
Like N KOMENNYA
LANJUT ***
" kemarin-kemarin kan dia itu sudah miliknya kamu jadi sekarang giliran punya aku, kamu keberatan lihatnya Ya pergi sana jangan ada disini!" Ketus Dinda sambil menarik tangan Selina agar ikut dengannya duduk di sofa berada di ruangan itu.
" Wah ini tidak bisa dibiarkan , yang punya istri kan aku kenapa jadi dia yang ngatur? enak sekali kalau begini terus, lama-lama Posisiku benar-benar tergeser nantinya!" ujar Alex menggerutu kesal.
" Bisakah kita bicara berdua Tuan Alex Roberto?" tanya Devan sambil tersenyum.
Alex akhirnya tersadar jika kini ia berada di ruangan tempat Devan dirawat, kok bisa-bisanya orang sebesar itu ia tidak sadar sama sekali dari tadi?
"Astaga maaf Kok bisa aku lupa ya kalau kamu ada di sini? " tanya Alex memastikan.
" Ya iyalah kamu mau sadar keberadaanku gimana, orang dari tadi yang kamu lihat itu hanya kehadiran istrimu saja takut diambil orang! " sinder Devan.
" Oh itu jelas harus karena kalau aku tidak melihat dia dengan saksama, takutnya para pria mata keranjang menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan yang ada! " ujar Alex sambil terkekeh.
"Dia makin cantik loh! "Puji Devan yang sebenarnya hanya ingin melihat wajah emosi milik Alex itu.
Benar saja Baru saja habis mengatakan hal itu Devan langsung di tetap begitu horor oleh Alex, pria itu seolah-olah ingin membunuh orang yang sedang terbaring lemas di atas ranjang kesakitan itu.
" Kamu bicara apa barusan tadi Hah?" tanya Alex kesal Bahkan tak peduli dengan keadaan Devan kini.
Devan tertawa walaupun sambil menahan sakitnya, ia merasa lucu dengan tingkah posesifnya Alex itu. padahal tadi hanya bercanda loh, akan tetapi pria bule itu menganggap hal itu adalah serius.
" Calm down Bro! aku tadi hanya bercanda lho tidak serius, masa kamu langsung tanggapannya seperti begitu? sadar umur lah tidak mungkin sudah Setua ini bakalan selingkuh, Lagian aku mana bisa mau ngerayu istri kamu tinggal tunggu hari H mau lewat kok?" Devan Berkata sambil tertawa pelan membuat Alex Tadi yang ingin marah langsung mengurungkan niatnya itu.
" kamu sakit apa sih kenapa bisa tiduran begini saja, apa tidak capek noh lihat bini mu pasti dia pengen dielus aku sama kamu!" tanya Alex penasaran.
" aku sakit ini karena Tuhan ingin aku lebih dekat dengannya, Oleh karena itu tolong kamu carikan Kan jodoh yang terbaik buat dia! karena aku ingin saat aku pergi nanti, dia selalu tersenyum dan ada yang selalu mendampinginya! " ujar Defan sambil tersenyum.
Alex mengerutkan keningnya nya karena baru kali ini ia melihat orang yang sudah pasrah dengan kehidupannya, bahkan sudah mengiklaskan kekasih hatinya berjodoh dengan orang lain.
" kamu yakin, Bukankah semua suami itu ingin selalu bersama dengan istrinya bukan seperti kamu ini yang menyerah begitu saja? "tanya Alex memastikan.
" masa iya ya aku harus mengikat dirinya dengan orang yang sudah tidak berdaya lagi seperti aku, Bukankah Hidup itu harus dijalani tidak boleh menyerah dengan keadaan tidak boleh menyerah dengan takdir? " tanya Devan pelan.
Alex memilih duduk di samping Devan, dirinya ingin mendengarkan curhat pria yang sedang tak berdaya itu.
"kisah cinta setiap orang itu berbeda-beda, ada yang yang mudah bersama tapi tak bisa menua bersama. setiap kisah cinta yang Sehidup dan semati bersama jarang terjadi, kenapa aku ngomong kayak gitu karena Ketika seseorang meninggal otomatis pasangannya akan bersedih tapi tidak mungkin bertahan lama Paling lama 6 bulan.Setelah itu ia akan mulai menata hati dan hidupnya kembali dan tak mungkin juga menolak Jika ada yang ingin membangun sebuah hubungan serius dengannya." Dengan mengatakan hal itu sambil tersenyum tak ada namanya keraguan ataupun kesedihan sama sekali.
" tapi definisi kebahagiaan itu adalah berasal dari seberapa kuatnya pasangan itu saling percaya dan Mencoba Untuk Setia, Persetan dengan Segala persoalan yang ada Bukankah manusia itu bisa berpikir dan memilah mana yang baik dan tidak? " tanya Alex.
__ADS_1
Devan tersenyum kecut sebab definisi yang tadi Alex katakan itu tak berlaku baginya, dirinya hanya seorang pria yang sekarat tidak berdaya hanya tertidur di atas ranjang tanpa bisa berbuat apa-apa.
sesuai judul cerita author ini, Aku wanita terhebat!
wanita terhebat adalah wanita yang selalu siap sedia tanpa kompromi dengan segala keadaan yang akan ia hadapi dalam hidup!
wanita terhebat adalah wanita yang tidak pernah mengandalkan Air Mata Di atas segalanya, ia akan mengandalkan segala kemampuan dan tenaga yang ia punya untuk mempertahankan apa yang harus dipertahankan.
wanita terhebat adalah wanita yang selalu tersenyum walaupun hatinya terluka Kenapa dia melakukan itu karena baginya dirinya boleh bersedih tapi dunia tidak boleh bersedih untuknya dirinya boleh bersedih untuk dunia tetapi dunia tak boleh!
Kenapa autor mengatakan itu???
Yap benar sekali guys, ketika orang lain tahu bahwa kita sedih otomatis segala problema yang kita alami menjadi konsumsi dunia luar. sehingga percuma kita punya anugerah yang di berikan Tuhan yaitu berpikir jikalau hati nurani kita pemikiran kita selalu mendengar perkataan orang luar.
hiduplah untuk diri kita sendiri, peduli lah dengan perkataan orang lain jika itu bisa membangun Akan tetapi jika bisa meruntuhkan kita jangan coba-coba sekali-kali untuk mengikutinya.
Oke lanjut!!!!
Air Mata Dinda tak bisa terbendung ketika bertemu dengan Selina, bohong Jika ia mencoba kuat di hadapan sahabatnya itu.
Selina hanya menjadi pendengar setia, ia tak ingin menyimpulkan sesuatu jika tak tahu akar permasalahannya apa.
" aku bingung harus bagaimana, dunia seakan menolak kami menua bersama! Apa aku salah Jika menginginkan selalu bersama dia, sedangkan dokter sudah memvonis umurnya tidak sampai 2 bulan lagi! " lirih Dinda dengan nada yang dipelankan agar suaminya itu tak mendengarkan sama sekali.
Selina memegang tangan sahabatnya itu, mencoba memberikan kekuatan walau mungkin tak berarti apa-apa jika orang yang sedang berada dalam posisi Down,
" belakangnya saja sudah lecet semua karena hanya kulit bungkus tulang , Sebab karena terlalu lama tertidur di ranjang. tapi mau bagaimana lagi tubuhnya menolak dan tak mampu untuk duduk, apa salah aku minta dia sembuh mungkin dosaku di hidup yang lalu terlalu banyak sehingga Tuhan mengambil apa yang paling berharga dalam hidupku? " Dinda memeluk erat tubuh sahabatnya itu seolah mengatakan ia sudah tak sanggup.
Selina mengusap pelan bahu sahabatnya itu, ia pernah melewati itu semua hanya saja apa yang dialami hanya sebentar saja karena dirinya bisa menjadi orang yang berguna saat itu untuk Alex.
Selina yakin Dinda pasti juga menginginkan hal yang sama, hanya saja mau bagaimana lagi Bukankah garis kehidupan setiap orang itu berbeda-beda tidak bisa disamakan?
" kamu yang kuat ya aku yakin kamu bisa, mana Dinda yang aku kenal selama ini mana Dinda yang kuat yang selalu berpikiran positif ketika terjadi masalah? " ujar Selina memberikan semangat,
Dinda tersenyum ketika melihat Devan sedang bercerita ngalor-ngidul bersama Alex, ia bersyukur punya sahabat seperti Selina yang dari dulu selalu ada untuknya walaupun sekarang keduanya Sudah terpisah jarak dan waktu.
" dia sakit apa sih kok bisa sampai segitunya, perasaan dulu baik-baik saja deh tidak ada yang encok ataupun patah begitu? " tanya Selina penasaran.
Dinda menghembuskan nafasnya kasar, jujur ketika menceritakan apa yang tengah dialami orang terkasih kita itu merupakan hal yang terberat.
" Dia terkena kanker hati Stadium Akhir, harapan untuk sembuhnya itu hanya 5%. bahkan kata dokter dapat bertahan hidup hanya 2 bulan, Aku bingung cara menyikapinya bagaimana apa harus memohon pada Tuhan atau hanya Duduk ditempat kayak begini? " Lirih Dinda pelan.
" berdoa itu jangan putus karena kita ini makhluk ciptaan Tuhan, melupakan sang pencipta itu merupakan hal yang melawan takdir! Mujizat Itu pasti selalu ada bohong jika kita umat percaya tidak mempercayai hal itu, hanya saja ikhlas dan berserah itu adalah poin yang utama! jangan putuskan doamu, karena itu akan membuat dirimu semakin tertekan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi! " ucap Selina serius membuat Dinda hanya bisa menganggukan kepalanya karena memang apa yang dikatakan Selina itu benar semuanya.
__ADS_1
" Wah kalau kalian ketemu dunia serasa milik berdua ya kami yang lain numpang bernapas doang, Ayolah yang jangan lupakan suamimu yang tampan ini! " Alex mencoba untuk mencairkan suasana yang terlihat begitu Canggung.
"Idih anda lebay sekali tuan,, masak istrinya Hanya duduk cerita dengan aku padahal depan mata anda sendiri lo jarak 1 meter pula lagi masih saja dikomplain? "Sindir Dinda manyun.
" Aku nggak percaya loh kamu bisa nikah sama ni cempreng, padahal suaranya itu dulu saat masih kerja di kantor betonnya pada lepas akibat terlalu nyaring? " tanya Alex pada Devan yang hanya tersenyum saja.
" eh anda jangan macam-macam tuan, Sejak kapan besi beton di kantor anda terlepas sedangkan kantornya Masih Berdiri Tegak begitu? saya saja bingung kenapa ya sahabat secantik Selina ini mau sama anda, jangan bilang anda menggunakan pelet biar dia kesemsem? "tanya Dinda yang tak mau kalah.
" Eh kamu jangan macam-macam ya kalau ngomong memang aslinya saya ini tampan dan mempesona, jadi Dianya mana bisa menolak hal itu pasti kamu dulu juga sama kan merasakan hal itu pada saya?" tanya Alex dengan tatapan menyelidik membuat anda ingin muntah.
" anda percaya diri sekali tuan jika saya menyukai anda waktu dahulu, kalau memang sampai hal itu terjadi bisa saya pastikan saat itu otak saya lagi miring sebelah makanya tidak sadar dengan apa yang saya lakukan. " Dinda mengatakan hal itu membuat Alex bungkam tak tahu bicara apa lagi.
Selina yang menggelengkan kepala lalu berdiri mendekati Devan, hanya saja Mungkin ia melupakan pawangnya itu jadi ketika ia semakin dekat dengan Devan malah Alex berdiri menghalangi dirinya.
"Kamu mau ngapain, jaga jarak dari dia 5 meter yang dari kontak mata apalagi kontak fisik lebih lagi no way! " ujar Alex memperingatkan membuat Selina menatap Jengah arahnya.
" Iya Iya bawel aku kan hanya ngeliatin doang bukan Mau gendong ataupun elus-elus atau kucium begitu?" kesal Selina.
" Ya sudah kalau begitu kamu disitu saja jangan kemana-mana, Lagian Jadi orang kok tidak peka banget jika suaminya lagi cemburu ?" Alex Ketus terhadap Selina karena tak mengerti sama sekali.
" Astaga kita itu datang mengunjungi orang sakit kan? " tanya Selina memastikan dan hanya di anggukan kepala oleh suaminya itu.
" Nah itu kan tahu kenapa malah larang-larang biar jangan dekat, kalau begitu kan Percuma saja kita datang? " kesal Selina membuat Devan dan Dinda hanya bisa tersenyum.
" kalau tahu suamimu begitu kenapa dulu nggak sama aku saja sih Lina?" tanya Devan menggoda istri dari Alex itu tapi tidak sadar jika Alex yang emosi.
Dinda hanya tertawa melihat keusilan suaminya itu yang sengaja menggoda Alex agar emosi, tidak ada sedikitpun ia merasa marah ataupun apalah itu karena ia tahu Devan hanya bercanda.
'" apa kamu bilang tadi, haduh sudah sekarat cari perkara lagi denganku? kamu itu sudah bosan hidup atau apa, bilang supaya aku selesaikan Dalam waktu 5 menit?" ejek Alex.
" Oh tenang Aku bakal izinkan hal itu, hanya saja dalam 5 menit pula kamu harus carikan suami untuk istriku!" sahut Devan santai.
" Oh itu mah gampang Aku punya stok 1 orang pria yang tidak laku-laku yang selalu sok cool didepanku, kayaknya itu cocok deh sama si cempreng! " sahut Alex yang sebenarnya kira bawa Devan hanya bercanda eh ternyata serius.
" bisa kamu bawakan orang itu ke sini sekarang, Tolong aku mohon padamu Lex demi persahabatan kita!" sahut Devan dengan mata yang memerah karena menahan tangisnya.
Alex akhirnya paham sebenarnya Devan memang benar-benar serius ada yang ingin menjaga Dinda saat dirinya pergi, hanya saja ia tak menyangka jika perkataannya tadi dianggap serius oleh Devan.
" aku tadi hanya bercanda loh, kenapa kamu jadi serius begini?" tanya Alex sambil sesekali menoleh kearah Dinda dan Devan yang hanya bisa menundukkan kepala mereka.
" aku mohon untuk yang terakhir kalinya tolong penuhi permintaanku ini saja, Karena setelah itu aku pastikan tidak akan pernah meminta apapun lagi!" pinta Devan membuat Dinda tak bisa lagi menahan tangisnya karena suaminya itu sepertinya memang sudah pasrah dengan keadaan.
" Mas bisa tidak jangan mengatakan hal itu lagi hanya untuk kali ini saja, aku janji akan bahagia tapi setelah kamu bahagia!" akhirnya Dinda mengeluarkan kata-kata itu karena memang tak ingin lagi suaminya itu mengatakan hal-hal yang tidak seperti tadi.
__ADS_1
Devan tersenyum karena Setelah sekian Purnama, akhirnya Dinda menyetujui permintaannya walaupun terlihat tidak ada keikhlasan di wajah wanita itu.
terserah mau bilang dirinya tega atau apa karena terlalu memaksakan kehendak, hanya keinginannya itu sederhana saja melihat orang yang ia cintai bahagia dari surga.