
HAIIII READER KU TERSEYENG...
Ayolah terzheyenk.....Kasih dong Vote nya
Karena dukungan kamu semangat untuk ku..
LOPE U FULL..
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
(***Guys,,, author lagi kurang fit jadinya akan sulit untuk up,, tapi di doakan saja supaya bisa segera membaik..)
(Entar kalau nulisnya sedikit melenceng, jangan marah ya maklum otak dengan badan lagi susah di ajak kompromi 🙏🙏🙏🙏🙏***)
*******
Lanjutt***
Devan sebenarnya sudah selesai urusan nya dari tadi ,bahkan saat Rivan baru masuk kedalam ruangannya Selina. Namun ketika ia hendak masuk,pemandangan yang mengiris hati membuatnya mengurungkan niatnya itu.
Ia melihat dengan jelas ,saat Rivan mengecup puncak kepala Selina saat wanita itu tertidur. Dan juga mendengar Selina memanggil pria tersebut dengan Sebutan Mas.
Padahal dirinya juga sangat menginginkan Selina memanggilnya ,dengan Sebutan itu.Kaki nya seakan tak mampu melangkah ,ia merasa bahwa dirinya adalah orang yang tak diinginkan kehadiran nya saat ini.
__ADS_1
Ia pun hanya menatap dari balik pintu ,melalui kaca transparan nya.Ia semakin merasakan dadanya berdenyut nyeri,ketika melihat Rivan naik keatas ranjang Selina dan memeluknya.
Bahkan Selina balas pelukan nya dan membenamkan kepala di dada bidang nya.Selina pun tanpa sungkan dan ragu,membahas semua yang ada di pikirannya kini.
"Ya Tuhan salah kah aku ,jika menginginkan jika pria itu adalah diriku. Salahkah aku jika menginginkan jika aku adalah orang yang hadir lebih dahulu dalam kehidupannya bukan pria itu"? Lirih Devan.
Ia pun semakin menjauhi ruangannya Selina ,ketika mendengar jika Rivan mengatakan bahwa dirinya mencintai Selina Beatrix.
Pupus sudah harapannya ,apalagi ketika Selina membalas pelukan pria itu bahkan terlihat senyuman di wajah pucat nya itu.
Devan tahu bahwa pria tersebut bukan Alex,haruskah dirinya kini berpikir jika Selina bukan wanita baik baik.Tapi ia juga tak mungkin melupakan ,soal penyelidikan anak buahnya tempo hari.
Devan kini duduk merenungkan semua yang terjadi,apakah dirinya harus merelakan Selina. Tapi mengapa hati kecilnya seolah menolak semua itu,ia bahkan berdoa semoga menjadi Jodoh Selina dunia akhirat.
" Kenapa hati ini sakit ,melihat kamu begitu dekat dengannya . Tapi saat bersama ku,seolah menjaga jarak dan tak tersentuh ". Lirih Devan.
Kembali ke Kamar rawat Selina ,
" Mass kalau boleh tahu,kok bisa tahu aku ada disini "? Tanya Selina penasaran
Rivan hanya tersenyum ,mendengar pertanyaan Selina. Ia berpikir apakah wanita yang ada di hadapannya ini lupa atau memang tak tahu sebenarnya siapa dirinya.
" Kamu mau tau banget,atau mau tau ajahh". Goda Rivan
Selina mengerutkan keningnya ,pasalnya ia sangat merasa geli dengan tingkah Rivan yang sok imut begitu.
__ADS_1
" Ihh Mas biasa saja kali,nggak perlu segitunya aku mau muntah lihatnya ". Sindir Selina
" Hoho bilang saja kamu suka ,sudahlah nggak perlu malu akui itu.Lagian aku suka kok dengar nya,rasanya tuh macam nano nano begitu". Ujar Rivan
" Sudah ah nggak perlu ngebahas lagi,dan juga jangan mengalihkan pembicaraan. Ayo cepetan jawab soal pertanyaan ku tadi,ingat yang jujur ya"! pinta Selina sambil menatap tajam kearah Rivan.
visualnya Babang Rivan Orlando
Visual nya Babang Devan
Visual nya Babang Alex Roberto..
( Gimana guys Selina nya cocok sama siapa coba?)
Sedangkan yang di tatap malah tersenyum ,membuat yang melihat nya pasti akan kepincut.
Author yakin guys,,saat pembagian wajah oleh Tuhan pasti Babang Rivan dapat nya pas Tuhan lagi senang..
"kamu kaya nggak kenal saja siapa aku,masa sampe tanya seperti itu. Memang nya kamu pikir saat kamu pergi ,aku bakalan senang senang begitu. Asal kamu tahu ya saat itu,aku sepertinya sedang bersaing dengan pasien rumah sakit jiwa tau nggak.Stress,minum nggak jelas ,nih lihat muka ku sudah di penuhi bulu halus karena sudah tak bersemangat merawat diri".Ucap Rivan Serius.
__ADS_1
Selina pun merasa bersalah dalam hati ,apakah pria ini begitu cinta kepadanya sampe seperti orang stress.