
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
astoge guys gue minta maaf bro Soalnya ternyata tulisan gue yang semalam itu ngalor-ngidul nya terlalu kebanyakan, maklumlah auto emak-emak petani kalau kalau musim hujan begini pasti bawaannya menyelam di dalam sawah.
Jadi kalau misalnya ada tulisan typo nya berterbangan, Jangan kau marah ataupun kau membully ku karena Sorry itu bukan sebuah kesengajaan tapi itu karena kebetulan.
gimana lanjut??
" Ya habisnya mau gimana lagi coba aku ke kampus Kamu salah, terus ajakin kamu buat ke kantor juga salah? maunya kamu harus kita seperti apa, ingat ya jangan ngejawab yang aneh-aneh soalnya aku bakalan marah loh?" sungut Xavier kesal.
" ya Kalau begitu kita masing-masing saja kan kayak dulu, tidak ada mengganggu orang lain ataupun kegiatan orang lain harus terhenti gara-gara sesuatu yang tidak terduga seperti ini?" sahut Lala Ketus.
" ya kalau kita sendiri sendirian terus, bakalan sampai beruban pun tetap sendiri terus? kamu kalau ngomong itu sadar dong jangan asal main Hajar saja, aku kok jadi kayak gimana gitu rasanya?" Xavier Tak habis pikir dengan isi otaknya Lala yang terlalu mementingkan diri sendiri daripada memikirkan perasaan orang lain.
Lala yang jadi kebingungan dengan Xavier yang tiba-tiba marah padanya, padahal sebenarnya permintaannya itu tidak aneh-aneh ya juga kan?
" ah kamu mah nggak asik, hobinya suka memaksakan kehendak pada orang lain Tak Peduli orang itu setuju atau tidak! "sungut Lala.
" Iya habisnya wanita kalau seperti kamu tidak dipaksa bakalan tidak akan pernah menurut, mau tidak mau aku harus melakukan cara seperti ini Entah kamu mau atau tidak aku tidak pernah peduli sama sekali! " tegas Xavier.
" Nanti deh aku pikirkan apa yang terbaik, yang penting sekarang ini jangan coba-coba muncul di hadapanku lagi! ingat kalau sampai kamu melanggarnya, aku bakalan tidak akan pernah mau ketemu sama kamu lagi sampai kapanpun! " setelah mengatakan hal itu Lala pergi dari hadapan Xavier tak peduli dengan tatapan tak percaya pria itu.
" dia tadi itu mengancamku atau mengatakan hal-hal yang Maksudnya apa ya, Kenapa mendadak otakku jadi Blank seperti ini? " tanya Xavier monolog karena keheranan dengan pola pikirnya beberapa hari terakhir.
Alina yang melihat wajah sahabatnya Itu tampak sangat kusut membuat dirinya yakin jika Lala baru saja ketemu dengan Xavier, ternyata memang dari dulu sampai sekarang urusan percintaan itu tidak pernah namanya berjalan mulus kayak jalan tol pasti gelombang-gelombang kayak jalan Antar Provinsi.
" Cie yang habis ketemu gebetan, pasti habis berantem ya? gimana mau jadian kalau setiap kali bertemu layaknya Tom and Jerry, Lain kali itu mencontohkan seperti aku dan kekasihku selalu manis dan romantis segala cuaca! bukan seperti kamu dan Paman Xavier, yang setiap kali bertemu selalu saja berdebat dan akhir-akhir nya mulai berantem kayak anak kecil! "ledek Alina padahal sebenarnya dirinya dan Rafa hasil akhir selalu berakhir di ranjang.
Lala mendengus kesal mendengar perkataan Alina yang terlalu percaya diri barusan, pikirannya lagi mumet tambah lagi dengan perkataan sahabatnya itu membuat dirinya merasa ingin meledak-ledak.
" sesuka hati dan semerdeka hati kamu lah aku mah bisa apa paling cuma diam doang, soalnya Nona Alina itu kan tak pernah dibantah sukanya membantah saja!" sinis Lala membuat Alina tertawa saja karena memang itu sesuai dengan kenyataan.
" Ih kamu kok pintar banget sih kalau ngomong, Iya itulah My Style yaitu Sukanya ngebantah nggak suka dibantah! Lagian sekarang zamannya wanita bukan selalu dibawa sekali-sekali lah woman on top, karena gaya itu adalah gaya yang paling dicari zaman sekarang!" perkataan Alina yang menjurus ke hal dewasa membuat Lala menatap heran ke arahnya.
" Kamu masih virgin kan? " Tanya Lala penasaran.
__ADS_1
Alina yang daritadi antusias meledek sahabatnya itu mendadak langsung keheranan mendengar pertanyaan yang tidak masuk akal.
" kamu kok bisa bertanya seperti itu, memangnya selama ini kamu pernah melihat aku jalan pakai gaya bebek? atau kalau gayanya Suster Ngesot, jadi kamu bertanya seperti begitu?" kesal Alina membuat Lala menatap heran ke arahnya.
" Iya kamu nggak perlu ngegas gitu kali, di mana-mana itu orang bertanya karena penasaran? Jadi kalau memang tidak ada apa-apanya ya sudah biasa saja toh, kenapa jadi kayak cacing kepanasan seperti itu alhasil aku bisa jadi curiga dong?" ujar Lala yang tak kalah Ketus dari Alina.
" Siapa suruh kamu yang cari perkara lebih dulu kok masak aku harus diam saja, makanya lain kali itu isi otak kamu terus dibersihkan dulu pakai sabun cair kualitas bagus ataupun pemutih begitu biar lebih kinclong!" Alina terlihat seperti seseorang yang sangat sensitif jika membahas soal urusan begituan.
" Lina, Aku curiga loh sama kamu!" Nah tuh kan Lala bukannya berhenti meledek sahabatnya itu malah bertambah parah.
" kamu curiga apaan lagi sih, ih jangan sampai kamu mau bilang kalau aku itu tadi habis godain tukang bakso gitu?" tanya Alina dengan tatapan menyelidik.
Lala sebenarnya ingin tertawa tapi melihat wajah Lina yang Ketus begitu ya rasa menikmatinya begitu, maka dari itu disiapkan jurus yang paling ampuh agar Alina tak bisa berkutik.
" kamu itu setiap bangun pagi selalu ada bekas kebiru-biruan di lehermu, masa iya di zaman modern begini ada drakula yang berkeliaran? apa jangan bilang drakula nya tidak punya taring Terus makannya pakai nasi, sukanya mengendap-ngendap kalau orang semua lagi tidur?" Tanya Lala membuat Alina ingin sekali menghajarnya.
" kamu masih waras kan? kok makin kesini cara ngomongnya makin aneh loh, kaya orang yang selalu lupa minum obat terus penyakitnya kamu tidak pada tempatnya dan juga waktu yang seperti biasanya?" tanya Alina membuat Lala yang tadi ingin sekali mengerjai sahabatnya itu menjadi mengurungkan niatnya.
" Aku nggak jadi ngomong deh, soalnya satu kata aku ngomong disumpahin 1000 kali! gini kali ya nasib ku punya sahabat yang mulutnya ngalahin boncabe level 15, sudah begitu bucinnya aku tapi ngakunya B aja!" Sindir Lala memilih meninggalkan Alina yang masih belum puas dengan ledekan yang dilontarkan sahabatnya itu.
" eh kurcaci tungguin gue, ada yang masih harus kita bahas Jangan setengah-setengah karena nanti kesannya berhenti di tengah jalan!" teriak Alina sambil menarik tas selempang yang dipakai oleh Lala agar wanita itu berhenti.
lalu menatap kearah Alina sambil mengerutkan keningnya, ini sebenarnya harus membahas apa lagi sih?
" aku itu nggak yakin kalau kamu bakalan bisa sama pria lain, lihat saja posesifnya Paman Xavier itu ngalahin permen karet nempel di mana-mana!" Lala juga akui perkataan sahabatnya itu memang benar sekali karena dari beberapa hari ini Xavier selalu saja menempel padanya.
" kamu kali ini kayaknya ngomongnya agak sedikit bener deh, tahu tidak semenjak ada dia aku sampai cara lupa cara bernafas? menyusahkan tidak menurut kamu hal itu, lama-lama aku pergi ke dukcapil untuk minta surat pindah biar tinggal sendiri di bulan!" desah Lala frustasi.
" itu kode keras, masa seperti itu saja kamu tidak paham?" tanya Alina.
" itu mah bukan kode, tetapi sesuatu hal yang bakalan bikin aku pusing setengah Mau mampus!" ujar Lala yang terlihat tidak begitu semangat.
" eh jangan kamu menolaknya lebih dahulu, Siapa tahu ibu kamu setuju karena calon menantunya adalah pekerja kantoran dengan gajinya yang lumayan wow!" saran dari Alina bukannya memecahkan masalahnya Lala tambah membikin hidupnya runyam.
" amit-amit jabang bayi, kalau sampai Ibu tahu masalah ini demi Tuhan an aktivitasku bakalan dicekal. Terus setelah itu dikasih kayak layangan surat somasi begitu, tertuju hanya pada putrinya agar tidak kemana-mana karena dilarang keras!" begitulah sikapnya Mira yang sudah menjadi asam garam dalam kehidupan Lala siang dan malam jadi ya sudah tak terkejut lagi hanya sekarang kewaspadaan harus ditingkatkan.
" alamak, sampai segitunya ya isi dalam otaknya ibu sampai kamu saja kayak orang ketakutan?" sahut Alina penasaran.
" Ya iyalah orang dia yang ngelahirin gue, masa sikapnya yang paling buruk aku nggak tahu? bahkan yang paling buruk Sangat terburuk dan yang lebih buruk itu saja aku tahu, jadi Awas aja kalau sampai masalah ini kedengaran Di telinganya bisa di gorok batang Leherku!" ancam Lala sambil menatap tajam kearah Alina yang mengangkat dua jarinya berbentuk V.
__ADS_1
" Ih karena kebanyakan berdebat Aku sampai lupa tanya, Ayah sama Bunda kapan balik ke sini?" Tanya Lala penasaran.
" Memangnya kenapa sama mereka?" tanya Alina heran bukannya menjawab pertanyaan Lala tadi.
" Soalnya aku takut mereka Kalau kelamaan di sana pulangnya kamu sudah padat berisi, dan siap tinggal tunggu hari H untuk brojol!" jelas Lala ambigu.
" ini sebenarnya kamu itu maksudnya apa sih, ih Bisa tidak kalau ngomong jangan berputar jauh dari Jakarta ke Bandung eh ternyata Tujuannya ke Depok?" tanya Alina penasaran.
" Iya maksudnya aku itu, kalau bisa Ayah sama Bunda cepetan pulang Agar kamu dan abang Rafa bisa segera menikah! Soalnya kamu pikir aku nggak pernah lihat apa kalau tiap malam Abang selalu appelin kamar kamu, Terus besok paginya kamu kayak digigit sama drakula?" jelas Lala membuat wajah Alina memerah karena malu.
" tidak seperti yang kamu bayangkan, hanya begituan doang kok?" sahut Alina pelan.
" Hei tahu tidak kejahatan itu terjadi karena ada niat dari pelakunya dan juga kesempatan, maka sebelum itu terjadi lebih baik waspada lebih dahulu istilah kata itu sedia payung sebelum hujan!" jelas Lala membuat Alina pun paham dengan maksud tujuan sahabatnya itu yang sangat perhatian padanya agar tidak salah mengambil langkah.
" Iya nanti sebentar atau besok kok aku bakalan Hubungi Bunda, untuk tanya kapan mereka balik ke tanah air! Soalnya apa yang kamu katakan tadi itu ada benarnya juga, nanti kalo kebablasan kan ribet juga sih! Mana berani aku menolak permintaannya kekasih hatiku, Nanti kalau aku tidak memenuhinya dia bakalan cari ke tempat lain kan bisa runyam masalahnya?" jelas Alina yang selama ini selalu menuruti permintaan Rafa apapun itu.
" Kurang ajar tuh cunguk bisa-bisanya yang memaksa kamu melakukan hal aneh, jangan bilang selama di luar negeri otaknya sudah terkontaminasi hal-hal aneh? kalau sampai benar-benar itu terjadi aku adalah orang pertama yang bakalan bikin perhitungan ke dia, Bila perlu sekalian kasih masuk museum orangnya itu!" Ketus Lala kesal.
" lebay banget sih kamu kalau ngomong!" ledek Alina.
" aku mah bodo amat!" setelah perdebatan keduanya yang memakan waktu akhirnya memilih untuk pulang karena memang sudah tidak ada jam pelajaran lagi.
" kita jalan-jalan ke mall aja yuk, soalnya Suntuk di rumah saja Tidak ngapain juga?" Tanya Alina.
" Nah itu baru benar, ngapain juga pulang cepat ke rumah tidak ada yang lagi nungguin kita juga kok?" sahut Lala antusias.
" cie kayaknya ada yang berharap ditungguin nih? Kenapa tidak kasih kode saja ke paman Xavier pasti dia paham, jangan ke aku dong soalnya aku masih normal kali!" ledek Alina.
sedangkan di kantor Roberto Group, tampak kedua pria tampan yang sedang diskusi. penasaran kan apa yang mereka bicarakan, Yuk kita intip dari dekat Siapa tahu mungkin bisa dijadikan bahan cerita?
" jadi Gimana hubungan kamu sama dia, Sudah ada kemajuan atau masih jalan ditempat?" tanya Rafa kepada asisten nya itu.
" sebenarnya mau dibilang Jalan ditempat juga tidak terus ada kemajuan juga bingung kemajuannya di bagian mana? dia selalu menolak kalau aku datang ke kampus, aku ajakin ke kantor eh malah nggak mau? terus akunya harus gimana coba, terbang di udara kayak Batman begitu?" Xavier ditanya Hanya sepenggal doang jawabannya layaknya tante-tante yang lagi curhat.
" ya kalau memang kamu bisa jadi Batman Kenapa tidak melakukan hal itu, siapa tahu dengan cara begitu dia bakalan Tersanjung atau jadi tergerak hatinya?" sahut Rafa.
" ya kalau sampai aku melakukan hal itu belum sampai ke tahap pendekatan, nyawa aku sudah dijual murah di diskon pun mungkin tidak akan pernah ada yang mau?" sahut Xavier frustasi.
" jangan kalah di mental dong, kita sebagai seorang pria harus menjadi pejuang cinta sejati! tidak boleh mundur entah apapun halangan yang Menghadang, karena nanti kita bakalan dikira main-main sama anak orang. kalau ibu bapaknya tidak tahu ya syukur, Coba kalau mereka tahu bisa dipastikan si doi nya akan dijodohkan kepada orang lain!" perkataan Rafa itu terdengar begitu mencekam ditelinganya Xavier.
__ADS_1
" tuan, kalau mau kasih solusi itu gunakan bahasa yang bikin aku semangat dong! bukannya tidak sopan tapi kalau kata-katanya seperti Tuan tadi, bisa dipastikan orang yang kalau punya pikirannya tidak Seluas Samudra seperti itu sudah gantung diri dari kemarin!" pinta Xavier frustasi karena perkataan Rafa bukan memberinya solusi melainkan membuat dirinya bertambah stres.
" Iya memang aku bukan pacarnya untuk memberikan saran pada orang yang lagi jatuh cinta, orang saat aku di posisi mu saja tanya sama tante Google!" sahut Rafa santai tanpa beban.