
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
kini Rivan dan Dinda sudah kembali ke kediamannya Leonard, tatapan menusuk dari Alex yang ditujukan kepada Rivan. kedua pria yang dulu bersahabat dekat itu tampak masih mengibarkan bendera perang, karena perbuatan yang tidak bisa mengalah.
" katanya orang kaya Kok bisa kembali ke sini lagi, terus apartemen kamu yang ada di sini mau diapakan jika pemiliknya datang tapi malah menumpang ke dirumah orang lain? " tanya Alex sinis membuat refund hanya bisa menghela nafasnya mencoba untuk tetap bersabar.
Rivan melakukan hal itu bukan karena takut kepada Alex melainkan tak ingin Selina bertambah kesal padanya, biarlah dibilang dirinya pria egois Bukankah Demi Cinta Memang orang harus egois?
" aku bertanggung jawab pada wanita yang baru beberapa hari menyandang status janda, jadi sebagaimana pun kamu mengusirku itu tidak akan pernah kulakukan! " sahut Rivan santai tapi kali ini Dinda yang menjadi kambing hitam.
" widih keren banget loh menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan yang ada? padahal yang disuruh suaminya untuk menjaga istrinya itu kami Bukannya kamu, Kenapa kok jadi kamu yang merasa terbebani ya? " tanya Alex dengan senyum mengejek.
" kalau kamu menjaga dia terus istri kamu mau dikemanakan? atau Selina kamu kasih ke aku saja, Jika kamu tidak ingin menyakitinya, pasti itu tidak ingin kamu lakukan kan?" tanya Rivan tak kalah dari Alex.
Aura permusuhan tampak di ruangan tersebut membuat Selina yang menjadi bahan rebutan kedua pria itu hanya bisa menghela nafasnya kasar.
" kita ke kamar kamu yuk buat berberes, sekalian aku bantuin karena barang-barang kami sudah aku bereskan dari tadi!" ajak Selina karena sudah tidak melihat pria dewasa itu berdebat tanpa henti.
__ADS_1
Dinda mengerutkan keningnya mendengar ajakan Selina barusan, dirimu heran Memangnya Sejak kapan pekerjaan Alex beres Bukankah rencana awal minggu depan baru mereka kembali.
" lho Memangnya kapan selesai pekerjaannya suami kamu, kemarin waktu aku tanyain kamu bilang minggu depan? aku jadi bingung kok bisa tiba-tiba ya, atau kalian sengaja biar kita bisa pulang lebih cepat? " tanya Dinda penuh selidik.
" Astaga Dinda bisa tidak jangan dulu kepo terlalu banyak, itu kan masih mau betah di sini kalau memang iya ya sudah kita tunda dulu pulangnya ke tanah air? " tanya Selina memastikan karena tak ingin sahabatnya itu berpikiran yang aneh-aneh.
Sebenarnya apa yang di tanyakan Dinda itu ada benarnya karena Selina dan Alex sendiri yang mengatakan bahwa mereka bakalan lama di Milan Italy. akan tetapi kenapa tiba-tiba keputusan itu berubah setelah semalam terjadi perdebatan antara Alex dan Rivan tapi kalau memang Apa yang dilakukan oleh Alex itu untuk mewaspadai keadaan rumah tangga mereka Maka tidak masalah.
" tidak aku bukan berpikiran seperti itu tapi Baguslah kalau kamu mau membantuku biar pekerjaanku lebih cepat beres, Tuan Rivan Jika Anda masih punya pekerjaan di sini maka kami akan meninggalkan anda sendiri dulu disini Sebab aku juga sangat merindukan keponakanku Yang sebentar lagi bakal menikah!" ujar Dinda sambil tersenyum.
Rivan mengerutkan keningnya mendengar perkataan Dinda barusan, apakah dirinya yang menjadi alasan Alex pulang dengan begitu cepat.
padahal setahunya pria itu bakalan lama berada di tempat itu, karena masalah yang mereka hadapi bukan main-main.
" Maksud kamu apa berbicara seperti itu? " tanya Alex penasaran.
" ya Kan aku sudah bilang kalau kalian ingin pulang dari negara ini hanya karena aku berada disini, ya mendingan kalian urungkan niat itu saja. karena urusan Kalian disini tuh lebih penting daripada kehadiranku, tapi nanti Saat pulang aku bakalan membawa Dinda ikut. agar kalian lebih fokus dengan urusan kalian, kasihan Alina jika terlalu lama ditinggalkan!" saat Rivan memaksakan senyuman di wajahnya.
tapi ya namanya Alex apa yang sudah diputuskan, tidak akan pernah berubah apalagi jika yang menyuruhnya itu adalah Rifan pria itu lebih memikirkan Gengsi dibanding perusahaannya sendiri.
" sepertinya akan dikatakan Rivan itu ada benarnya Mas, soalnya urusan di sini kan belum keluar Betul Masa iya harus ditinggal lagi lagi! nanti saat kita kembali, terus di sini ini tidak baik-baik saja sama saja kita harus kembali!" ujar Selina sambil tersenyum.
__ADS_1
" sayang kamu kok malah ikutin sarannya dia, di mana-mana itu kamu harus mengikuti permintaan suami kamu bukannya orang lain!" sungut Alex kesal Membuat Leonard yang baru muncul pun hanya bisa menahan tawanya.
"Kan Daddy sudah bilang, urusan di sini bakalan Daddy yang handle Jadi kalian tidak perlu khawatir lagian yang masalah rumitnya kan sudah kamu selesaikan tinggal bagian ujung-ujungnya saja!" ujar Leonard mencoba untuk membuat putranya itu merasa tenang kembali.
Selina menghela nafasnya lega karena ternyata mertuanya itu tetap bisa diandalkan meski usianya sudah tidak muda lagi, dengan begini dirinya tidak perlu cemas terlalu lama meninggalkan Alina meskipun sedang bersama dengan abangnya.
karena dikhawatirkan Selina itu bukan keselamatan putrinya, melainkan dosa yang akan terjadi jika mereka terlalu lama pergi.
karena jika kedua manusia yang sedang dimabuk cinta, tinggal berdua saja dalam satu atap maka yang menjadi orang ketiganya adalah setan.
" Ya sudah kalau memang itu keputusan dari Daddy, maka hari ini juga kamu bakalan kembali Nanti kalau sudah ada kepastian Kapan abang sama adik menikah barulah Kami kasih kabar agar Daddy bisa datang!" jelas Celina sambil tersenyum.
Rivan menyuruh Vigo untuk mengecek pekerjaan mereka di situ Apa sudah bisa ditinggal atau belum, jika sudah maka mereka akan pulang bersama dengan Selina dan Alex jika tidak maka mereka masih akan Stay di situ.
" tolong cek orang kantor semua pekerjaan yang membutuhkan aku sudah beres atau belum, jika sudah maka kita bakalan pulang sekarang juga!" perintah Rivan kepada asisten nya itu.
Vigo menganggukkan kepalanya lalu meminta izin sejenak untuk meninggalkan tempat itu, sedangkan Dinda dan Selina membereskan semua barang-barang Dinda agar mereka bisa secepatnya kembali ke tanah air.
" Lina aku boleh ngomong sesuatu tidak ke kamu, soalnya aku kepikiran terus lho dari semalam?" tanya Dinda sambil menatap serius ke arah sahabatnya itu.
Selina yang sedang berkemas menghentikan kegiatannya sambil menatap heran kearah Dinda, entah apa yang ingin dibicarakan oleh sahabatnya itu sepertinya terlihat sangat penting.
__ADS_1
" kamu mau ngomong apa, Aku jadi penasaran nih soalnya wajah kamu itu kelihatan serius sekali?" tanya Selina sambil tersenyum.
Dinda ikutan duduk di samping Selina, lalu meraih kedua tangan sahabatnya itu sambil menatap ke ke arahnya.