
HAII JANGAN LUPA UNTUK LIKE N VOTE NYA YA YA...
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
AMAN SAYANG AMAN YA...
LANJUT...
Selena dibawah ke hotel, tempat ia akan menikah.Namun hanya Alex yang tahu, Selena tak mengetahui nya.
" Bos nona muda sudah kami bawa ke tempat yang bos suruh". Pengawal memberi tahu Alex.
"Hemm,bagus tetap jaga depan pintu jangan sampai ia kabur".Perintah Alex
Tak lama Selina pun bangun, ia mengerjapkan mata menyesuaikan suasana.Netranya membulat ketika melihat suasana tampak asing.Ia bingung dimana gerangan dirinya berada, ia tak tahu tempat apa ini.
Ia pun mengingat kejadian,dan ia ingat ada orang yang membawanya.Dan melihat Dinda di tahan oleh mereka, ia mencemaskan keadaan sahabat nya itu.
Selina turun dari atas ranjang,dan mencari tas nya untuk mengambil ponsel nya.Namun nihil tas nya tak ada di situ,walaupun ia mencari seperti orang gila.
" Ya ampun sebenarnya aku dimana,siapa yang membawa ku kesini". Gumam Selina.
Ia sangat cemas dengan keadaan Dinda, bagaimana kabarnya sekarang.
__ADS_1
Selina tak dapat berpikir lagi, ia duduk di bawah lantai dan memeluk kakinya.Semua perbuatan nya tak luput dari pandangan Alex, yang sedang memantau pergerakan nya dari cctv.
"hemm, dasar semua wanita sama saja, lihat saja apa besok kau masih ingin hidup atau tidak.Setelah tahu kalau kau sudah di jual orang tua mu". Sinis Alex sambil memandang ke arah ponsel nya.
" Ya Tuhan, ku mohon tolong lah aku, apa tak cukup penderitaan ku selama ini". Lirih Selina
"Jika memang tak menginginkan kehadiran ku, ambil saja nyawaku". Sambung nya lagi.
Selina merasa putus asa, ia merasa seperti sendirian di dunia ini.
Sedangkan di tempat lain, Rivan tampak panik.Pasalnya ia sekarang berada di parkiran kantor Selina untuk menjemput nya.Namun Dinda mengatakan kalau ia melihat orang membawa Selina pergi.
"Kamu kenal tidak sama orang yang bawa Selina"? Tanya Rivan
" Mm tidak pak, soalnya mereka memakai masker dan topi". Sahut Dinda yang masih gemetar karena kejadian itu.
"Pak apa kita lihat cctv parkiran kantor saja". Dinda mengeluarkan ide nya.
" Astaga Rivan, kenapa dari tadi kamu tidak berpikir sampai kesitu". Ujar Rivan
Ia langsung berlari menuju ke Ruangan Alex, untuk meminta izin mengecek cctv parkiran.
Alex yang tengah menatap Selina dari ponsel nya.Terkejut karena tiba tiba Rivan sudah berada dihadapan nya.
__ADS_1
" Heii kenapa kamu tak ketuk pintu dulu". Sarkas Alex yang berusaha menutupi kegugupan nya.
Rivan tak peduli ia malah menatap bingung kearah Alex.
" Sebenar nya apa yang kau tonton dari ponsel mu, kenapa saat melihat ku kau malah menyembunyukan nya"? Selidik Rivan.
" Apa yang ku sembunyikan, kamu ada saja". Ujar Alex pura pura tak mengerti.
"Hah sudah lah bro, aku tahu kau pasti sedang melihat yang wkwkwk iya kan"? Ujar Rivan
Alex pun wajah nya tadi yang sedikit tegang, kini berubah menjadi dingin.Karena Rivan menuduh nya menonton sesuatu yang ehem ehem.
"ngapain nonton mendingan praktekan langsung, apa susah nya seorang Alex mendapatkan wanita di ranjang".Ujar nya sambil membanggakan dirinya.
"Terserah kau saja bro, tapi aku yakin karma pasti ada.Diantara wanita yang kau permain kan pasti salah satunya akan membuat mu tergila gila". Ujar Rivan serius.
Seketika ia ingat akan tujuan nya ke ruangan Alex.
" Astaga Rivan kau bisa melupakan hal yang penting". Ujar Rivan sambil menepuk jidat nya.
Alex mengerut kan kening nya, Sebab ia sudah tahu alasan Rivan ke ruangan nya.
"Lex, aku bisa minta izin mau cek cctv mencari keberadaan Selina". Ujar Rivan
__ADS_1
"memang nya apa yang terjadi padanya"? Alex menanyai balik ke Rivan.Padahal ia sudah mengetahuinya.
" Selina diculik, dan itu terjadi di depan parkiran kantor kamu". Sahut Rivan