
VOTE VOTE VOTE NYA TERSEYENG.....
TERIMA KASIH😍😍
💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Selina yang mendengar jawabannya Devan ,langsung bangkit dan menyusul Rivan.Biarlah ia berdosa karena khawatir pada pria ,yang bukan suaminya.
Karena baginya kini keadaan Rivan sangat lah penting ,ia tak mau terjadi sesuatu kepada pria yang tulus menerima dirinya. Selina bingung di mana Rivan berada,karena ia tak melihat sosok pria tampan itu di parkiran.
Ia takut Rivan akan nekat melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya.Ia menyesal menyampaikan keputusannya ,dan menyebabkan pria itu marah.
" Ya ampun Mas kamu di mana sih,kok hilang begitu saja". Lirih Selina.
Namun ketika di tengah kegelisahan nya,ia melihat mobil yang tadi di pakai Rivan mengantarnya. Masih terparkir di sana,ia pun memutuskan mendekati mobil tersebut untuk memastikan apa Rivan di dalam atau tidak.
__ADS_1
Sedangkan Rivan yang melihat Selina mendekatinya ,langsung tersenyum ia senang karena Selina peduli padanya. Rivan sebetulnya tak tega pergi dengan keadaan kesal,tapi dari pada tak bisa mengontrol dirinya..
"Aku tahu jika Tuhan sudah menentukan ,kalau kamu adalah jodohku. "Gumam Rivan pelan.
Selina yang melihat Rivan ada di dalam mobil,langsung tersenyum .Hatinya lega karena ternyata Rivan tak pergi jauh,ia pun lalu mengetuk kaca jendela mobil.
" Mas bukain pintu nya ,aku mau ngomong ". Pinta Selina
Rivan membukakan pintu ,namun masih menampilkan wajah datar. Ia tak ingin Selina menyampaikan maksudnya lagi,karena sungguh ia tak ikhlas melakukannya.
" Kamu mau bicara soal apa, tapi kalau soal yang tadi lebih baik aku anterin kamu pulang saja". Tolak Rivan
" Lho Mas kok jadi marah,aku kan hanya ngomong belum juga pergi"? Ujar Selina
" Ya biasanya orang kalau bicara,ya langsung di praktekkan. Jadi coba tadi kalau aku setuju kamu pergi,mungkin sekarang kamu masih ada di hadapanku seperti ini atau tidak". Sahut Rivan
__ADS_1
" Mas kalau boleh aku tahu,alasan apa kamu nggak mau aku pergi"? Tanya Selina penasaran sambil menatap Rivan.
" Apa selama ini kamu nggak peka,kalau aku sebenarnya mencintai kamu dan tak pernah mempermasalahkan status ataupun keadaan kamu sekarang. Karena bagiku kamu yang kini ataupun yang dahulu sama saja,Yaitu Selina Beatrix yang kucintai ". Ucap Rivan sambil menatap Selina tulus.
Selina pun mengeluarkan airmata bahagianya ,karena seumur hidupnya baru ada seorang yang begitu peduli padanya setelah Dinda Dan Devan.
Tapi keadaannya sekarang berbeda ,ia tak mungkin membebani Rivan.sedangkan ia sendiri sebenarnya mempunyai seorang suami,apa kata dunia nanti.
Seorang wanita bersuami,pergi bersama pria lain dan kini tengah hamil.Orang di sekeliling kita selalu menilai kita dari kulit luarnya ,tanpa tahu apa yang kita rasakan kini.
" Mass boleh tidak aku minta kamu mengerti dengan keadaan ku kini.Boleh tidak biarkan aku berpikir ,untuk menyelesaikan masalah ini sendiri. Setelah itu barulah aku bisa menjawab setiap pertanyaan Kamu,karena aku hanya tak ingin memberi harapan yang tak tahu kapan ada kepastiannya ". Lirih Selina lagi.
" Aku tahu semua perasaan kamu,aku tahu kecemasan kamu.Tapi bukankah alangkah lebih baik ,jika ada yang mendampingi kamu.Apalagi sekarang kamu tak sendirian sudah ada kehidupan lain yang bersama kamu,aku janji tak akan memaksa kamu untuk menerima perasaan aku.Tapi ijinkan aku untuk selalu di samping kamu,karena dengan hal tersebut hatiku akan tenang". Pinta Rivan sambil memegang tangan Selina.
Selina pun tersentuh dengan perkataan Rivan,ia pun tak ingin mengecewakan pria yang tulus membantunya.
" Terimakasih Mas karena sudah hadir saat aku butuh ,aku janji tak kan pergi lagi.Tapi Mas juga janji ya,jangan ancam seperti tadi lagi". Ucap Selina
__ADS_1
" Hahha kamu kok percaya sih,siapa juga yang mau mati muda.Aku masih tunggu anak aku lahir,masih mau nikah sama wanita cantik di hadapanku kini."Sahut.Rivan sambil tertawa kecil ,wajah Selina merona karena malu mendengar perkataan Rivan barusan.
Rivan yang melihat wajah Selina memerah ,langsung mengacak gemas rambut nya.Yang mana membuat pemiliknya ,langsung menatap tajam kearah nya.