
LIKE N KOMENNYA
Terima kasih
LANJUT ***
" Jadi gimana aku boleh dong ajakin Lala tidur bareng di rumah, soalnya nggak enak kalau hanya kita berdua saja boleh ya?" tanya Alina memastikan.
Rafa mendengus kesal Bagaimana tidak rencana yang sudah ia rancang di dalam otaknya harus gagal sudah, sebab Ia tak tega melihat wajah memelas kekasihnya itu.
" tapi sayang gimana kalau orangtuanya tidak mau,nanti kita terkesan kita kayak memaksakan begitu kan tidak enak jadinya!" ujar Rafa yang masih berusaha membujuk kekasihnya itu.
" Iya kita kan Coba dulu jangan sampai dia mau lagian nanti sehabis pulang kantor kan singgah dulu, boleh ya Jangan nolak atuh aku kan jadi galau!" pinta Alina lagi.
Rafa nya bisa menghembuskan nafasnya kasar ternyata susah sekali membaca Alina agar mau menuruti kemauannya kali ini saja, begitulah jika berpacaran dengan anak yang lebih kecil dari kita.
" Iya Baiklah nanti setelah pulang kantor kita singgah dulu, mau bujukin sih cewek pendek itu nginep di rumah!" sahut Rafa pasrah karena sudah tidak bisa menolak lagi kemauan kekasihnya itu.
Kalian pasti penasaran kan Gimana reaksi seseorang selain dari Alina dan Rafa, Ya benar sekali reaksi Xavier kini rasa-rasa mendapatkan lotre yang paling melimpah ruah dalam hidupnya yaitu mendapatkan celah untuk bisa berduaan dengan Lala setelah tak bertemu dengannya Selama 2 bulan lebih ini.
" tuan Terserah anda maksud saya antar sampai di mana pun saya Ikhlas, yang penting bisa bertemu dengan pujaan hati yang sangat menggemaskan itu! "batin Xavier yang ingin sekali berteriak gembira.
Rafa yang kebetulan menangkap gelagat tak biasa Asistennya itu,merasa heran sendiri. Ia merasa ada yang lain dengan perubahan sikap Xavier, Mungkinkah ada udang dibalik bakwan Entahlah hanya pria itu saja yang tahu.
"bisa Kita berangkat sekarang soalnya udah gelap nih, Uncle Xavier jadi ini kan antar kita pulang? "tanya hal ini memastikan karena dia kasihan dengan kondisi tubuh Xavier yang tadi baru datang dari perjalanan yang jauh.
anda salah Nona dia hari ini lagi senang banget itu, jadi jangan lama-lama Bisakah kita let's go.
" saya akan mengantarkan kalian kok nona, tenang saja saya orangnya tepat janji kok dan Kalau tidak keberatan saya juga bakal menemani kalian untuk menginap di sana! "tawar Xavier tanpa malu-malu.
bisa ae modus lu Bang!
" yang tawarin kamu buat nginep di sana siapa, aku itu kan suruh kamu jadi sopir saja bukan ngajakin kamu nginep ada saja jalan pikiran kamu yang tidak jelas itu! "kesal Rafa sebab sudah kehadiran Lala saja membuat dirinya kesal ditambah dengan kehadiran Xavier bisa gagal rencananya.
" Ya tuan setidaknya Mengertilah dengan kondisi asisten mu ini, hati ini kan sedang butuh pelukan hangat dari wanita!" batin Xavier Mana berani berbicara langsung bisa di gorok habis lehernya.
"ih justru banyak yang nginep kan lebih bagus, udah aku setuju kok Paman Xavier biar ada rasa-rasa Indonesianya gitu!" sahut Alina yang tak mendengarkan perkataan Rafa sama sekali membuat pria itu hanya bisa menghela nafasnya kasar.
" punya pacarku gini amat ya, Kenapa nggak ngajakin satu kampung buat kemping di rumah saja biar lebih rame!" gumam Rafa yang masih bisa didengar oleh Alina.
" jadi kamu ngijinin aku buat ajak teman-teman kampus gitu, Wah kalau begitu Bagus dong aku hubungi mereka dulu ya!" ujar Alina Ya sudah mengambil benda persegi itu didalam satunya hendak menghubungi satu persatu teman-teman yang terhubung dalam satu jurusan.
dengan cekatan Rafa mengambil ponsel di tangan Alina, bisa panjang urusannya kalau semua orang pada hadir malam ini memangnya Panti Asuhan apa Jadi harus rame-rame?
" Stop jangan aneh-aneh deh kamu sudah hadirnya dua orang saja bikin otak sakit apalagi satu Batalyon, bisa pecah nih otak karena kelakuan absurd mereka! " Ketus Rafa kesal dengan kelakuan Alina yang tak mengerti apa maunya itu.
" ya tadi kan situ yang ngomong bukan aku jangan salahin orang dong, Lagian apa salahnya sih kalau rame-rame daripada hanya berdua saja takutnya digerebek sama warga baru tahu rasa!" Alina menghentakkan kakinya karena kesal dengan Rafa yang selalu berubah-ubah saat bicara padahal sebenarnya pria itu hanya mengungkapkan kegundahan dan keresahan dan ke emosian yang berada dalam hatinya kini.
Tahu bulat tahu isi tahu sumedang
Kamu Jahat kamu Sampai Hati
aku pusing
" Ya aku kan hanya ngomong bukan serius tapi kamunya saja yang tidak peka apa maunya aku, sudah Ah Ayo pulang kepalaku sakit Neng memikirkan tentang kita!" ajak Rafa sambil menarik tangan Alina keluar dari ruangannya itu sambil mengode Xavier agar ikut dengan mereka dari belakang.
__ADS_1
" Baiklah tuan tapi saya jadi menginap kan di rumah anda?" tanya Xavier memastikan agar dirinya bisa menyiapkan kata-kata yang manis yang bisa membuat Lala klepek-klepek begitu.
" menurut kamu? "tanya Rafa Ketus karena berharap jika pria itu berubah pikiran nantinya eh tahu-tahu malah memastikan lagi.
"ya Jadi dong paman yang bilang tidak jadi tadi siapa, lagian lebih banyak orang kan lebih rame ya nggak Bang?" tanya Alina memastikan pendapat kekasihnya itu dan hanya diangkut ke Rafa dengan senyum terpaksa.
" Iya boleh!" sahut Rafa singkat.
Xavier sepanjang perjalanan merasa bahagia yang amat amat dalam, ternyata kedatangannya ke tanah air sungguh membawa berkah Bagaimana tidak ketika ia pusing memikirkan Bagaimana cara berduaan dengan Lala eh tahu-tahunya dengan mudahnya Nona mudanya itu memberikan solusi.
"kamu jangan senyum-senyum, nanti sebentar sampai di rumah tidak ada kata duduk leha-leha kamu harus memeriksa semua berkas-berkas yang aku berikan nantinya, jadi tidak ada namanya Kesempatan Dalam kesempitan Kamu paham tidak?" tanya Rafa kekesalan Apa yang sedang ia rasakan berimbas pada Xavier juga.
" Alamak, kalau begini mah sama saja Mendingan aku pulang ke rumah karena menginap di rumah tuan juga bakal dipantau!" sungut Xavier dalam hati.
kini ketiganya sudah berada dalam mobil dengan Rafa dan Alina yang duduk di bangku belakang sedangkan Xavier sebagai sopir.
" paman, selama di sana ketemu cewek cantik tidak?" tanya Alina agar suasana tidak terlalu Canggung.
Xavier hanya bisa menghela nafasnya kasar, dirinya takut jika salah jawab singa jantan di belakang bakal mengamuk padanya hanya saja jika tidak jujur salah lagi.
" ya namanya suatu negara kalau tidak punya cewek cantik itu saya sedang membohongi Anda nona, hanya saja saya lebih sibuk dengan pekerjaan tidak bersinggungan dengan mereka sama sekali! "jawab Xavier yang mencari aman karena ia yakin kini Rafa sedang menaikkan antena kupingnya agar mendengar segala percakapan dirinya dan kekasihnya tuannya itu.
" Iya rugi dong paman Kenapa tidak gunakan kesempatan itu, hitung-hitung kan dapat yang original begitu Itu biar ada sensasi baru kan?" Sesal Alina membuat Rafa mengacak gemas rambutnya.
"kamu kok kenapa sih harus kepo urusan orang, lebih baik bahas urusan kita yang lebih penting dari segala-galanya! " ujar Rafa tak senang ketika Alina membahas pria lain di hadapannya.
" mulai lagi deh posesifnya!" ejek Xavier dalam hati ya Mana berani berbicara langsung bisa berabe urusannya.
" kamu sedang mengumpat ku dalam hati?" tanya Rafa sinis membuat alinea mengeryitkan keningnya Memangnya tadi Xavier mengatakan apa hingga pria itu marah-marah tidak jelas.
" kamu yakin dia tidak sedang mengumpat ku dalam hati sayang, soalnya aku tidak yakin sama sekali loh orangnya merk kayak dia tidak berpikir aneh-aneh!" secara tak langsung Rafa sengaja menyindir asistennya itu yang lebih memilih diam..
begitulah perbedaan antara pekerja dan majikan baik salah ataupun benar pekerja tidak bisa membantah, hal ini yang membuat status seseorang dapat dibedakan yang dibawa tetap dibawa yang atas tetap diatas yang kaya tetap kaya yang miskin tetap miskin.
terkadang orang kaya itu tidak bisa membedakan mana yang benar mana yang salah maklum zaman sekarang uang adalah raja,, begitu juga yang terjadi pada Xavier kini dituduh Rafa melakukan segala sesuatu yang tidak pernah ada niat untuk melakukannya.
" ya ya Kamu benar dan orang lain selalu salah Tuan Rafa!" sinis Alina kesal karena sikap Rafa yang tidak pernah mau mengalah itu.
mengalah, itulah jalan terbaik yang Rafa lakukan kini daripada bisa berabe pada hubungannya dengan Alina.
keduanya asyik berdebat hingga tanpa sadar jika mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti sempurna di sebuah rumah bergaya minimalis itu, membuat alinea dan Rafa mengerjakan keningnya Memangnya Dalam rangka apa mobil itu berhenti karena mereka belum sadar dengan keadaan sekitar.
" Paman Xavier kok mobilnya berhenti? "tanya Alina heran.
" Iya benar sekali kamu kenapa berhenti memang di Siapa yang suruh tadi, Ayo jalan lagi kita mau ke rumahnya si pendek! " perintah Rafa yang tak ingin dibantah.
Xavier menghela nafasnya saja ingin Ia memarahi kedua manusia yang ada di belakang itu, makanya jangan berdebat saja hingga tak sadar jika sudah sampai.
" kita sudah sampai tujuan di rumahnya temannya Nona Alina!" sahut Xavier pelan membuat Rafa dan Alina melongok.
" loh kok Paman bisa tahu kalau rumahnya ada di sini, perasaan tadi aku belum bilang deh Alamatnya di mana? jangan bilang kalau selama ini Paman selalu memantau Lala dari jauh, Wow aku terkesan nih!" tanya Alina heran membuat Xavier merutuki kebodohannya.
" Kenapa kamu tadi bisa kecolongan model begini ya, siap-siap saja sebentar bakal kena ledekan dari mereka berdua!" batin Xavier.
Rafa menatap penuh selidik kearah pria yang berada di hadapan mereka itu, dirinya pun sama penasaran kok bisa-bisanya Xavier tahu rumahnya Lala jika selama ini tidak memantau dari jauh.
__ADS_1
" kamu selama ini tidak lagi ngikutin anak gadis orang kan, Awas aja kalau sampai itu terjadi terus nama perusahaan gue dibawa-bawa hidup kamu bakalan tamat hari itu!" tanya Rafa penuh selidik membuat Xavier bergidik ngeri.
" Ah tidak tuan anda hanya salah paham saja, Lagian saya mana tahu alamatnya temannya Nona Alina itu!" sahut Xavier berbohong.
" situ pikir saya bakal percaya begitu dengan semua kebohongan kamu, haduh kalau mau cari jodoh tuh kira-kira jangan yang cempreng 5 oktaf begitu!" sinis Rafa sambil tersenyum mengejek.
mendengar temannya diejek seperti itu membuat jiwa BFF Alina mencuat di permukaan, sekalipun hal itu yang dilakukan adalah Rafa.
" Jangan mengejek sahabatku enak saja kalian, Lagian mau cempreng Berapa oktaf suka-suka dia orang mulut mulutnya dia Kok kenapa kalian yang repot?" sinis Alina Ketus jangan melupakan dengan wajah cemberutnya itu.
" Ya ampun salah lagi kan perasaan tadi hanya ngomong doang deh, di mana-mana itu pacarnya dibela bukan orang lain!" Rafa frustasi karena Alina yang lebih mementingkan Lala daripada dirinya.
" Idih Enak saja kamu kalau ngomong, biar bagaimanapun dia tetap saja sahabat aku jadi kalian jangan coba-coba mengatakan hal yang aneh-aneh terhadap dia atau akan berhadapan denganku!" ujar Alina yang memasang badan jika berkaitan dengan Lala.
so sweet
Xavier merasa senang karena dirinya tidak perlu capek-capek membela Lala yang sudah diwakilkan oleh Alina, jadi dirinya tinggal terima beres saja tidak perlu merasa canggung.
" Ya sudah ayo turun sana biar kita cepat pulang, terus tolong katakan ke si cempreng jangan siapnya kelamaan atau bakal ku tinggal!" ujar Rafa memperingatkan.
" kamu kalau mau pulang ya pulang saja, karena kalau sampai hal itu terjadi aku bakal nginap di sini dengan senang hati dong!" saat Alina santai sambil berjalan masuk ke area rumahnya Lala.
Xavier celingak-celinguk mencari objek yang sangat ia rindukan beberapa bulan terakhir ini, senyumnya membuat pria itu sesak nafas dibuatnya.
Rafa tersenyum melihat tingkah Xavier yang menggelikan itu, ternyata pria kalau sedang jatuh cinta biarpun sudah lanjut usia seperti anak muda yang baru gede.
" Kenapa lihatin saja enggak disamperin sekalian, hitung-hitung lepas rindu loh sekalian ketemu sama calon mertua!" ejek Rafa sambil tersenyum.
" Maksud Anda apa ya tuan?" tanya Xavier yang pura-pura tak tahu menahu arah pertanyaan Rafa tadi.
" pura-pura bego lagi padahal pahamnya luar kepala, sudah ayo sana samperin nanti kalau Emak bapaknya setuju bilang ke aku biar kita sama-sama pergi ngelamar anak orang!" sambung Rafa lagi membuat Xavier tak tahu harus menjawab apa?
" saya B aja kok tuan sama dia, jadi tolong Jangan berpikiran aneh-aneh ya karena takutnya anak orang ke geer-an nanti!" sahut Xavier.
"aku pegang perkataan kamu yang tadi ya, Awas aja kalau sampai kamu aku hajar kamu sampai rata!" ancam Rafa sinis.
" tidak seperti itu juga kan Tuan, Masa besok bisa aku bisa berubah pikiran Anda masih melarang saya seperti tadi? " bujuk Xavier yang mencoba untuk bernegosiasi.
Rafa tersenyum mengejek Ia ingin melihat sejauh mana perjuangan asistennya itu, sekali-sekali mengerjai dirinya kan tidak ada salahnya!
" suka-suka saya lah mau ngapain, lagian tadi kan kamu yang ngomong sendiri bukan saya yang paksa lupa kamu? "ledek Rafa lagi.
pasrah, Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Xavier kali ini, Bagaimana tidak orang yang seperti Rafa itu hobinya yang cari perkara dan cari bahasa disaat orang lain salah ngomong saat itulah cela baginya untuk masuk.
Alina yang sudah berada di kamar Lala masih berusaha membujuk gadis itu agar mau ikut dengannya ke rumah, dia juga berkata kalau Xavier bakal menginap juga di rumah mereka.
" Ayolah Lala kamu masa tega sih sama aku, Lagian di sana bakal rame kok kan ada paman Xavier juga?" bujuk Alina lagi.
Xavier, satu nama yang paling dibenci oleh Lala dalam hidup karena pria itu sudah yang dahulu mengerjai dirinya hingga pulang berjalan kaki, sungguh tega kan membiarkan gadis secantik dirinya pulang dengan tidak ada gaya.
belum lagi dengan tingkah laku Rafa yang selalu mengejek dirinya ketika bertemu, Bagaimana caranya yang harus lakukan ketika bertemu mereka berdua? masa iya harus kayak katak dalam tempurung, yang bisa mengintip lewat pojokan doang tidak bisa ngapa-ngapain.
" aku mah ogah soalnya untuk pria yang ada dalam rumah kamu nantinya aneh bin ajaib, mana betah aku disana nantinya! " tolak Lala sambil memasang wajah ketusnya.
__ADS_1