AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 222


__ADS_3

AKU SUKA ANGKA 222 NAH INI DIA,JADI KALAU HOT TINGGAL MEREM MELEK SAJA YA SAYONG...


TAPI KALAU DITOLAK SAMA NT,MAAFKAN BETA SAYANG...


LANJUT ***


Selina hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya itu,mau bilang tapi biar sudah lebih baik telan turun saja.


Percaya sa jang bimbang semua baik baik saja,kalau bisa bilang bisa te usah ko cerita cerita.


Sayang ko sante santeee,buang senyum kalau boleh ..


"Ih lagu baru Yang?" Tanya Alex mencoba mencairkan suasana.


"Tidak juga hanya mau bergumam saja,soalnya bosan dengan yang sunyi sunyi!" Jawab Selina sambil tersenyum.


"Ya sudah ayo kita masuk kedalam ruangan ku saja ya,aku juga lagi kangen yang ribut ribut!" Ajak Alex membuat Selina hanya tertawa ia tahu jalan pikiran Alex jangan coba dirinya pancing sedikit pasti langsung di gas pol.


"Anton,usahakan semua orang tidak boleh mendekat kearah ruangan saya sampai radius seratus meter termasuk kamu juga!" Tegas Alex lalu mengajak Istrinya masuk.


Bugh


"Aww Sayang kok aku dipukul sih?" Tanya Alex sambil mengusap bahunya yang sakit.


"Lain kali itu kalau mau bicara dijaga bisa tidak,noh lihat pasti si Anton punya pikiran macam macam kan?" Ketus Selina.


"Biarkan saja dia mau berpikir sampai kepala botak atau apalah,yang penting aku sama kamu waww waww begitu!" Sahut Alex cuek sembari menarik tangan Selina agar masuk.


"Kamu mau Waww tapi aku tidak doyan lho?" Goda Selina.


"Hadeuh kalau kamu tidak doyan itu mah gampang,tinggal aku fore play atas bawah ehemm meledak kan jadinya!" Goda Alex lagi.


"Terserah kamu saja,Ayo kerja sana percuma kalau sudah capek capek datang malah bermain golf!" Ejek Selina.


"Haiiss jangan begitu ya Sayang,aku lagi bayangkan kalau dalam kantor itu enaknya gaya apa ya?Mungkin gaya katak melompat atau bebek berenang begitu?" Ujar Alex sambil berpikir keras.


"Astaga aku gila,mana tali mana tali buat gantung nih orang supaya otak nya sedikit sadar jauh jauh dari hal me**m." Ketus Selina kesal.


"Lho kok digantung sih Yang ,nanti yang temani kamu tidur siapa?" Tanya Alex sambil memasang wajah cemberut.


"Ayo kerja sana ,jangan banyak bicara apa tidak capek tuh mulut?" Ketus Selina.

__ADS_1


"Tidaklah malah aku rencana bakal lebih parah lagi sebentar,mungkin bakal kasih keluar suara meraung meraung begitu?" Goda Alex sambil memeluk Selina dari belakang.


"Dasar suami tidak tahu diri,ternyata tadi memaksa ajak aku kesini hanya buat ini?" Tanya Selina sambil tersenyum mengejek.


"Yap kurang lebih seperti itu." Ujar Alex sambil membalik kan tubuh Selina agar menghadap dirinya.


Selina langsung terkejut dengan keadaan Alex kini,kapan pria itu membebaskan tubuhnya dari benang yang melekat.


"Lho kok bisa,kamu itu kaya tuyul tau tidak yang hobinya sembunyi?" Tanya Selina heran.


Namun Alex tak peduli dengan perkataan Istrinya,ia dengan senang hati dan tenang membuka semua pakaian Selina.


"Ini kantor Lho,nanti di rumah saja ya!" Bujuk Selina lagi.


"Kita balik sekarang?" Tanya Alex yang sengaja menanyakan hal itu karena ia yakin Selina pasti tidak punya pilihan.


"Ehh tidak usah lanjutkan saja." Sahut Selina pasrah.


Menang,nah begitulah seorang pria pasti ada saja alasanya kalau mau ajak begituan,mulai dari A loncat ke Z terus balik lagi dari Z ke A sampai capek.


Kita tinggalkan saja urusan ranjang eh salah maksudnya urusan kantor ala Alex Selina itu kita ke Babang Rivan yang lagi galau.


"Tuan anda baik baik saja?" Tanya Vigo penasaran ketika melihat wajah murung Tuannya itu.


"Ya sepertinya kurang bagus." Sahut Vigo takut takut.


"Nah itu tahu,jadi jangan banyak tanya lagi aku pusing memikirkan itu semua!" Kesal Rivan.


"Tapi Tuan hari ini ada meeting dengan Roberto Grup,dan kemungkinan akan bertemu langsung dengan Tuan Alex!" Jelas Vigo serius.


Angin segar plus sepoi sepoi,begitulah gambaran perasaan hati Rivan yang begitu sejuk dan damai.


"Maksud kamu aku bakal rapat dengan Alex begitu?" Tanya Rivan memastikan.


"Iya Tuan betul sekali." Sahut Vigo tak paham.


"Kamu temui dia dikantor aku ada urusan lain lagi!" Sahut Rivan langsung meninggalkan tempat itu karena ia punya misi yang lebih penting.


"Astaga Tuan kenapa main nyelonong begitu saja,kapan aku kawin kalau Tuan sendiri tidak pengertian begini?" Gerutu Vigo dalam hati.


"Permisi Tuan Vigo,saya mau ketemu Tuan Rivan nya ada?" Tanya Bella sekertaris kantor nya Rivan.

__ADS_1


"Pergi sana!" Bentak Vigo kesal.


Bella yang merupakan wanita bar bar tingkat dewa,mana mau dibentak seperti itu.Ia harus pasang badan jika menyangkut harga diri,persetan kalau nanti bakal di pecat.


"Lho bapak kok nyolot?" Tanya Bella tak terima.


"Terus kamu mau apa?" Tanya Vigo tajam.


"Bapak yang mau apa,jangan pikir saya takut ya biar badan kecil begini tapi kalau diajak berantem hayokk marii!" Ketus Bella sambil memasang kuda kuda siap memukul seseorang.


"Kamu mau pukul nyamuk dengan gaya seperti itu?" ledek Vigo sambil tersenyum kecut.


Pria itu yang sedang stres merasa mendapatkan mainan baru,agar hilang semua suntuknya karena kelakuan Rivan.


"Bugh!"


"Rasakan itu songong!" Ejek Bella setelah memberikan sebuah tendangan tepat di tulang kering nya Vigo.


Melihat Vigo yang meringis kesakitan,Bell segera mengambil langkah seribu agar lolos dari serangan balasan Vigo.


"Awww woii Wanita tunggu kamu!" Teriak Vigo sambil meringis kesakitan.


"Maaf Pak nanti saja,sekarang saya masih punya urusan kalau bisa obati memarnya karena sepertinya Bapak kurang gizi soalnya kakinya kurus sekali!" Teriak Bella dari dalam ruangannya.


Vigo mengumpat dalam hati,bagaimana bisa tendangan dari kaki semungil itu sakit sekali mau taruh dimana wajahnya nanti kalau begini terus.


"Kok bisa sih sesakit ini,sialnya aku belum balas lagi!" Gerutu Vigo dalam hati.


Dengan langkah tertatih Vigo berjalan menuju parkiran,saat lewat di depan ruangan Bella ia berhenti sejenak lalu menatap tajam kearah gadis itu.


"Kamu tunggu pembalasan dari ku Wanita!" Ancam Vigo tajam.


"Kalau bisa secepatnya ya Pak,soalnya saya mau pindah." Ejek Bella.


Vigo mengeryitkan keningnya,setahu diri nya tak ada pegawai yang bakal di mutasi dalam waktu dekat ini.


"Pindah?" Gumam Vigo pelan tapi masih bisa didengar oleh Bella.


"Iya Pak pindah ke hatimu,Ea ea ea." Goda Bella membuat Vigo mendengus kesal dan berlalu dari tempat itu.


"Dasar wanita aneh." Batin Vigo.

__ADS_1


"Ahh Pak Vigo kamu unyu deh!" Gumam Bella.


Sementara itu Rivan kini sudah dalam perjalanan menuju kediaman Roberto,ia yakin jika Alex bekerja pasti Selina bakal sendirian dirumah.


__ADS_2