
PON PAPUA,,MERAUKE JADI TUAN RUMAH MAKANYA AUTHOR KADANG LAMA UP NYA🙏🙏
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
...LANJUT ***...
"Tuan Maaf jika saya lancang lagi,tapi bisakah kita sebagai manusia membedakan mana yang harus kita dipertahankan dan mana yang harus di lepas?" Tanya Vigo pelan persetan jika Rivan emosi.
Rivan menghela nafasnya kasar,ia bukan orang bodoh yang tak paham maksud dari Asistennya itu.
Akan tetapi jika menyangkut hati,maka tak bisa di paksakan karena pasti akan terasa sulit sekali.
"Kamu juga tahu kan apa yang sudah ku katakan bahwa hati ini tak bisa di paksaan antara pergi dan bertahan?" Tanya Rivan tajam.
Diam,adalah cara paling aman yang harus di lakukan Vigo kini.Sebagai Asisten dirinya bisa apa,selain dari mengalah?
"Kamu antar aku ke rumah Roberto sekarang!" Perintah Rivan tak ingin di bantah.
..."Tapi Tuan.......
"Stop,kamu hanya pegang kemudi saja bukan saya suruh lagi?" Kesal Rivan membuat Vigo mati kutu.
Kini mobil mewah hitam elegan itu sudah berhenti tepat di hadapan rumah yang megah,terlihat sangat nyaman untuk ditinggali.
Kediaman Roberto
LANJUT
Rivan tak ada niat untuk turun sama sekali,ia hanya menatap ke arah bangunan megah itu.
Vigo di posisi serba salah,ia ingin bertanya tapi takut singa jantan marah dan bisa berkurang satu angka di gajinya.
"Oh Tuhan jangan bilang hanya ingin melihat saja,wah kalau begini mah posisi Satpam rumah bakal tergantikan?" Batin Vigo gusar.
"Tuan,apa kita tidak masuk?" Tanya Vigo memastikan.
"Tidak!" Sahut Rivan cuek.
"Etdah,kalau tahu begini lebih baik aku duduk manis di Apartemen periksa dokumen yang ada!" Gerutu Vigo tentunya dalam hati.
"Jangan menggerutu dalam hati,karena aku akan buat hatimu itu tak berfungsi lagi!" Ancam Rivan sengit.
__ADS_1
Babang Rivan lagi hambak😍😍
"maaf Tuan!"Sahut Vigo sudah tak berani berkomentar lagi jika masih Sayang pada nyawanya.
Rivan masih betah menatap arah kamar yang ia yakin ada Selina disitu,biar pun melihat dalam diam tak apalah.
Tanpa dirinya sadari jika Alex ternyata melihat dari dalam,pria itu hanya bisa mengepalkan tangannya karena menahan emosinya.
"Sayang,Kamu lihatin apa sih serius sekali?" Tanya Selina hendak mendekat kearah Alex tapi dicegah pria itu.
"Berhenti disitu!" Ujar Alex tegas membuat Selina sangat terkejut dan langsung menghentikan langkahnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Selina penasaran.
"Pokoknya jangan kesini,nanti aku yang kesitu!" Tegas Alex tak ingin dibantah.
Selina hanya terdiam dan matanya tertuju kearah pandang Alex,tapi kalau dari arahnya memang tak ada yang terlihat dari Luar.
"Kita pulang!" Ujar Rivan sambil memejamkan matanya tak peduli dengan tatapan aneh dari Vigo.
"Baik Tuan!" Sahut Vigo tanpa ekspresi.
"Antarkan aku kerumah Lina!" Sambung Rivan lagi.
Vigo mengikuti arah kemana Tuannya mengatur,karena mana berani ia membantah jika menyangkut perintah majikan yang lagi galau itu.
"Tuan kita sudah sampai!" Panggil Vigo setelah mereka sudah sampai di depan rumah minimalis yang sudah di perbaiki oleh Rivan.
"Kamu pulang sana,jangan pernah untuk menggangu ku aku bakal pulang sendiri!" Usir Rivan setelah itu langsung masuk kedalam rumah.
Vigo memilih pulang tak ingin bersinggungan dengan yang namanya berkas dari kantor,karena Tuannya saja tidak peduli kenapa dia yang bawahan harus peduli.
"Akhirnya malam ini aku bakal tidur tanpa gangguan,Baiklah Igo matikan ponsel putuskan jaringan telepon dan saat nya tidur!" Gumam Vigo yang benar benar ingin melalui malam ini tanpa beban.
Selina memilih duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu,wanita yang kecantikannya tak pernah luntur itu memandang penuh heran kearah Suaminya.
"Kamu kenapa tadi?" Tanya Selina heran.
"Ah tidak,aku hanya tak ingin kamu digigit nyamuk makanya aku suruh kamu menjauh!" Sahut Alex bohong.
__ADS_1
Selina bukan anak kecil yang mau saja di bohongi,ia tahu arti tatapan cemas milik Alex tadi.
"Kamu pikir aku anak kecil begitu?" Tanya Selina sinis.
Alex mendekati Selina dan memeluk erat tubuh mungil itu,ia mengusap pelan rambut Istrinya dan mengecup kepalanya berkali kali.
"Aku mana pernah membohongi kamu Yang,tadi itu memang benar di dekat jendela banyak nyamuk.Aku mana tega lihat kamu penuh bekas luka,apalagi binatang laknat itu sampai dengan gemas mencium Kamu!" Ujar Alex bohong agar Selina tak curiga.
"Hadeuh cara cemburu kamu itu kenapa sih tidak pada tempatnya ,lagian aku ini tipe wanita setia lho!" Sindir Selina jengah.
"Kamu itu setia tapi tidak untuk yang lain,pasti bakal matanya nakal sana sini." Ujar Alex tak terima.
"Iya tapi kan kalau aku tidak merespon tetap sama saja,lagian siapa juga bakal terpesona kalau sudah ada yang tampan di samping!" Goda Selina sambil memeluk lengan suaminya itu.
"Ahh Sayang,kamu buat Aku meleleh ayo kita main dulu ya!" Ajak Alex yang tangannya sudah nakal kemana mana.
"Hemm boleh,tapi satu ronde saja ya jangan main lama lama terus kalau bisa pake gaya yang biasa dan tidak ada pake gerakan tambahan karena aku capek tulang belakang encok terus..
"Stop Yang,Kamu itu mau diajak Wkwk tapi peraturannya minta ampun lama lama si Joni keburu keok sebelum bertanding!" Ujar Alex frustasi.
"Ih tega sekali sih kamu,masa iya Si Joni harus tidur nanti aku nya gimana?" Kesal Selina.
"Makanya dari itu ada saja yang kamu katakan,aku kan jadi bingung mau ngapain?" Oceh Alex .
"Ayo kita mulai!" Kali ini Selina yang inisiatif lebih dahulu daripada mendengar perdebatan dengan suaminya yang tidak ada akhirnya.
Maka keduanya mulai beraksi dengan berbagai gaya,hilang sudah peraturan yang tadi di katakan saat baru mulai.
Keduanya bahkan tak peduli dengan kehadiran anak mereka yang berada diluar kamar mereka,bukan kah dunia ranjang hanya antara kau dan aku saja?
Di kamar Alina,Rafa sedang berusaha masuk tapi masih saja di kunci dari dalam.
"Sayang,ayolah buka Pintu nya aku mau masuk,aku kangen Sayang!" Teriak Rafa dari luar.
Alina yang sudah selesai mandi dan ingin beristirahat,langsung keluar kamar ingin melihat wajah orang yang sangat cerewet itu.
"Kenapa lagi?" Tanya Alina kesal.
"Aku kangen." Ujar Rafa menampilkan puppy eyes nya.
"Kok bisa?" Tanya Alina heran.
Rafa mengeryitkan keningnya,ia kangen tapi malah pertanyaan apa yang di lontarkan oleh kekasihnya itu.
"Apa tidak ada pertanyaan yang lebih kreatif begitu?" Tanya Rafa kesal.
__ADS_1