AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 180


__ADS_3

HAIII GUYS APK LAGI ERROR JADI YANG UP KEMARIN BELUM BERHASIL JUGA..


TENANG SAJA AUTHOR TETAP NULIS KOK


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Keesokan paginya terlihat Rafa sudah bangun dari tidur nya,dengan wajah yang bersemangat dan selalu tersenyum ia keluar dari kamar alina.


Karena jika ia terlambat sedikit bisa terjadi yang dinamakan gempa bumi dan perang dunia ke 6.Sudah tahu kan hebohnya Alex dan Selina,suami istri yang mulut rempongnya selalu kompak.


Rafa ketika sudah sampai dikamarnya langsung kekamar mandi,dari kemarin dirinya belum membersihkan dirinya sama sekali.Untung juga Babang tampan nya harum,makanya hidung Alina tak bermasalah sama sekali.


Selina kini sedang menuju kamar Alina untuk membangunkan putri tidur itu,karena ia tahu Alina tak kan bisa bangun jika tak ada yang membangunkan nya.


Sesampainya didalam kamar gadis itu,ia langsung tersenyum karena Alika masih setia dengan selimutnya.


Selina langsung menurunkan Selimut yang menutupi tubuh Alina,dirinya langsung geleng kepala ketika melihat Alina tidur dengan tak memakai baju.


"Hah,nih anak kepanasan atau apa sih masa tidur tidak pake baju,padahal Ac ada jalan kok?" gumam Selina heran.


"Heii Dek bangun dong! apa tidur kok nggak pake baju untung juga bukan Abang atau Ayah kamu yang bangun." Kesal Selina.


Alina yang sedang mengantuk terpaksa harus bangun karena mendengar omelan dari Bundanya itu. Saat terbangun ia langsung terkejut ketika sadar tak memakai baju,dengan segera ditarik nya selimut agar menutupi dirinya.


"Ayo sana mandi! sejak kapan sih kamu tidur tidak pake baju kalau Abang yang masuk gimana," gerutu Selina.


Justru ini kerjaan Abang kali...


"Ihh Bunda sana ah,aku malu tau tidak," ujar Alina sambil membenamkan kepalanya dibalik bantal.


"Iya Bunda keluar tapi kamu mandi ya supaya keluar sarapan,Bunda mau panggilkan Abang dulu," pamit Selina sambil tersenyum.


"Aduh Abang ini malu maluin saja deh,untung Bunda tidak lihat bekas merah yang ada. Terus ini dadaku semalam dia ngapain sih sampai sakit banget." Gerutu Alina karena merasakan nyeri pada area dadanya itu.


Dengan segala kekesalan ia ucapkan Alina masuk kedalam kamar mandi,ia kesal dan malu.Kesal karena kelakuan mesum Rafa,dan malu karena pay***ra nya kelihatan oleh Bundanya.


"Ahh aku semalam tidur atau mati sih,masa diapa apain sama Abang tidak dengar sama sekali," gumam Alina sambil memperhatikan seluruh tubuhnya yang sudah terlihat seperti darkula baru habis menganiaya dirinya.


Setelah membersihkan seluruh tubuhnya yang dari kemarin tak mandi sama sekali,kini wanita cantik itu tampak sudah segar dan sangat cantik.



Alina yang sudah tampak cantik langsung keluar dari kamar,ia ingin makan karena perutnya dari semalam tidak diisi sama sekali.


Karena hari ini ia akan pergi kampus,tak peduli dengan kejadian kemarin karena pasti Ayah dan Abangnya sudah membereskan nya.


"Pagi semuanya," Sapa Alina.


"Pagi sayang,ayo duduk disamping Abang kamu!" pinta Selina.


ini mah namanya pucuk dicinta ulam pun tiba.


Jika Selina dan Alex biasa saja dengan pakaian yang dikenakan Alina,berbeda dengan Rafa yang kesal sebab bagian perut Alina sedikit terekspos jika ia mengangkat tangannya.


"Apa apaan ini,dia mau pamer ke pria lain atau gimana.Awas saja bakal kusuruh ganti terserah Ayah sama Bunda mau ngomong apa,karena bagiku ini yang paling penting," gumam Rafa dalam hati.


"Kamu nggak Papa kan nak?" Tanya Alex memastikan.


"Iya Yah,aku baik kok malah sangat baik." Sahut Alina santai ia bahkan tak peduli dengan adanya Rafa disamping nya.


"Kamu istirahat dirumah dulu ya hari ini!" pinta Selina.


"Hemm kayanya aku kekampus saja deh,soalnya mau dekat ujian sayang kalau ada yang terlewat," tolak Alina.


"Hati hati ya Nak,kalau ada yang tidak beres tolong hubungi kami ya," ujar Alex.


"Sipp,tenang saja aku bakal jaga diri kok." Sahut Alina sambil menunjukan jempolnya.


"Hah,jaga diri dari mana orang kemarin saja tidak bisa ngapain malah dengan gampang dibawah orang," sindir Rafa yang dari tadi diam saja.


"Ishh siapa bilang?Orang aku hanya lagi kaget saja kok jadi tidak sempat melawan!" kilah Alina.


"Yakin belum sempat melawan?" Tanya Rafa sambil menatap kearah Alina.


"Abang ihhh tega sekali menjatuhkan harga diriku," Kesal Alina.


Rafa langsung menggenggam tangan Alina yang berada dibawah meja,membuat Alina melotot kearahnya tapi pria itu tetap tak peduli. Ia menganggap seolah tak terjadi apa apa,malah melanjutkan makan tanpa terbebani sedikitpun.


Sedangkan Selina dan Alex merasa bahagia karena kedua anak mereka terlihat akur,dan sangat saling menyayangi.

__ADS_1


"Dek,Kamu kenal sama keluarga Hadiwinata?" Tanya Alex memastikan.


"Iya,kenal memangnya kenapa Yah?" Tanya Alina heran.


"Katanya mereka punya kerabat ingin anaknya mengenal dekat dengan kamu," jelas Alex.


Akhirnya saat itu tiba juga...


"Maksudnya?" Tanya Alina heran.


"Ya maksudnya kamu mungkin bisa lah berteman dulu dengan putra mereka kalau cocok kita lanjutin kalau tidak ya jangan." Sahut Alex.


"Ayah mau jodohin aku gitu?" Tanya Alina memastikan.


"Tidak juga sih itu semua tergantung kamu," ujar Alex .


"Kalau aku nggak mau,apa Ayah marah?" Tanya Alina lagi.


"Apa alasannya? Ayah mau mendengarkan nya dan jawab dengan jujur!" pinta Alex.


"Yah,kamu kenapa sih ngomong nya jadi ngelantur seperti itu?" Kesal Selina yang napsu makan nya hilang seketika.


"Aku selesai,permisi." Ujar Rafa datar dan dingin pria itu bahkan tanpa ekspresi.


Alina merasa bersalah,tapi bisakah Rafa membantunya bukan malah meninggalkan dirinya menghadapi semuanya. Ia hanya menatap sendu kearah punggung Rafa yang sudah menghilang dibalik dinding,ia tahu bagaimana perasaan pria itu.


"Abang aku nggak mungkin menduakan kamu," lirih Alina dalam hati.


"Aku juga sudah selesai,aku kekamar lebih dulu ya," pamit Alina lalu menuju kedalam kamar nya.


"Ayah itu ngomong apa sih,biarkan dia memilih sendiri jodoh untuk masa depannya. Ingat ya jangan coba coba memaksakan kehendak kamu untuk hal yang menyangkut masa depan Alina!" Tegas Selina lalu masuk kedalam kamar.


Alex hanya mengacak rambutnya frustasi ia bingung semuanya terkesan memarahinya.Padahal ia hanya menyampaikan saja tak ada niat untuk memaksakan kehendak,kenapa pada emosi.


"Ahhh aku hanya bilang bukan minta keharusan." Kesal Alex lalu menyusul Selina kedalam kamarnya.


Tanpa mereka sadari dari tadi ternyata Rafa tidak masuk kedalam kamar,ia sedang melihat semuanya dari balik dinding.


Setelah dirasa semua telah masuk,Rafa langsung menuju kamar Alina.Ia ingin memastikan suasana hati wanitanya itu,dan agar kedepan keduanya bisa memperjuangkan semuanya.


Ceklek


Kebetulan kamar Alina tak dikunci hingga memudahkan Rafa untuk masuk,ia melihat Alina sedang duduk di atas Ranjang.


Grep


Rafa langsung memeluk erat tubuh Alina,membuat Alina kesusahan bernapas. Ia bahkan tak melepaskan Alika sama sekali,ketika wanita cantik itu sedikit mendorong tubuhnya.


"Biarkan begini dulu,aku masih ingin memelukmu dan merasakan hangatnya tubuhmu," lirih Rafa.


"Tapi Bang ,kalau ada yang lihat bagaimana bisa repot lho urusan nya," bujuk Alina.


"Terserah mereka mau bicara apa,yang penting aku tetap sama kamu dan tak kan melepaskan kamu selama nya. Aku tulus mencintai kamu dan tak ingin melepaskan kamu untuk orang lain,apakah kamu mau menjadi Wanita yang berharga untuk ku?" Tanya Rafa pelan sambil menatap penuh harap kearah Alina.


"Apa kamu merasakan perasaan yang sama denganku?" Tanya Rafa lagi memastikan.


"Aku bingung Kak,dengan perasaan apa yang aku rasakan antara nyaman dan cinta.Hanya satu yang pasti aku tak ingin jauh dari Abang,dan tak ingin berhubungan dengan orang lain." Sahut Alina malu malu.


"Ini yang ingin kudengar selama ini,terima kasih karena mau menerima ku.Aku janji akan memperjuangan kamu sampai kapanpun,jadi tolong kamu selalu mendukungku dan berada dibelakangku," pinta Rafa.


"Aku bakal selalu berada didekat kamu Bang,tapi tolong jangan bicara dulu ke Ayah sama Bunda dulu ya.Karena aku tak ingin mereka kaget,atau memisahkan kita nantinya," pinta Alina.


"Hemm,tapi kalau Ayah memaksa terus seperti tadi ya terpaksa aku harus mengatakannya." Sahut Rafa serius.


"Ada saja kamu ini,ya sudah ayo keluar yuk aku mau kuliah dulu takut telat," ujar Alina.


"Dengan pakaian begini,? Tanya Rafa sambil mengeryitkan keningnya.


"Ya iyalah,aku kan udah siap malah udah dandan cantik kok." ucap Alina yang sebenarnya tak Paham dengan maksud perkataan Rafa barusan.


"Ganti bajunya,atau aku yang ganti!" tegas Rafa tak ingin dibantah.


"Tapi ini pakaiannya sudah pantas kok,memang nya salah dimana?" Tanya Alina heran.


"Buka sekarang!" sarkas Rafa yang sudah menahan kekesalannya karena sikap Alina yang keras kepala.


"Hemm baiklah ,kamu keluar dulu biar aku bisa ganti baju!" usir Alina.


"Ngapain keluar,bukankah semua punyamu aku sudah mencicipinya hanya belum merasakannya," goda Rafa.


Alina yang tak ingin lagi berdebat memilih langsung membuka bajunya,biarkan Rafa melihatnya karena pria itu keras kepala jika sudah ingin sesuatu pasti memaksa untuk mendapatkan nya.


"Wow,ranum banget Yang," goda Rafa sambil mengerlingkan mata nya sebelah.

__ADS_1


"Awas kamu ya,kalau lihatin terus aku bakal congkel kedua mata kamu itu," sindir Alina.


"Haha,mana boleh oh kalau mataku tidak ada terus nanti kalau pegang kamu gimana? Masa nanti harus pake cari yang niatnya pegang diatas eh malah salah pegang yang dibawah," goda Rafa.


"Terserah kamu saja,ayo keluar sudah puaskan aku sudah buka buang baju yang tadi." Kesal Alina.


"Belum terlalu puas,karena tadi hanya lihat soalnya pemilik nya larang buat pegang pegang," lirih Rafa yang membuat Alina ingin sekali menoyor kepala pria itu.


Keduanya keluar tanpa sadar bahwa sekarang mereka berada dirumah,tanpa keduanya sadari jika dari tadi Selina dan Alex sedang menatap kearah mereka.


Rafa bahkan memeluk erat bahu Alina,sesekali mencium puncak kepala gadis cantik itu.


"Yah,Apa Bunda yang salah lihat atau mereka yang sedang bertingkah kaya orang pacaran?" Tanya Selina pelan.


"Hem,Ayah juga lihat kok Bun." Balas Alex.


"Waduh jadi gimana dong ,apa kita tanya atau biarkan saja?" Tanya Selina lagi.


"Kita lihat dulu mereka sampai sejauh mana,barulah kita bergerak biar mereka jangan salah langkah." Saran Alex.


"Ya sudah tapi mereka cocok kan Yah?" Tanya Selina meminta pendapat suaminya itu.


"Kita juga sama cocok banget." Sahut Alex sambil memeluk erat tubuh mungil istrinya itu.


"Haihh,kau ini memang sukanya ambil kesempatan dalam kesempitan." omel Selina.


"Tapi kamu suka kan?" Goda Alex.


"Terserah kamu saja,ayo kita juga berangkat," Ajak Selina yang sudah tak ingin melihat suaminya yang hobinya narsis sepanjang waktu.


Alina dan Rafa kini sudah dalam perjalanan menuju kampus,terlihat Rafa yang menyetir sedang Alina duduk di samping nya.



"Bang ganteng sekali sih jadi orang ," panggil Alina.


"Kamu juga cantik sekali kok Yang," puji Rafa membuat Alina langsung memerah karena malu.



"Abang ih aku kan malu," tutur Alina.


"Yang jangan panggil Abang dong,aku kesanya jadi Abang kamu bukan pacar kamu," tolak Rafa.


"Memangnya kapan kita jadian?" goda Alina.


citt


Tanpa banyak bicara Rafa menghentikan mobilnya ditepi jalan,ia sangat terkejut dengan perkataan Alina barusan.


"Bang,kenapa sih pake rem mendadak untung juga otak cantik ku masih aman." gerutu Alina kesal.


"Alina Roberto mau kah kamu menjadi kekasihku,calon ibu dari anakku dan wanita yang menua bersamaku?" Tanya Rafa serius dan tak bercanda.


Alina yang tadi kesal langsung merubah mimik wajahnya,ia antara kaget senang dan bingung harus bagaimana.


Wanita mana yang tak senang dilamar,wanita mana yang tak senang jika statusnya jelas dan tak digantung.


"Itu bagaimana ya Bang,aku itu..


Grep


Rafa langsung menarik tengkuk Alina agar lebih mendekat kepadanya,diraupnya bibir ranum wanita itu. Alina yang terkejut berusaha untuk melepaskan dirinya,karena ini dijalanan.


Rafa seolah tak peduli dengan sekitarnya,karena baginya adalah membuat Alina pwrcaya dan Yakin lebih penting dari apapun.


Setelah mengumpulkan semua kekuatannya,akhirnya Pagutan keduanya terlepas.Alina tampak sedang menetralkan degup jantung nya,yang seperti orang baru habis lari marathon.


"Bang bisa tidak kalau mau cium jangan dipinggir jalan," omel Alina kesal.


"Maaf tadi refleks jadi langsung saja," lirih Rafa pelan.


"Ya tetap saja,jangan asal nyosor seperti tadi aku kan bingung. Terus ini pinggir jalan lho kak,nanti kita digrebek satpol pp terus didakwa karena mesum kan berabe.Kalau Ayah sama Bunda dengar kan bahaya,kita bakal tidak dapat restu karena buat mereka malu," jelas Alina pelan.


"Kalau dihotel boleh?" Tanya Rafa pelan.


"Ishh apalagi ini? Ayo kita pergi sebelum aku telat terus dosen killer nya ngamuk kan berabe." Ajak Alina.


"Jawab dulu dong pertanyaanku tadi!" pinta Rafa lagi.


Etdah lupa deh aku nya...


"Baiklah aku bakal ikut apa mau kamu dan ingin kamu,Sayangku," ujar Alina sambil mengerlingkan matanya sebelah.

__ADS_1


__ADS_2