
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
" Suka suka aku lah ,kenapa kamu yang kesal.Lagian ini kan kamarku juga ,kamu kan cuman numpang saja". Sindir Vano
" Ishh lebay kamu ,lagian aku juga mau balik ". Ujar Rivan,hendak keluar dari ruangan tersebut namun di cegah Vano.
" Kamu jangan coba coba bergerak ,atau kuikat kaki dan tangan mu".Ancam Vano,Rivan langsung menghentikan kakinya mendengar ancaman dari Vano.
"Maksudmu apa hah,sudah lah aku mau pulang ,jangan coba coba banyak perintah atau aku yang akan ikat kaki dan tangan kamu ". Ancam Rivan balik.
__ADS_1
"No,ada yang ingin aku tanyakan ,tentang kamu dan Alex.Tolonglah jangan sembunyikan sesuatu ,jika masih menganggap ku sebagai keluargamu ".Pinta Vano
Dengan menghembuskan nafasnya kasar,Rivan duduk di samping Vano.Wajahnya tanpa ekspresi ,ia bingung harus mulai dari pembicaraan mereka .
" Sebelum kamu cerita ,lebih baik kamu makan dulu ya.Galau juga butuh tenaga bro,so ayo isi bensin mu dulu biar kalau mau bicara ada tenaganya ".Goda Vano
Rivan yang lagi malas berdebat ,menuruti kemauan Vano.Dengan malas di tatap makanan di hadapannya ,entah mengapa melihat makanan tersebut wajah Selina yang ada di otaknya kini.
Rivan langsung mendorong piring dihadapanya,lalu menutup wajahnya menggunakan tangannya dan bersandar di sofa.
Vano yang dari tadi sibuk dengan ponselnya ,langsung menghentikan kegiatan tersebut dan menatap heran kearah Rivan.
Rivan memulai cerita soal dirinya yang menyukai Selina, namun harus menelan kekecewaannya karena Alex menikahi Selina secara paksa.Bahkan Alex tak menunjukan rasa bersalah, ia bersikap biasa saja tanpa beban.
Rivan juga kini bingung karena tak tahu sama sekali, dimana Selina sekarang. Ia bagai hilang di telan bumi, padahal Rivan di sini sangat khawatir keadaannya.
" Jadi Selina pergi dan sampai sekarang kamu tidak tahu dimana keberadaan nya"? Tanya Vano memastikan.
" Kurang lebih seperti itu". Sahut Rivan pelan
" Kamu sudah cek di orang tuanya "? Tanya Vano memastikan lagi
__ADS_1
" Justru orang tua nya lah , yang menjualnya kepada Alex brengsek ". Ujar Rivan
" Dasar Alex tak punya hati jika menyangkut wanita, aku bingung sebenarnya dia lahir dari mana sih"? Kesal Vano.
" sudahlah tak usah di bahas dengan manusia yang tak punya hati, aku balik dulu".Pamit Rivan
"Kamu yakin sudah mencari keseluruh negri"?Tanya Vano
"Hemmm mungkin hanya lubang semut yang tidak kucari".Sahut Rivan
"Kenapa tak mengecek di bandara,stasiun atau apapun itu.Supaya kita bisa dengan mudah mengetahui ,apakah dia masih di tempat ini,negara ini atau tidak "? Vano memberi Saran.
Wajah Rivan langsung senang ,entah kenapa selama ini ia tak berpikiran kesitu.Ia kembali bersemangat untuk menemukan Selina,dan membawanya kembali.
Rivan berjanji dalam hati,jika sampai ia bertemu Selina akan menjadikannya nyonya Rivan Orlando.
"Terimakasih Vano,tak sia sia aku bercerita kepadamu. Aku senang ternyata kali ini otakmu berfungsi juga,tidak hanya memikirkan hal yang berbau negatif saja ".Sindir Rivan sambil tersenyum.
"Dasar mulut bisa di jaga, bukannya bilang terimakasih atau apalah itu ,eh malah ngomong yang bikin emosi saja ".Sungut Vano
"Haha sudahlah jangan kamu pasang wajah menjijikkan itu,aku mau muntah lihatnya ".Ejek Rivan
__ADS_1