AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 246


__ADS_3

Baiklah langsung lanjut katanya nggak boleh sapa menyapa


LANJUT ***


Selina memilih tak peduli pada suaminya, ia segera keluar kamar untuk menyusul putrinya yang baru datang itu.


akan tetapi ia mengerutkan keningnya pasalnya wajah Alina terlihat sangat sumringah, seperti orang baru habis memenangkan lotre besar-besaran.


" kamu Kenapa Nak, baru datang senyum-senyum sendiri dibilang orang gila baru marah, " ujar Selena penasaran.


tadi yang sedang berjalan dengan santainya langsung menghentikan langkahnya, ia menatap kearah Bundanya itu dengan tatapan penuh heran.


" loh Bunda kok disitu, terus kasih pertanyaannya aneh lagi? "tanya Alina heran.


Selina bersedekap dada putrinya itu memang lebih dari terlalu, bukannya menjawab pertanyaan orang tua malah balik bertanya membuat jiwa emosi emak-emak muncul diatas permukaan.


"kamu itu memang keterlaluan ya bukannya jawab yang bagus atau apalah itu Eh malah kasih pertanyaan yang tidak seperti tadi ! "Ketus Selina kesal.


Alina hanya bisa nyengir kuda soalnya Bundanya itu terlihat lagi sensi hari ini, itu artinya ya tak boleh salah bicara jika tak ingin kena amukan dari wanita yang telah melahirkannya itu.


" hehehe Bunda maaf, tadi itu hanya tes mic saja Eh tahu-tahunya kedengaran juga sama Bunda. jangan marah ya bundaku yang paling cantik, aku janji deh nggak bakalan ulang lagi hal yang kayak tadi! "pinta Alina malas.


Selina memasang wajah cemberut nya, putrinya itu memang selalu mencari perkara padanya padahal Iya harusnya lebih dihormati begitu.


" Kamu dari mana saja, soalnya tadi Abang nyariin kamu tuh malah pertanyaan yang nggak jelas banget lagi bunda kan jadi bingung mau jawab apa? " tanya Selina penasaran.


Alina tersenyum karena dirinya tahu kenapa sampai Rafa menelpon bundanya, ada rasa puas tersendiri dalam pikirannya karena Akhirnya bisa mengerjai pria.


" ya aku dari kampus lah Bun, Memangnya dari mana demo begitu? " sahut Alina santai.


"Lho kok bisa kamu dari kampus tapi malah dicariin sama Rafa, kan jadi aneh tuh anak yang pelupa atau memang karena sudah tua? " gumam Selina heran.


Rafa yang baru datang dalam keadaan setengah berlari menahan emosi ditambah emosi lagi dengan perkataan Selina tadi, masa dirinya masih muda begitu dikatakan sudah tua?


" Bunda kok tega sih ngomong gitu aku masih muda loh masa dibilang sudah tua? " Ketus Rafa kesal.


Selina dan Alina yang tadi sedang mengobrol menoleh ke arah sumber suara, terlihat wajah Rafa yang cemberut dan nafasnya yang ngos-ngosan.


" Kamu kenapa Bang, kok datang datang langsung marah kayak begitu hari ini kalian aneh tidak ayah tidak anak sama saja? " tanya Selina heran.


Tatapan berapa tidak fokus ke arah bundanya, melainkan menatap tajam ke arah calon istrinya itu.


Alina tahu arti dari tatapan Rafa itu, akan tetapi dirinya cuek bebek tak peduli membuat Rafa bertambah kesal karena sikap Alina yang malas tahu itu.


"Aku kan lagi marah bukannya disayang atau di apa-apa gitu, Eh ini malah dianggurin kalau begini Percuma saja aku emosi akhir-akhirnya tak dianggap juga? "batin Rafa kesal.


" Bunda lanjutkan obrolannya sama Abang ya , soalnya aku mau mandi udah Gerah banget nih. soalnya tadi ada yang buat aku marah, jadinya keringat pun keluar di mana-mana! " Sindir Alina yang ditujukan kepada kekasihnya itu.


Rafa hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, soalnya ia tahu siapa yang dimaksudkan Alina tadi.


" Oh iya nak silakan saja, Soalnya Bunda juga mau pergi melihat ayah kamu kasihan tuh aki-aki kalau dianggurin lama-lama bisa dibongkar atap rumah ini! "sahut Selina sambil berjalan menuju kamarnya kembali.


Sepeninggal Selina, Rafa bukannya menuju ke kamarnya malah menggunakan kesempatan itu menuju ke kamar kekasihnya. pria itu ingin meluruskan segala kesalahpahaman yang terjadi hari ini , karena hal itu membuat dirinya seperti orang gila.


tok tok tok


Rafa mengetuk pintu kamar Alina yang terkunci dari dalam, Namun sayang sama sekali tak ada respon. ingin didobrak akan tetapi membayangkan respon Alex saja pria itu sudah bergidik ngeri, apalagi kalau benar-benar terjadi bisa panjang urusannya atau mungkin gagal ke KUA salah satunya.

__ADS_1


"Sayang sayang buka dong pintunya Aku mau masuk nih, kaki aku pegel banget pengen di elus-elus sama kamu! "pintar Rafa dari depan pintu.


Namun Lagi dan Lagi, tak ada respon dari dalam sebenarnya Kalau pria itu pikirannya masih jernih pasti tahu dong Alina sekarang ada di mana?


Akan tetapi biasa lah kalau soal cinta yang bodoh jadi tambah bodoh yang pintar malah ikutan Bodoh, Jadi kalau sudah begitu mereka akan menganggap kalau dunia itu hanya milik berdua orang lain mah cuma numpang buang angin doang.


Raffa mengusap rambutnya frustasi, bagaimana tidak hari ini dirinya bertengkar dan berdebat dengan Alina karena sesuatu yang tidak jelas.


"Ya Tuhan Apa yang harus kulakukan kalau model begini, bongkar jendela nanti malam di tidurnya gimana hancurin pintu wah kepala keluarga ini mah lebih ngeri daripada singa? " gumam Rafa pelan.


Akhirnya dengan langkah lesu Rafa memilih kembali ke dalam kamarnya, memang benar kata orang kalau galau langkah kaki pun terasa seperti memikul beban 10 ton.


Aku galau


Aku galau


karena author


ambil doi dariku


Padahal aku lagi ingin ketemu


autor kau tega Aku benci kamu


Awas aja kalau ketemu bakal ku


Sleding dirimu sampai kau terdampar di pelukan Oppa tampan


"Begitulah kurang lebih gambaran hati Rafa kini, ingat ya author itu hanya mewakili saja kasihan loh orang galau kalau di diemin stok rumah sakit jiwa kita sedikit saja kan?


Alina mendengar panggilan kekasihnya itu, akan tetapi sekali-sekali sekali cuek kan tidak masalah kalau tiap kali Nah itu baru masalah .


autor pakai Google Voice, jadi ada kata-kata yang salah maaf kan ya ya! soalnya jari jari autor sudah pada keriting nih, Nanti kalau sudah sedikit rileks baru kembali lagi ke mode manual! )


"Kapok kamu sekali-sekali aku kerjain, Siapa suruh tadi ngegas ya udah aku bantu kasih remnya blong aja kan begitu aja kok repot? " ujar Alina santai sambil membaca salah satu novel online miliknya yaitu karya dari author Mima ah🤭🤭🤭🤭..


Sekali-sekali Boleh dong promo di novel sendiri, soalnya kalau promo di novelnya orang takutnya di Sleding sama yang punya.


Di kamar Alex dan Selina sedang berdebat, sebab pria paruh baya itu kesal terhadap istrinya yang tidak mengerti sama sekali dengan perasaan hatinya.


" Aku kan hanya minta kamu buat jaga jarak sama Rivan, soalnya dia kan secara terang-terangan sudah mengatakan ingin mengambil kamu dari aku Apa susahnya sih?"Pinta Alex dengan suara sedikit meninggi.


Selina mengerutkan keningnya karena bingung kenapa Alex memarahi dirinya, Memangnya selama ini apa yang telah ia lakukan dengan Rivan hingga suaminya berprasangka seperti itu.


" kamu itu mencurigai aku atau dia, bisa-bisanya kamu berkata seperti itu padaku padahal selama ini kamu kan tahu aku ngapain saja dan di mana saja? " tanya Selina heran.


Alex juga bingung kenapa dirinya harus sekeras itu pada istrinya, padahal Selina secara terang-terangan pernah menolak Rivan.


Masih terang dalam ingatannya nya ketika masih di Netherland, Selina menolak Rivan dan memilih dirinya.


"Sayang maafkan aku ya , soalnya aku bingung harus bagaimana? Aku mau percaya sama kamu, tapi tidak dengan si bocah tengik itu yang selalu saja cari perkara!" Lirih Alex sambil memegang tangan istrinya itu.


Selina bingung harus merespon apa, karena setiap kali berbuat salah Alex akan meminta maaf namun akan mengulanginya kembali jika sudah tersulut emosi.Padahal yang ia inginkan dalam hubungan mereka hanya satu ya itu saling percaya, tidak ada keraguan dalam menjalani semua itu.


Namun apa yang ia inginkan tak pernah ia dapatkan sama sekali, rasa bahagia ya jelas karena ia menjalani pernikahannya itu dengan tulus tanpa ada unsur paksaan.


Mamun terkadang rasa sakit, kecewa bahkan hampir Putus asa selalu datang jika sikap suaminya seperti itu.

__ADS_1


Pernahkah Ia berpikir soal kesetiaan yang dimiliki oleh istrinya itu, yang tak pernah berpaling kepada yang lain selama 10 tahun menetap di negeri orang.


Padahal di luar negeri sana banyak loh pria tampan, mapan dan tentunya pengertian dengan statusnya sebagai seorang single Mom.


Hanya saja dirinya menghargai apa itu nilai-nilai pernikahan, yang tidak ingin Ia nodai biarpun berjuang sendirian menafkahi buah hatinya.


"Bisa tidak mengerti sedikit saja, kita bukan anak kecil lagi ataupun ABG yang baru mengenal Apa itu cinta? Anak-anak sudah besar Apa kata mereka kalau lihat kita selalu berdebat yang tidak jelas, Apa kamu mau kelak mereka mengikuti contoh kita ini, tidak kan?" tanya Selina Sendu.


Alex terdiam istrinya tak pernah salah dalam mengatakan sesuatu, dirinya lah yang lebih mementingkan ego dibandingkan perasaan orang lain termasuk istrinya sendiri.


Harusnya sebagai pria dan suami jadinya lebih peka, tidak meminta sesuatu yang kesannya terlalu berlebihan.


Dirinya dahulu menikahi Selina karena unsur paksaan, tidak juga melupakan statusnya Yang seorang duda Cerai 3 kali loh.


" Maafkan aku sayang maaf, jika belum bisa melakukan apa yang kamu mau. ini Semua kulakukan karena, semata-mata tak ingin kehilangan kamu. Maafkan Aku pria yang tak sempurna ini, jika melakukan sesuatu selalu tak pernah berpikir dengan jernih! " sambung Alex lagi.


Selina menghela nafasnya kasar, sebagai seorang istri dituntut untuk meluruskan Jalan suaminya ketika Kehilangan Arah,namun haruskah dirinya saja yang melakukan itu semua, bisa tidak giliran suaminya melakukan itu walau sekali saja!


" Apa gunanya maaf dariku jika nantinya terulang kembali, lain kali berpikirlah dua kali sebelum mengatakan hal-hal yang tidak tidak! biarpun sebagai istri batas kesabarannya ada karena ia hanya seorang manusia biasa, ia tak bisa melakukan sesuatu walaupun di tuntut terus-menerus! "sahut Selina datar.


Alex hanya terdiam tak berani menyela perkataan istrinya, karena itu semua benar apa adanya sesuai kenyataan bukan hanya bualan belaka.


" Makasih ya sayang, selalu mengerti dan aku yang tak pernah mengerti.Namun saat ini ingin aku katakan dan kamu tahu, Aku melakukan ini semua semata hanya karena tak mau kehilangan kalian!" ujar Alex Sendu.


"Iya aku tahu apa sih yang tidak ku tahu dari kamu, tapi bisakah jangan pasang wajah menjengkelkan itu Ingin ku tampol pakai sendal jepit biar sekaligus menyong terus! "ejek Selina setengah tertawa.


"Yang ini masih sore loh, "Alex Berkata sambil mengedipkan matanya.


"Terus kalau masih sore Kenapa?" tanya Celina balik.


"yaitu artinya kita bisa main kuda-kudaan dong, soalnya adik kecil lagi tersiksa di sarangnya! " ujar Alex sambil menunjuk ke arah bawah pusarnya.


Selina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, ada saja pemikiran suaminya itu alasannya paling bisa, bisa bikin emosi.


" Ya sudah terserah kamu saja aku sih Oke, tapi yakin pinggangnya situ oke masih nanti encok aku nggak tanggung jawab loh? " sahut Selina sambil melepaskan apa yang melengket di tubuhnya sekarang.


Oh my God, sungguh pemandangan yang membuat mata tambah jernih vitamin A kalah telat.


" wow it's So Perfect honey, I like that you are so beautiful! " Puji Alex antusias membuat wajah istrinya merona karena malu.


" kamu apaan sih malu-maluin saja deh, nanti aku cancel kalau kamu ngomong kayak gitu lagi! "ancam Selina Ketus.


" eh Mana ada begitu oh, aku sudah kayak gini kamu malah batalin aja mau jadi apa my Junior?"Tanya Rafa heran.


" ya jadi sosis bakar lah, masak jadi jagung rebus?Buat kita makan pakai sambel terasi Mamamia pu enak apa, Terus setelah itu cincang cincang halus dia aduh Mama sayange enak! "sahut Selina yang sudah tidak bisa menahan tawanya melihat wajah cengok milik Alex itu.


" kamu kok tega sih ngomong kayak gitu dosa loh , kamu mau dicatat sebagai Dosa sama suami? "tanya Alex sambil menaik turunkan alisnya.


Selina mendengus Kesal ia tadi Bicara apa terus sekarang jatuhnya ke arah mana, ini mah namanya jauh panggang dari api beda jalur beda server beda pemikiran bisa nyaho otak kalau paksa terus.


" Kamu itu aneh mau bilang tapi memang aneh sih, aku tadi itu bahas nya apa kok bisa bisanya kamu lari ke arah situ? lain kali kalo ngomong dipikir dulu, sayang tuh Umur sudah tua ngomongnya nggak jelas mau jadi apa? "Sindir Selina sambil menatap tajam kearah suaminya itu.


"Sayang bisa tidak jangan terlalu esmosi an, kita tadi mau ngapain coba? lama-lama dia beneran nggak bangun loh, soalnya si pawangnya terlalu cuek bebek! Ayolah sayang boleh ya, udah tanggung nih diujung tanduk tidak bisa diajak kompromi lagi! " pinta Alex langsung mengukung tubuh istrinya di bawahnya..


Selina hanya bisa pasrah tak bisa menolak saya juga menikmatinya, dirinya membiarkan saja Alex melakukan apa yang ia mau.


Alex bertambah semangat melakukan hal itu memegang ini membelai itu, menaiki ini dan menuruni itu pokoknya gaspol tidak pakai rem soalnya lama.

__ADS_1


untung juga kamar mereka kedap suara, kalau tidak sudah dipastikan suara-suara aneh itu akan muncul di sudut rumah itu.


__ADS_2