
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA DONG...
NANTI AUTHOR BAKALAN RAJIN UP DEH..
LOPE U FULL
LANJUT...
" Huft untung juga ganteng, coba kalau jelek sudah ku ulek bikin bumbu rujak".Kesal Mira
Manusia mana yang tak kesal, ketika kita tengah bicara namun tak ada yang menghiraukan sama sekali.
Mira memutuskan kembali ke meja nya, hari ini ia benar benar kerja berat.Mulai dari menghadapi klien yang ngamuk, dan soal Rivan yang datang seperti orang kesurupan.
__ADS_1
Sementara itu di sebuah bandar udara di milan italia, ada seorang wanita yang cantik yang tengah duduk menunggu taksi.Dengan hanya bermodal kan uang tabungan nya selama bekerja, dan kemampuan bahasa inggrisnya ia kini berada di negara yang sama sekali tak di kenal nya.
" Ya Tuhan, lindungilah perjalanan ku selama disini, lancarkan segala rencana ku dan juga semoga masa depan ku lebih baik disini". Gumam Selina.
Selina memutuskan pergi kenegara yang dikenal dengan julukan negara spaghetti dan the boot tersebut karena ingin menjauh dari Alex.
Ia ingin memulai hidup baru jauh dari orang yang dengan tega,mengambil dan merenggut harta yang sangat berharga yang ia miliki.
" Seumur hidup ku, aku akan selalu membenci mu.Dan tak akan melupakan semua kelakuan bejat mu itu, doaku semoga kau selalu menderita seperti diriku"..Ucap Selina saat ia sudah berada dalam taksi.Ia meminta tolong kepada supir taksi tersebut,supaya mengantarkan nya ke apartemen yang sederhana dan tak jauh dari pusat kota.
Selina pun sangat berterima kasih kepada sopir taksi tersebut karena, sudah mau membantunya dengan ikhlas.
Kini ia berada di dalam kamar nya, yang tak terlalu luas mungkin ukuran 3×4 tapi cukup buat menaruh kasur dan sebuah lemari kecil.
Bagi Selina ia tak pernah permasalah kan apa pun keadaan nya, karena dari dulu Bunda nya selalu mengajar kan dia agar jadi manusia yang selalu bersyukur.
__ADS_1
" Bunda doakan aku ya, agar kuat menjalani ini semua.Doakan aku agar menjadi wanita hebat, dimana pun aku berada". Lirih Selina sambil memandang foto almarhum Bunda nya.
Selina pun mulai membereska barang nya, tak banyak yang ada karena ia baru datang.Dan besok ia akan memutuskan untuk langsung mencari pekerjaan , bukan kah hidup perlu uang.
Kembali ke kediaman Alex, ia dan Ben kini tengah tidur dengan pulas nya sampai lupa makan dan kerja.Alex tak sadar jika nasib persahabatan nya dengan Rivan dari kecil,akan mengalami hal yang tak pernah ada di benak nya.
Sementara itu, Rivan dengan tatapan tajam dan menikam.Masuk kedalam pekarangan rumah nya Alex, dan langsung turun dari mobil nya.
Rivan melihat mobil Alex dan Ben masih terparkir disana, ia pun yakin jika orang yang ia cari ada di tempat itu.
Rivan langsung masuk kedalam rumah tanpa menjawab salam dari pelayan di rumah tersebut.Para pelayan pun merasa heran,,Rivan yang dikenal ramah kepada siapa saja, kali ini jauh dari kata itu.
Rivan menuju ke kamar Alex, setelah ia menarik handle pintu dan tak terkunci.Ia melihat Alex dan Ben sedang terlelap, dengan posisi Alex diatas kasur dan Ben di sofa.
Ia pun membanting pintu kamar tersebut, alhasil membuat kedua manusia yang tengah bermimpi tersebut langsung bangun.
__ADS_1