AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 280


__ADS_3

Like N KOMENNYA


***LOPE U FULL


LANJUT*** ****


Dinda tak bisa menahan kekesalannya ketika Rivan mengungkit soal statusnya kini, jika diminta Siapa sih yang memilih jadi janda parahnya masih usia muda lagi.


status seseorang bukan pilihan melainkan keharusan, terkadang orang yang sudah bersama puluhan tahun tetap harus berpisah jika memang sudah tak sejalan.


hubungan berlandaskan sesuatu yang tidak boleh dipaksakan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus, jika memang harus berpisah lakukanlah agar tidak ada hati yang tersakiti.


kematian adalah sebuah misteri yang semua manusia tidak bisa membaca ataupun memprediksi, terkadang dalam Harapan Kita selalu ingin agar berumur panjang agar puas melihat dunia dan anak kita besar nanti.


terkadang kita tidak sadar apa yang kita harapkan itu belum tentu sesuai kenyataan maka kalau bisa rendahkan serendah mungkin harapanmu, agar jika nanti gagal engkau bisa melangkah dengan cepat tidak perlu harus menoleh ke atas begitu jauh karena kasihan nanti lama sampainya.


menikah, kekasih atau apapun itu dalam status kehidupan seseorang terkadang tidak Abadi, karena yang abadi itu adalah kasih Tuhan yang begitu besar pada kita.


cintai Tuhanmu lebih dari pada dirimu sendiri daripada ibumu ayahmu kekasihmu suamimu istrimu anakmu, karena cinta Tuhanmu itu kekal Tidak Akan berpindah ataupun meninggalkanmu.


Oke lanjut"""


Dinda sebenarnya tidak ingin marah-marah yang tidak jelas di depan semua orang, hanya saja yang merasa kecewa terhadap perkataan Rivan barusan walaupun sebenarnya lebih banyak benarnya.


" Iya aku tahu aku janda sadar diri malah, hanya saja kamu yang perjaka tua entah mungkin bersolo karir 1000 kali sehari tidak mungkin mengerti apa itu menjalin sebuah hubungan! jadi lebih baik kamu sadar dengan statusmu sebelum nyindir aku, karena aku terpisah karena maut memisahkan Bukan kamu yang tidak punya pasangan karena tidak laku-laku!" Sindir Dinda yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya terhadap Rivan.


" Nah itu betul sekali cempreng aku setuju banget, dia sok katain status orang tidak jelas Padahal statusnya yang lebih parah gantung di udara tidak turun!" Alex menimpali perkataan Dinda tadi membuat Rivan mendengus kesal.


" Oh jadi Kalian berdua mau keroyok aku, silakan saja Aku kan punya Lina tersayang!" sinis Rivan lalu berjalan mendekati Selina sambil memegang tangannya.

__ADS_1


belum tangannya menyentuh tangan Selina, sebuah Pukulan Maut sudah mendarat di bahunya. siapa lagi pelakunya kalau bukan suaminya Selina sendiri, Ya iyalah masa dirinya mau dengan sukarela istrinya dipegang orang lain di depan matanya pula.


" Awas aja kalau tanganmu macam-macam dengan istriku, pergi pegang tembok atau kaktus Berduri sekalian juga tidak masalah yang penting jangan milikku! " ancam Alex sambil menatap tajam ke arah Rivan.


" ya Siapa suruh kalian Mengusik ketenanganku, jadi jangan salahkan jika aku melakukannya itu juga padamu!" Ketus Rivan kesal.


" kalian masih mau berdebat Kenapa datang ke rumah aku, sana pergi di hutan Siapa tahu binatang buas bakalan bantu untuk menambah maraknya suasana!" Sindir Leonard karena tidak suka dengan perdebatan Rivan dan Alex barusan.


" Iya benar sekali Tuan aku setuju, soalnya nih orang dua dari sononya sampai sini selalu saja berdebat. mungkin mereka pikir kita ini anak bayi yang masih kecil yang hobi melihat orang kalau mulutnya komat-kamit, terus tertawa senang sambil tepuk tangan!" Ketus Dinda membuat Vigo ingin tertawa.


" sepertinya Tuan Rivan punya tandingan yang pas buat diajak berdebat, sungguh perkataan Nyonya Dinda menusuk telinga menikam jantung!" tawa Vigo dalam hati Mana berani ketawa langsung bahaya jadinya.


" Iya maaf Tuan jika anda tidak nyaman, nanti lain kali mulut saya akan saya sekolahkan biar kalau mau ajak tuh sombong berdebat bisa lihat-lihat tempat dulu!" sahut Rivan tak enak hati.


Rivan sedikit canggung ketika bertemu dengan Leonard, Raja bisnisnya Eropa yang kerajaan bisnisnya tidak tertandingi oleh siapapun.


tatapannya datar seolah tak memberi ampun Sama sekali, jangan lupakan dengan suara Bariton yang begitu khas.


Selina memberikan kode pada Dinda agar ikut dengannya ke dapur, mendengar kata nasi goreng membuat perut Rivan tak bisa di kompromi maklum jomblo tidak ada yang ngurus.


" kamu bisa goreng kasih aku sedikit tidak? soalnya aku juga kelaparan bukan hanya Tuan Leonard saja , Nanti kalau sudah masak Kamu antar ke kamarku ya!" pinta Rivan setengah berbisik pada Dinda. dasar tidak tahu malu tadi marah sekarang minta tolong.


" kamu minta tolong padaku, apa tidak malu dengan perkataan kamu yang barusan?" tanya Dinda heran.


" malu nya belakangan saja soalnya lapar sekali, nanti kalau sudah kenyang baru malunya kembali lagi!" sahut Rivan cengengesan.


" Idih kamu ini orang yang menyebalkan sekali sudah tidak tahu malu tidak punya malu urat malu tidak ada, Ya sudah nanti aku bikinkan terus kau antar ke kamarmu Bila perlu aku suapkan sekaligus!" sahut Dinda Ketus lalu pergi menyusul Selina ke dapur.


" terima kasih!" ucap Rivan pelan.

__ADS_1


" sami-sami!" Dinda setengah berlari mengucapkan kata Sunda itu.


Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya ternyata memang Rivan jika ada orang lain yang perhatian padanya, pasti sejenak ia akan melupakan sang istri.


Rivan hanya butuh sosok pendamping di sampingnya yang mengerti kemauannya dan semua kebutuhannya, Oleh sebab itu ia selalu mencari perhatian pada Selina wanita yang sudah ia taksir dari dulu.


" kamu itu kayaknya memang orang yang kekurangan kasih sayang seorang wanita, buktinya tuh orang baru saja ditinggalkan suaminya langsung kamu suruh-suruh loh. itu seperti memberikan kesan bahwa kamu adalah suami masa depannya, Wah istrinya belum selesai masa berkabung loh udah main kamu serempet saja!" Sindir Alex Sambil tertawa kecil membuat Rivan emosi.


" diam kamu, nanti aku gangguin istri kamu salah aku gangguin orang lain kamu menimpali maunya kamu tuh apa?" Ketus Rivan kesal.


" suka-suka aku dong mau ngomong apa orang mulutnya aku kenapa situ yang repot, kalau situ mau ngomong ya terserah Tapi ngomongnya sama asisten mu yang teraniaya yang dari tadi duduk kayak patung tidak laku-laku!" Alex mengejek Vigo karena dari tadi Hanya duduk bengong tidak ada keluar kata sama sekali.


" saya mah bisa apa tuan, paling cuma duduk dengar diam dan pulang!" batin Vigo.


" Alex kamu masuk ke ruangan daddy sekarang!" teriak Leonard menggunakan microphone dari dalam kamarnya!


wadidaw


Emejing🤣🤣🤣🤣


semua dalam ruangan itu terkejut dengan suara keras yang tiba-tiba muncul di atas atap, kalau autor bisa gambar ingin autor melukiskan cara terkejut mereka bertiga itu seperti apa.


Apakah mangap?


Apakah membuka matanya lebar?


Apakah berpindah tempat beberapa senti?


🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

__ADS_1


" Astaga itu suara apa barusan? " tanya Rivan terkejut tapi setelah itu ia menoleh kearah Alex dan sadar jika tadi adalah suaranya Leonard.


" kamu diam jangan banyak komentar berisik saja hobinya, dan kamu Awas tuanmu itu biar dia jangan ke dapur mengganggu istriku yang sedang masak! " Alex setelah selesai mengatakan hal itu langsung masuk ke dalam kamar daddy Leonard.


__ADS_2