
MAKASIH KAKA SAYANG YANG SUDAH KASIH BUNGANYA 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Leonard tampak terkejut ketika mendengar penjelasan dokter Alfa,dalam hatinya tak pernah terpikirkan jika menantunya mau melakukan itu semua.
Karena selama ini bukan rahasia umum lagi bagaimana hubungan Selina dan Alex yang jauh dari kata harmonis.Tapi memang kebaikan hati menantunya itu tak diragukan lagi,buktinya dengan suka rela menolong suaminya itu.
"Jadi Tuan saya mohon untuk tidak memberi tahu Tuan Alex sebelum nyonya sendiri yang mengatakannya," pinta Alfa.
"Hem baiklah jika memang itu kemauannya,aku tak bisa menolaknya hanya kumohon lakukan perawatan terbaik untuknya agar luka operasi tak kenapa napa." Sahut Leonard.
"Akan kami usahakan tuan," janji Alfa yang tak ingin membuat bosnya itu kecewa.
Ben yang mendengarkan itu semua merasa bahagia ,karena akhirnya tuannya itu bisa kembali normal lagi.
"Ah tuan anda sangat beruntung karena tidak lama lagi akan ada yang namanya kenikmatan surga dunia," gumam Ben senang.
"Dasar asisten nggak ada akhlak bukannya mendoakan tuannya segera sembuh eh malah mengingat soal malam kedua".
Setelah mendengar penjelasan dokter Alfa ketiganya lalu keluar untuk menghampiri Alina dan Rafa.Terlihat kedua anak tersebut sedang termenung mungkin memikirkan kedua orang tua mereka uang yang tak tahu menghilang dimana.
"Abang sama Adek kok sunyi sih?" Tanya Leonard yang mencoba mencairkan suasana.
"Adek mau ketemu Ayah sama Bunda,kakek," pinta Alina sambil menatap Leonard dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
"Adek kenapa sih kan Abang sudah bilang kalau nanti dokter bakal antar kita keruangan mereka," ujar Rafa menatap jengah kearah adiknya itu.
"Adek bosan sama Abang masa dari tadi sms terus sama siAmor itu." Kesal Alina sambil menatap kesal kearah Abangnya itu.
Leonard dan Ben hanya menahan ketawanya ketika melihat wajah Rafa yang memerah karena malu.Bagaimana tidak Alina membongkar kartunya didepan orang lain,padahal memang kenyataannya sangat benar.
"Ayo kita ikut Dokter Alfa keorang tua kalian," ajak Leonard.
Mereka kini mengikuti langkah laki Alfa sambil memasang wajah serius,tak ada satu katapun yang keluar karena mereka sangat penasaran.
Mereka kini berada diruangan Vip yang terletak dilantai ruangan itu,ketika masuk kedalam mereka melihat Alex dan Selina sedang terbaring.
Selina yang kesadarannya sudah pulih,langsung tersenyum kepada mereka semuanya.Hanya saja dirinya belum bisa bergerak bebas karena bekas operasi yang masih basah,jadi tidak bisa bergerak bebas.
Setelah melihat mereka yang datang dirinya menatap kearah suaminya yang masih saja betah dengan tidurnya,ingin Selina memeluknya dan mengajak berdebat tapi sayang belum bisa dilakukan.
"Bunda kok bisa tidur diatas seperti Ayah juga?" Tanya Alina heran.
"Kalau begitu adek juga mau naik ah tidur bareng Bunda," ujar Alina yang hendak menghampiri Selina tapi terhenti.
"Jangan ," teriak Leonard dan Ben bersamaan.
Keduanya tampak panik ketika mendengar perkataan Alina tadi,mereka tahu betul jika sampai Alina sampai tidur bersama Selina bisa dipastikan Bundanya itu dalam masalah.
"Ih Kakek sama Uncle itu kenapa sih?" kesal Alina.
"Pokoknya nggak boleh dekat dulu sama Bunda kalau nggak mau Bunda kamu sakit," ujar Leonard tegas.
Sebenarnya pria paruh baya tersebut tak ingin megeluarkan nada seperti itu,hanya saja dalam keadaan terpaksa mau tak mau ia harus melakukan itu.
Selina menatap heran kearah Mertuanya itu,dalam hati ia menerka jangan sampai ia sudah tahu soal dirinya yang telah mendonorkan ginjalnya.
__ADS_1
Alina yang mendengar Kakeknya membentak dirinya ,ia pun memilih memeluk abangnya karena takut.Leonard yang melihat hal itu merasa bersalah ,didekati cucunya itu lalu mengusap pelan rambutnya.
"Maafkan Kakek ya karena tadi marah keadek," ujar Leonard tulus.
Mendengar nada bersalah kakeknya,Alina pun membalas dengan menganggukan kepalanya.setelah itu pria tersebut mendekati menantunya ,ia sangat cemas memikirkan keadaannya.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang nak?" Tanya Leonard cemas.
"Aku baik Dad,tapi hanya lagi mencemaskan Alex kenapa dari tadi belum bangun," lirih Selina sambil menatap sendu kearah suaminya.
"Kata Alfa tadi Alex belum sadar karena mungkin tubuhnya masih menyesuaikan dengan anggota tubuh barunya." Sahut Leonard.
"Syukurlah kalau begitu semoga dia segera bangun," sambung Selina.
"Terima kasih ya Nak," ujar Leonard sambil tersenyum menatap kearah menantunya.
"Lho memangnya aku kenapa Dad,sampai mengucapkan terim kasih ?" Tanya Selina heran.
"Terima kasih karena sudah mau memberikan kesempatan Alex untuk tetap bersatu dengan kalian.Dan terima kasih juga karena mau menjadi istri dari anak Daddy yang keras kepala ini dan yang suka membantah." Leonard berkata sambil menitikkan air matanya dengan senyum terpaksa diwajahnya.
"Aku hanya ingin berbakti dan berguna bagi anak dan suamiku hanya itu saja." Sahut Selina.
(***udah dulu ya kk
Soalnya lagi nulis diplatform sebelah..
kalau ada waktu besok pagi aku lanjutkan..
penasarankan saat Alex besok sadar reaksinya bakal seperti apa???
stay tuned***
__ADS_1