AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 271


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LANJUT ***


"Jadi gimana udah ada orang yang pas untuk diajak buat gantiin posisi aku nggak, Aku ikhlas jika memang hanya itu yang bisa membuat dia bahagia?" tanya Devan memastikan seolah memang waktunya Tidak lama lagi.


Dinda tak bisa berkata-kata lagi, dirinya bingung suaminya seolah pasrah,dirinya tidak sama sekali ada niat untuk melakukan semua itu.


Alex dan Selina tak bisa berkata apa-apa, karena keduanya seolah terjebak dengan masalah rumah tangga kedua manusia yang berada di hadapan mereka ini.


" maafin kami jika hadir disaat yang tidak tepat, Tapi tolong Jalan melakukan sesuatu yang nantinya akan kalian sesali di kemudian hari! hidup ini hanya sekali jangan sia-siakan, karena keadaan yang ada sekarang harus kita hadapi bukan kita lari. penyakit itu adalah ujian dari Tuhan, yang sedang mencoba menguji kesabaran kita sampai di mana. jangan melupakan satu hal bahwa ia tak pernah memberikan cobaan lebih dari kemampuan umatnya, Bukankah semua makhluk miliknya? " Selina berkata seperti itu karena ingin membuat sepasang suami istri itu sadar bahwa waktu yang ada harus digunakan sebaik mungkin.

__ADS_1


" aku bingung Lina harus bagaimana, dia selalu mengeluarkan kata-kata itu yang kadang membuat aku menjauh bukan karena tidak ingin bersama dia hanya sudah capek mendengar semua perkataannya!" jelas Dinda sambil menahan tangisnya.


Devan menatap Intens ke arah istrinya, dirinya baru tahu Apa yang dirasakan Dinda sekarang. ternyata memaksakan hati seseorang itu sangat berat, mengucapkan itu gampang tapi saat melaksanakannya itu sungguh hati dan nurani bekerja.


" kamu marah sama aku? " tanya Devan memastikan.


Dinda menatap Sendu suaminya itu, dirinya yakin jika Devan akan mengerti walaupun dirinya mengatakan hanya melalui bahasa tubuh saja.


" Astaga Yang aku minta maaf jika lebih mementingkan ego daripada perasaan kamu, hanya saja kamu tahu kan apa yang aku inginkan dalam hidup ini? yaitu melihat kamu bahagia tersenyum tidak ada kesedihan sama sekali, agar jika suatu saat aku dipanggil Tuhan kamu kamu boleh bersedih tapi tidak berlarut-larut! " sahut Devan lirih.


" sayang kita keluar yuk, biarkan mereka berdua berbicara dari hati ke hati agar esok lusa tidak ada yang menyesalinya!" ajak Alex sambil memegang tangan istrinya itu.

__ADS_1


Selina menganggukkan kepalanya pertanda setuju, namun Dinda menghentikan keduanya karena tak ingin sendirian melalui semua ini.


" Lina kamu temani aku dong sebentar saja, karena kalau kamu pergi aku sama siapa Di Sini? boleh ya tuan, soalnya Hanya Sekali Ini Saja besok tidak lagi deh!" pinta Dinda memelas.


Selina menjadi tak terhadap sahabatnya itu, sebab dirinya yakin jika memang Dinda sedang butuh tempat untuk bersandar dan bisa mendengarkan setiap keluh kesahnya .


" Ya sudah aku temani kamu deh sampai kapanpun, hanya saja kamu juga Senyum dong masa sedih terus apa nggak capek tuh muka ditekuk begitu?" goda Selina yang mencoba untuk mencairkan suasana.


" ih biar ditekuk tapi masih cantik tahu tidak, Jadi kalau ngomong jangan suka aneh-aneh deh dasar tidak setia kawan kamu tuh!" gerutu Dinda yang pura-pura marah.


tiba-tiba layar monitor yang memantau keadaan Devan berbunyi begitu keras, membuat semua orang yang didalamnya menjadi panik.

__ADS_1


" Mas kamu kenapa, baik saja kan?" tanya Dinda memastikan namun tubuh Devan seolah tak merespon sama sekali.


__ADS_2