AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 219


__ADS_3

HEHE AKU BALIK LAGI...KAN KARYA INI HANYA HIATUS BUKAN TAMAT....


LOPE U FULL


LANJUT ***


Tampak di sebuah ruangan yang bernuansa hitam,seorang pria tampan duduk manis sambil menatap kearah pigura yang sedang ia pegang.


Senyuman tak pernah lepas dari wajahnya,hatinya seolah tak percaya bahwa wanita yang ditunggu nya bertahun tahun kini sudah bahagia bersama pria lain.


Sakit iya benar sekali,tapi ikhlas akan kah ia bisa melakukan itu disaat hatinya masih tetap terpaut satu nama itu.


Selina Beatrix,cinta pertama dan harapan agar menjadi Cinta terakhir harus ia kubur dalam dalam.


Tapi bisakah hati ini ikhlas,oh sepertinya tidak bisa karena ia yakin jika Tuhan telah menyiapkan Selina sebagai jodohnya.


Rivan Orlando kembali hanya untuk mengambil apa yang ia punya,tak peduli dengan penolakan Karena baginya lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.


"Vigo,kamu selidiki bagaimana hubungan mereka kini?" Tanya Rivan pada sang asisten.


"Nyonya Selina kini sedang bahagia bersama Tuan Alex Roberto.Saya harap Tuan tidak melakukan sesuatu yang nanti akan disesali oleh anda sendiri,karena mereka itu suami istri tidak bisa dipisahkan begitu saja!" entah dapat kekuatan darimana Vigo dengan berani melarang keras Majikannya itu.


"Kamu lakukan saja apa yang saya suruh,tidak perlu berkomentar lagi karena saya tak ingin mendengar apapun itu!" Tegas Rivan tak ingin dibantah.


Vigo hanya bisa menahan emosinya,karena hal inilah membuat dirinya paling emosi menyangkut wanita.


Makhluk yang dijuluki dengan berbagai macam hal,mulai dari pemersatu dunia sampai perusak dunia bahkan sampai racun dunia.


"Tuan,padahal banyak wanita cantik dengan berbagai merk mulai dari original sampai stok terbatas,tapi masa akhirnya lari ke bini orang!" Gerutu Vigo tapi hanya bisa membantah dalam hati ia mana berani berbicara panjang lebar lagi.


Selina yang sudah selesai mandi berencana membangunkan putrinya yang kalau tidur selalu lupa waktu,katanya ingin kawin tapi belum jadi istri saja sudah molor apalagi kalau sudah.


"Ana bangun dong Nak!" Teriak Selina dari depan pintu.


Alina yang baru bangun langsung membuka pintu dengan penampilan sangat berantakan,kaya orang baru habis perang dunia.


"Hemm ada apa sih Bunda?" Tanya Alina sambil matanya terpejam.


"Lho kok malah tanya sih,ini sudah jam berapa mau temani Bang Rafa check up tidak?" Tanya Selina heran.


"Apaaa,astaga Bunda kenapa tidak bangunkan aku dari tadi sih,kalau abang telat gimana dong?" Omel Alina lalu segera berlari kedalam kamar karena ia harus bersiap diri.

__ADS_1



"Tanpa mandi,Alina tetap cantik kok!" Bangga Alina didepan cermin.


Sementara itu Alex yang sudah bersiap diri untuk ke kantor,mencari keberadaan sang istri yang entah dimana?


"Sayang kamu dimana?" Tanya Alex dari dalam kamar membuat Selina yang sedang menyiapkan sarapan jengah dibuatnya.


"Tuh orang kenapa sih selalu saja teriak kalau tidak ada siapa siapa,dia pikir aku mau menghilang kemana sih?" Omel Selina kesal.


"Aku disini,cepat keluar sarapan!" Sahut Selina tidak ada manis manisnya.


"Aku belum pakai dasi lho Yang!" Teriak Alex yang mau nya sang istri datang dan mengurus dirinya.


"Nanti bawa kesini saja kan bisa,ayo cepat aku tunggu." Ajak Selina lagi.


Alex mau tak mau keluar kamar dengan memegang dasi ditangannya,saat keluar ia hanya melihat Selina membuat jiwa jahilnya meronta minta tolong.



"Sayang aku tampan kan?" Tanya Alex sambil tersenyum.


"Hadeuh basa basi nya lain kali saja aku capek,ayo duduk makan sarapannya pergi kerja jangan banyak waktu untuk malas!" perintah Selina serius sambil mengaduk makanan untuk diberikan pada Alex.



"Kamu pikir di dunia ini hanya milik kita berdua begitu?" Tanya Selina sinis.


"Memang!" Sahut Alex santai tanpa beban bro.


"Stop sudah lebih baik kamu diam,aku pusing!Ini anak anak mana lagi kenapa belum muncul juga sih,apa perlu ku panggil derek buat tarik mereka keluar?" Omel Selina.


"Pagi!" Ujar Alina yang sudah cantik.


"Pagi juga kesayangan Ayah,wihh sudah cantik ya pagi pagi begini?" puji Alex.


"Oh tentu dong Yah,masa bau kan malu sama cantiknya." Sahut Alina percaya diri.


"Paling cuman cuci muka doang tuh,aku saja penasaran pasti mandi parfum saja!" Ejek Selina.


Alina hanya mendengus kesal ketika mendengar ledekan sang Bunda,padahal sebenarnya betul semua tidak ada yang salah.

__ADS_1


"Bunda bisa saja terlalu jujur amat sekali mulutnya itu!" Ucap Alina sambil memaksakan senyuman diwajahnya itu.


"Ya iyalah harus jujur masa bohong dosa tahu,Abang mana kok belum keluar juga?" Tanya Selina penasaran.


"Aku datang!" Sahut Rafa yang baru muncul dari dalam kamar.


"Pagi Sayang!" Sapa Rafa sambil mengecup kepala Alina.


"Ehemm serasa dunia milik berdua ya Ayah,kita yang lain cuman numpang buang angin doang!" Sindir Selina pelan.


"Iri bilang boss!" Ujar Alina sambil tersenyum mengejek.


"Kamu tumben bangun pagi sekali?" Tanya Rafa penasaran.


"Kata siapa pagi sekali,orang tadi kalau tidak di dobrak sama Bunda mungkin sekarang dia lagi molor ngalor ngidul!" Ejek Selina.


"Ihh Bunda Nih bikin malu saja,kenapa sih selalu saja begitu aku kesal nih?" Omel Alina.


Rafa hanya bisa mengacak gemas rambut wanita yang paling dicintainya itu,ia selalu mencintai wanita itu tanpa syarat.


"Kalian jadi kan pergi cek ke dokter hari ini?" Tanya Selina memastikan.


"Jadi Bunda,nanti Abang bareng adek saja!" Sahut Rafa sambil terus mengunyah sarapannya.


"Nempel terus ya kalian,Sayang aku kan juga pengen!" Ujar Alex sok imut.


"Idih menggelikan sekali sih kamu,aku jadi ingin muntah!" Ejek Selina sambil menahan tawanya.


"Ayah ingat umur napa,malu maluin saja lebay nya.Katanya pemimpin galak dan irit bicara,tapi sama Bunda ih bikin sakit mata tau tidak!" Alina menimpali.


"Oh beda dong Nak,masa sama istri pujaan hati harus galak Nanti kalau kabur lagi kan repot.Masa iya kali ini Ayah harus kena sakit jantung supaya dia bisa kembali?" Jawab Alex membuat Selina hanya bisa geleng geleng kepala.


"Kalau dia kabur aku bakal cilik dan bawah pergi lebih jauh lagi!" Terdengar suara yang tidak asing di telinga semua orang di dalam ruangan itu.


"Kamu kenapa bisa disini?" Tanya Alex heran.


"Mengambil apa yang tertinggal!" Sahut Rivan ambigu.


Semua orang bingung hanya Alex saja yang paham,ia tahu apa yang tertinggal dari maksud perkataan Rivan tadi.


"Kamu pikir aku bakal mengijinkan hal itu terjadi?" Tanya Alex sinis.

__ADS_1


"Terserah yang pasti aku bakal berusaha dengan caraku!" Sahut Rivan sambil tersenyum smirk.


__ADS_2