menjadi orang pertama yang melihat nya,gimana kamu sekarang pasti sedang bahagia kan"? Ucap Devan percaya diri.
" Astaga Pak ,anda percaya diri sekali.Orang perasaan aku biasa saja kok ,lagian lihat senyuman seperti itu kalau bisa bikin aku kaya mah dengan senang hati aku akan melihatnya ".Ejek Selina.
__ADS_1
"Kamu mah tega ,aku bukannya di puji.Eh ini malah di jatuhkan ke bawah,sakit sekali rasanya".Ujar Devan sedramatis mungkin.