AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 171


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ^^^


Skip


Pesawat yang ditumpangi Rafa kini sudah mendarat sempurna di salah satu Airport kebanggaan negara ini.Senyuman selalu terbit diwajah tampan nya itu,setelah pergi selama bertahun tahun akhirnya kembali lagi.


"Akhirnya kembali ke sini lagi,semoga selalu yang baik baik dan tak ada kejadian yang buruk kedepannya," gumam Rafa sambil menuju kedepan Bandara siapa tahu ada mobil yang bisa mengantar ke rumah keluarganya.


Namun jika semua berpikir jika ia kembali dan langsung menembak Alina,oh anda salah besar karena itu tak kan terjadi. Rafa disini ingin mencoba berbakti kepada keluarga Roberto.


Ia tak ingin kedatangannya kali ini disalah artikan sang Ayah,maka dari itu ia harus berusaha mengikuti alur yang ada tidak perlu memaksakan kehendak.


Setelah Selesai urusan soal pikiran,ia langsung menghentikan taksi untuk mengantarkan dirinya pulang. Soal kenapa ia tahu alamat rumah keluarga Roberto,sangat mudah bukan kah ada media sosial yang sangat gampang dalam melalukan sesuatu.


"Mau tujuan kemana Tuan?" Tanya Pak sopir.


"Mau ke jalan xxx, secepatnya!" ujar Rafa yang tanpa ekspresi.


"Baik Tuan." Sahut pak sopir itu.


Dalam taksi Rafa hanya diam,dilihatnya kota yang bakal menjadi rutinitas nya tiap hari.Ia sangat tak sabar melihat reaksi keluarga nya,apakah senang atau biasa saja.


"Tuan kita sudah sampai,tapi ini sepertinya kawasan elit kira kira Tuan tujuannya kemana?" Tanya Si sopir itu.


"Keluarga Roberto." Sahut Rafa singkat.


"Wow,kalau keluarga Roberto mah saya kenal bahkan seantero jagat pasti kenal mereka.Apalagi putri cantik mereka,yang selalu saja tersenyum dan manis kalau saja saya kaya pasti sudah saya jodohkan mereka," ucap sopir itu semangat.


"Huft,baru saja sampai sudah datang satu pengganggu bagaimana selama ini ya?" Tanya Rafa dalam hati.


"Ini Pak ongkosnya sesuai kargo ya,dan satu lagi jangan coba coba bicara tentang adik saya lagi jika masih ingin hidup tenang," ancam Rafa sambil memasang wajah serius tanpa senyuman.


Ketika Rafa sudah turun dari mobil sopir taksi itu langsung mengelus dadanya,mungkinkah dirinya sudah melakukan kesalahan tadi.Karena dilihat dari wajah Rafa yang tak bersemangat,ia yakin pemuda itu pasti tak suka dengan apa yang ia katakan.


"Sepertinya aku harus mulai menjaga setiap tutur kata,sebelum disuruh menginap di hotel ukuran 2×3 yang tanpa jendela," gumam Sopir itu lalu melajukan mobil pergi dari tempat itu sebelum Rafa berubah pikiran dan menyeret dirinya pergi.


Rafa kini berdiri didepan rumah yang megah,rumah yang dulu ia dibawa pulang oleh kedua orang tuanya.Rumah yang akan menjadi saksi perjuangannya tentang cinta kedepannya,dan akan mendukungnya untuk bersatu dengan cinta masa dahulu,kini dan nanti.



Satpam yang sedang bertugas didepan,menatap kearah pria yang berdiri didepan gerbang.Ia merasa tak asing dengannya,tapi karena faktor usia dan tak ingin salah terka lebih baik memastikan saja.


"Permisi Tuan,ada yang bisa saya bantu?" Tanya Pak Satpam.


"Ini benar kan rumah Keluarga Roberto?" Tanya Rafa pura pura tidak tahu menahu.

__ADS_1


"Iya benar sekali, ada keperluan apa ya?" Tanya Satpam itu lagi.


"Ayah sama Bunda nya ada?" Tanya Rafa yang membuat satpam itu mengeryitkan keningnya karena siapa gerangan pria yang ada di hadapannya kini hingga menanyakan tentang majikannya.


"Maaf tapi apa anda mengenal tuan dan Nyonya?" Tanya Satpam itu lagi.


"Ya kenal lah Pak,saya kan putranya mereka." Sahut Rafa sambil tersenyum.


"Oalah,anda Tuan Rafa ya astaga pantesan tambah beda bikin Mamang jadi pangling lho," ujar Mamang udin satpam rumah itu.


"Jadi aku bisa masuk tidak?" Tanya Rafa lagi karena dari tadi tak ada tanda tanda dirinya disuruh masuk kedalam rumah.


"Astaga,maafkan Mamang ya karena lupa bukannya disuruh masuk malah ajak bicara ," ucap Udin sambil menepuk pelan kepala nya.


Rafa mengikuti langkah kaki Udin yang dari tadi mengoceh terus tanpa henti,padahal Rafa tak ada niat untuk menimpali sedikit pun.


"Silahkan masuk Tuan,pasti tahu kan kamarnya dimana?" Ujar Udin sambil berlalu dari dalam rumah.


Rafa yang sudah sangat kelelahan,memilih langsung masuk kedalam kamar nya tapi bukan kamarnya yang sesungguhnya melainkan ia masuk kedalam kamar Alina.


Bukan tanpa sadar ia lakukan semua itu,namun karena ia ingin orang pertama yang ditemui adalah sang pemilik hatinya itu.


Ceklek


Rafa menemukan pemandangan yang menyejukan hatinya,ketika melihat wajah polos Alina yang sedang tersenyum.



"Ternyata memang kamu sangat cantik jika dilihat aslinya daripada di kamera,mungkinkah kamu mau menerima diriku ini," gumam Rafa sambil membelai pelan rambutnya Alina yang sama sekali tak terusik sedikit pun sampai Rafa yang mencium keningnya pun ia tetap terlelap.


"Selamat tidur mimpikan aku,lupakan yang lain tetapkan lah aku dihatimu," ujar Rafa pelan sambil memperbaiki selimut Alina.


Setelah melepaskan sepatunya Rafa langsung masuk kedalam selimut,tanpa menggantikan pakaiannya.Karena tubuhnya sungguh sangat lelah capek hati dan capek pikiran sungguh sesuatu yang menyiksa badan.


Selina yang sudah terbiasa bangun pagi memilih menyiapkan sarapan pagi,sebelum dirinya yang dijadikan sarapan oleh suaminya itu.Selina hafal betul kelakuan suaminya yang tak ada namanya ada kata puas,jika berduaan dengan nya.


Selina kadang merasa sikap suaminya terlalu berlebihan,dan terlihat seolah orang yang kelewat bucin.


Saat didapur Selina entah mengapa merasa ingin memasak makanan kesukaan putranya,yaitu Ayam goreng dan Rendang paru.


Jika kalian merasa heran,lho kok bisa sih seorang bule punya makan kesukaan adalah hal itu. Woii sadar,bukankah Rafa saat bersama Selina bukan hanya sebentar saja dan Sadar lah jika orang indonesia biarpun dimana berada pasti makanan khas yang dibawah.


Setelah berkutat dengan penggorengan dan bumbu dapur,akhirnya selesai juga masakan ala Chef Selina Alex.


Sesudah menyiapkan makanan diatas meja,ia mulai dengan ritual nya membangunkan Alina dan Alex. Selina tak sadar jika ternyata sang putra sudah sampai,dan sedang tertidur didalam kamarnya.


"Dek ayo bangun dong Bunda udah masak yang banyak lho!" ujar Selina yang mencoba membangunkan sang snow white KW.


"Emm Sabar dikit lagi Ya Bunda seyeng," bujuk Alina.


"Big No!!!!


Akhirnya dengan penuh kekesalan yang ditahan,Alina bangun dari tidurnya dan menuju kedalam kamar mandi sebelum si nyai marah marah nggak jelas.


"Nah kurcaci kecil sudah,sekarang tinggal setan besar yang hobinya molor kaya orang yang mati dan tak mau bangkit lagi," ujar Selina lalu keluar dari dalam kamar Alina namun sesudah mengatakan pesan mematikannya.


"Dek,kalau sudah selesai mandi ingat ya langsung siap diri pake pakaian dan jangan lupa dandan yang cantik," ujar Selina sambil setengah teriak.

__ADS_1


"Iya Bun,putrimu ini biar tak di make over pun akan terlihat sangat mempesona dan bikin semua pria meleleh dibuatnya," sahut Alina percaya diri.


Selina kini giliran untuk membangunkannya suami tercinta,author bingung Alex itu cocoknya dipanggil apa Ya🤔🤔🤔🤔🤔.


Hubby,honey,lope atau Sayang...


"Sayang bangun dong,udah pagi nih masa molor terus nanti rejeki nya dipatok Ayam lho," bujuk Selina pelan.


"Cium dulu boleh Yang," pinta Alex sambil terus memejamkan matanya.


"Tidak akan,ayo bangun sebelum kuseret turun dari tempat tidur!" ancam Selina lagi.


"Oh jadi kamu tidak mau main di tempat tidur Yang,terus aku nya mau diseret kemana?" Tanya Alex menggoda istrinya itu.


"Mesum terus saja,nanti ku kasih kopi bersianida baru nyaho," gerutu Selina kesal.


"Haha kamu mana tega Yang sama suami kamu ini,memangnya kamu mau tidur tanpa ada yang kelonin kamu," goda Alex lagi.


"Apa nggak kebalik Bang,bukannya kamu itu yang maniak selalu saja nempel terus seperti parasit," sindir Selina balik.


"Memang benar istriku paling terbaik,buktinya ada saja cara untuk menyindir suaminya ini," gumam Alex pelan tapi masih bisa didengar oleh Selina..


"Terserah kamu mau ngomong apa aku nggak peduli,yang penting sekarang kamu bangun terus Mandi aku udah masak banyak lho.Kalau sampai setengah jam lagi belum bangun,aku kasih buat Mang Udin makanannya," Ancam Selina lagi.


"Eh enak saja kalau ngomong,kamu itu istriku bukan Mang Udin masa kamu masak capek capek hanya untuk kasih makan si kepala plontos itu," Gerutu Alex kesal.


"Haha sudah ah,aku tunggu di meja makan ya sekalian mau cek Adek dulu," ucap Selina sambil tersenyum dan keluar dari kamar.


"Sayang,pakaian aku dimana?" Teriak Alex dari dalam kamar.


"Ambil sendiri Yang,punya tangan dan kaki itu sayang lho kalau tidak digunakan," Balas Selina dari luar kamar.


"Ah istriku ini macam kurang peka atau apa sih,sudah tahu kalau suaminya rindu belaian tapi masih saja tidak peka," Kesal Alex dalam kamar mandi.


Saat sampai dilantai bawah,dilihatnya Alina sudah duduk manis di meja makan.Terlihat dirinya sedang memainkan ponselnya,ia seakan menikmati dunia milik sendiri.


"Sayang,serius amat sih?" Tanya Selina.


"Abang mana?" Tanya Alina.


Selina mengeryitkan keningnya ia bingung harus jawab apa,karena seingat dirinya Rafa masih di Italy.


"Kamu mengigau atau apa Hem?" Tanya Selina heran.


"Ishh Bunda ini memang tidak percayaan pada anak sendiri,orang semalam dia datang kok aku rasa banget kalau dia berada di dekat kita," Alina tetap bersikeras dengan pendapat nya itu.


"Sayang kamu ihhh,bikin Bunda ngeri saja ," ujar Selina sambil memasang wajah yang tak dapat diartikan.


"Terserah Bunda saja,aku mau ke kampus dulu nanti kalau Abang ada tolong sampai kan bahwa aku sangat merindukannya," ujar Alina lalu mengambil tas ransel nya dan menuju garasi mobil.


"Lho Dek,kok nggak sarapan dulu nanti sakit lho," tanya Selina panik.


"Nanti ah Bun,masih kenyang," teriak Alina.


Tanpa keduanya sadari jika dari tadi ada sepasang mata yang sedang menatap kearah mereka.


"Aku juga sangat merindukanmu Sayangku," gumam Rafa yang sebenarnya sudah bangun dari tadi tapi ia urungkan untuk keluar kamar dan memutuskan mengintip saja.Sebab hatinya belum siap untuk menatap kearah Alina,karena ia yakin jantungnya pasti bakal marathon tak karuan.

__ADS_1


"Ternyata memang kamu merasakannya kalau aku ada disini," sambung Rafa lagi.


__ADS_2