
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT***
Rivan membulatkan matanya karena tak percaya apa yang di lihatnya, saat Alex berlutut di hadapan Selina dengan memegang tangannya.
Tapi yang ia herankan kenapa Selina seolah enggan tangan nya di pegang Alex,dan sama sekali tak mau menatap pria itu.
" Ada apa ini"? Tanya Rivan penasaran
Namun tak ada yang merespon perkataannya, karena sibuk dengan kegiatan mereka.Ben yang melihat kondisi yang tak kondusif,memilih untuk pergi melihat lihat keadaan sekitar rumah itu.
" Sayang maafkan aku, aku tahu jika kata kataku sudah menyakiti mu.Aku janji tak kan mengulang nya lagi,kumohon berikan ku kesempatan ".Lirih Alex
__ADS_1
Rivan yang masih berdiri mengahadap keduanya,merasa yakin jika keduanya ada masalah serius. Tapi dirinya tak punya hak sama sekali untuk ikut campur,ia memilih untuk pergi dari situ.
" Aku keluar dulu,segeralah selesaikan masalah kalian setelah itu baru panggil aku lagi". ujar Rivan datar karena ia merasa yakin jika Alex sudah melakukan kesalahan.
Setelah keluar dari rumah tersebut,Rivan memilih untuk ke taman berlakang.Ia merasa ragu untuk meninggalkan keduanya,yang terlihat sepertinya akan sulit untuk bersama.
Kembali kepasangan suami istri tersebut,terlihat Alex sedang berlutut di hadapan Selina.Ia bahkan menahan semua rasa sakitnya ,karena semua itu belum cukup untuk menebus rasa bersalahnya.
" Sayang maafkan aku ya,karena selalu saja melakukan sesuatu untuk menyakiti kamu".Lirih Alex sendu.
" Aku sebenarnya tidak akan marah,jika memang selama ini hubungan kita baik baik saja.Tapi apa kamu lupa jika kita baru saja bertemu ,tapi pertengkaran sudah terjadi.Bahkan kamu seperti tak menyadarinya sama sekali, mana perkataan mu yang bilang akan berubah"? Tanya Selina frustasi.
Alex menyadari kebodohan yang telah ia lakukan,menyesal saat sudah terjadi tak kan banyak membantu.
" Wanita semuanya tak ingin akan barang,dia hanya butuh perhatian dan kasih sayang. Aku juga tak ingin kata kata romantis ,tapi yang kuinginkan rasa sedikit pengertian darimu.Tapi sayang itu semua tak kan pernah terjadi,tadi saja kata penghinaan untuk rumah kecilku sudah kau keluarkan".Sambung Selina lagi.
"Apa kamu sadar jika sudah kau sia siakan kesempatan kedua itu?Tadi saat kubawa kau kesini ,itulah kesempatan kedua dariku ,tapi sayang kau malah menghina kediaman ku". Sahut Selina.
" Maafkan aku sekali lagi,dan aku akan terus mengatakan hal itu tak pernah bosan bosan". ujar Alex .
" Dan setiap maaf yang akan kamu katakan,saat itulah kesalahan selalu kamu lakukan berulang kali". Selina menimpali.
" Bisakah kalian ikut pulang dengan ku, aku ingin menikmati sisa hidupku dengan menebus semua kesalahanku kepada kalian". Pinta Alex memelas.
__ADS_1
Selina tak tahu harus berkata apa,dari nada yang diucapkan Alex tadi terdengar nada penyesalan. Mungkinkah dirinya egois ,tak pernah memikirkan keadaan pria di sampingnya itu.
" Baiklah aku akan ikut denganmu,tapi bisakah sebelum itu penuhi permintaan ku"? Tanya Selina memastikan.
" Katakan apapun itu akan ku lakukan,tapi jika meminta cerai itu tak kan pernah terjadi". Sahut Alex.
Selina sudah tak jadi mengungkapkan perkataannya,karena memang hal itulah yang hendak ia bicarakan.
Karena Selina tak kunjung mengatakan permintaannya ,Alex pun yakin jika permintaan Selina adalah perpisahan.Ia pun tak ingin mencari tahu lagi,karena yakin jawabannya pasti sangat menyakitkan.
" Tunggu disini aku keluar mencari Mas Rivan dan anak anak". Ucap Selina namun Alex menarik tangannya.
" Bisakah membantu ku untuk kembali duduk di kursi roda ". Pinta Alex pelan.
" Oh astaga ya ampun maafkan aku kelupaan,kamu juga sih pake berlutut segala seperti anak SD lupa kerja pr". Marah Selina.
Ketika seseorang kalau dimarah pasti akan ikutan kesal ,tapi berbeda dengan Alex malah sangat menikmati kata perkata dari bibir Selina.
" Iya maafkan aku lagian aku kan bisa minta tolong keistriku". Sahut Alex.
" Hemm terserah kamu saja Tuan,sudah tunggu sini saja aku hanya sebentar saja". pamit Selina
Ia pun menoleh kesana kemari mencari orang yang dimaksud ,langkah kakinya terhenti dan matanya memerah menahan tangisnya. Bagaimana tidak ia melihat Alina sedang duduk di pangkuan Rivan,dan terlihat sedang memintal rambut Pria itu.Bahkan Rivan sampai harus menundukan kepalanya ,agar Alina bisa menggapai nya.
__ADS_1
Selina merasa tersentuh dengan perhatian yang diberikan Rivan,yang ada dipikirannya kini adalah semoga Alex bisa lebih sabar lagi untuk mereka.
Selina tak bisa menolak takdirnya,jika memang Alex lah jodohnya untuk hari esok dan selamanya.