AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 106


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT***


Penyesalan selalu saja datang terlambat ,karena ketika melakukan sesuatu karena emosi.Akibatnya bahasa yang di keluar kan selalu saja berlebihan,bahkan sangat menyakitkan.


Alex merasakan penyesalan itu ,karena kebiasaan buruknya itu istrinya yang dahulu pergi meninggalkan nya.Pasti kalian belum lupa kan ,para mantan istrinya Alex yang 2 itu.


Rafa yang sudah datang membawa tas nya Selina,langsung memberikan kepada Bundanya. Selina lalu mengambil ponsel nya segera menghubungi Rivan,karena tadi sudah sempat memberikan nomor ponsel kepadanya.


Rivan yang sedang merasakan gelisah di kamar hotelnya ,hanya bisa bolak balik di atas tempat tidurnya. Namun aksinya itu terhenti ,karena mendengar ada panggilan masuk di ponselnya.


Saat di lihatnya siapa gerangan yang menelpon ,netranya langsung membulat karena ternyata tertera nama My future wife💖.


Senyum langsung terbit di wajah tampan nya itu,karena ia sangat merindukan suara wanita yang sudah memporak porandakan harinya.


Dengan semangat 01 Rivan mengangkat panggilan tersebut ,bahkan suaranya di buat selebay mungkin.

__ADS_1


" Hallo Lina". Sahut Rivan sambil tersenyum padahal Selina tak melihat nya sama sekali.


" Iya Mas lagi sibuk nggak "? Tanya Selina pelan.


" Iya lagi sibuk". Ujar Rivan menggoda Selina.


" Oh ya sudah nanti lain kali saja deh,kalau begitu aku matikan telpon nya dulu ya". Balas Selina sendu karena ternyata Rivan tak bisa di ganggu saat ini.


" Eh ehh yang suruh kamu matikan siapa hem, aku lagi sibuk itu karena lagi bicara sama kamu kan jadi jelas lah nggak mau di ganggu sama yang lain". Jelas Rivan sebelum terlambat.


" Ohh gitu ya, makasih Ya mas karena sudah mau di ganggu oleh ku.Apa aku bisa minta tolong mas ke rumah ku sebentar,soalnya ada hal yang ingin aku bicarakan ". Pinta Selina.


" Lho memangnya kamu kenapa, terus Alex nya di mana awas saja dia kalau sampai kamu kenapa napa"? Tanya Rivan.


" Aku baik kok,Mas kesini ya sekarang ajak dengan Ben sekaligus,nanti alamat nya aku kirim nanti tunjukkan ke sopir taksi nya pasti bakal tahu ". Sahut Selina lagi.


Setelah menuju kekamar nya Ben,keduanya langsung menuju ke alamat yang di berikan Selina setelah sudah berada dalam taksi. Karena Rivan tak ingin terlambat ,dan terjadi sesuatu yang tak di inginkan.


Sedangkan di kediaman Selina ,Alex menatap penuh penyesalan kepada Selina. Ia merutuki segala kebodohan yang ia lakukan,dan kenapa dirinya tak pernah menurunkan segala egonya itu.


" Maafkan aku sungguh aku menyesal ,kau boleh memarahi ku sepuasnya. Tapi untuk pergi meninggalkan kalian,aku tak ingin melakukan semua itu". Lirih Alex sambil menatap sendu kearah Selina.


Ia bahkan sampai menitikkan air matanya, karena merasa yakin jika sudah tak ada kesempatan untuk keduanya kembali bersama.


" Aku menyesal karena sudah berkata tak pantas ,tapi sungguh itu semua karena aku terbawa emosi sesaat ". Sambung Alex lagi


Sedangkan Selina menatap ke arah Rafa dan Alina yang sedang menatap keduanya ,Rafa yang sudah berusia 20 tahun pastilah mengerti dengan yang terjadi di hadapannya kini.

__ADS_1


" Nak bisa kah kamu bawa adek mu keluar sebentar ,karena Kami mau berbicara sebentar ". Pinta Selina kepada Rafa,karena sejujurnya ia tak mau kedua anak nya melihat pertengkaran keduanya.


" Baiklah Bunda,ayo dek ikut Abang kita pergi beli es krim". Ajak Rafa sambil menarik tangan Alina.


Namun Alina tak mau bergeming sedikitpun ,karena tanpa mereka sadari jika gadis kecil tersebut peka dengan keadaan orang tua nya.


Alina mendekati Alex dan memegang pipi tirus Ayah nya itu,ia menatap sendu kearah Ayahnya yang dari tadi memperhatikan tangan mungil itu.


" Ayah kalau memang datang kesini untuk memarahi Bunda,lebih baik Alina nggak punya Ayah saja.Kasihan Bunda,Yah,,karena harus nangis lagi,Ana nggak mau kalau sampai Bunda nangis atau sedih". Ujar Alina dengan kedua air mata yang mengalir di pipi chuby nya itu.


" Ayah kenapa nggak bisa baik seperti Daddy,yang selalu kalau bicara itu selalu senyum ke Bunda"? Tanya Alina lagi.


Selina yang sudah tak bisa menahan air matanya ,segera mendekati putri nya dan membawanya ke dalam gendongan nya.Ia tak menyangka jika putri kecilnya ,harus bersedih karena kedua orang tuanya.


" Ana Sayang maafkan Bunda ya,sayang". Lirih Selina.


" Bunda nggak salah kok,karena Ana nggak mau Bunda sedih lagi". Sahut Alina sambil menangis sesegukan dalam dekapan Selina.


" Ana bisa bantu Bunda Kan, pergi sama Abang dulu ya". Pinta Selina lagi.


Alina pun menganggukan kepalanya lalu keluar dari rumah, pas tepat waktu saat Rivan sampai.Rivan mengeryitkan keningnya ,melihat wajah sembab gadis cantik tersebut.


" Heii princess nya Daddy ,kok mukanya sedih begitu "? Tanya Rivan pelan sambil berjongkok mensejajarkan tinggi nya dengan Alina.


" Daddy masuk saja ya,bila perlu bawa Bunda pergi saja". Sahut Alina dan langsung menarik tangan Abangnya.


Karena tak kunjung mendapatkan jawaban ,Rivan pun akhirnya masuk kedalam rumah dan sangat terkejut dengan pemandangan di hadapannya kini.

__ADS_1


__ADS_2