
HEHE ADA YANG MARAH NI YEE...
AUTO MIMA KABUR AH🤣🤣🤣
LANJUT ***
Alex merasa bersalah sambil memandang kearah istrinya itu ,ingin didekati tapi apadaya tubuhnya tak mendukung situasinya.
"Kamu marah?" Tanya Alex pelan.
Tapi Selina malah membelakangi suaminya sambil tersenyum,ia tahu tadi Alex marah karena efek cemburu jadi dirinya mengikuti alur saja biar Alex kapok.
"Ya dia marah gimana dong habisnya nih mulut sama otak susah untuk diajak kompromi," sesal Alex.
"Sayang ayolah masa lebih sayang sama dindingnya," bujuk Alex lagi.
"Yaiyalah orang dindingnya lebih seksi." Sahut Selina pelan tapi Alex masih sempat mendengarnya.
"Ah kamu sudah tahu suaminya sensitive masa diajak untuk debat lagi." Kesal Alex.
"Bodoh amat,amatnya saja nggak bodoh masa dibikin heboh," gumam Selina pelan.
"Yang tega sekali kamu," bujuk Alex sekali lagi.
"haha kasian sih kamu,makanya mulut itu dijaga biar nggak dikerjain balik," tawa Selina sambil menahan suaranya.
Selina tertidur dengan membelakangi Alex dengan tersenyum penuh kemenangan,lain halnya dengan Alex yang sedang uring uringan.Ia menyesal dengan semua yang dikatakannya tadi,tapi apa mau dikata semua sudah terlanjur dikatakan.
__ADS_1
"Yang,Sayang,Ayolah masa dari tadi aku dianggurin," bujuk Alex lagi.
Tapi sayang semua bujukan mautnya tak mempan bagi Selina,soalnya orang yang dimaksud sudah tertidur.
"Ya ampun nasib kok gini amat ya,punya istri satu saja tapi konfliknya nggak pernah habis.Author coba aku dikasihani dong,kalau gini terus kapan bisa buka puasa.maklumlah sudah 10 kali lebaran tapi puasa terus," gerutu Alex.
"Astaga kamu ya,saat marah cerewet saat baik cerewetnya sama saja memangnya mulut tuh nggak capek apa," ujar Selina tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.
"Ya habisnya dari tadi aku nggak direspon sama sekali." kesal Alex.
"Iya sudah aku nggak marah,habisnya kayanya udah nggak bisa berubah lagi.Daripada aku marah marah,tapi kamunya nggak bakal pernah berubah jadi pasrah dengan nasib," sindir Selina yang sudah tak ingin berdebat lagi.
tok tok tok
ceklek,,pintu terbuka dan tampak seorang suster masuk sambil membawa sekantong plastik yang Selina yakini jika titipan dari Rivan.
"Iya makasih ya Sus,pasti bakal saya makan sekarang." Sahut Selina sambil tersenyum.
Suster tersebut membuka bungkusan dan memberikan semangkuk bubur ayam yang masih panas.Setelah menaruh dihadapan Selina dirinya pun pamit undur diri.
"Saya permisi dulu ya Nyonya,Tuan," pamitnya.
"iya Sus,makasih ya." ujar Selina sekali lagi.
Setelah ditinggalkan pergi oleh suster tadi,Selina mulai menyantap bubur ayam tersebut.Ia menoleh kearah Alex yang terlihat gusar karena Selina memakan sesuatu pemberian dari Rivan.
"Sudah ihh,malu maluin saja masa sama bubur Ayam kamu cemburu.Jangan bilang kalau tempat tidur,dinding juga mangkuk yang kupegang ini kamu cemburuin," ejek Selina.
__ADS_1
"Aku normal kali Yang,cemburu tidak pada tempatnya. Tapi aku sekarang cemburu pada orang yang kasih bubur itu,apalagi tadi lihat tingkah lebaynya kekamu." Alex merajuk membuat Selina merasa gemas sendiri.
"Aku kenal sama Mas Rivan sudah dari dulu bahkan sebelum ketemu kamu,dia bahkan selalu peduli padaku tidak seperti kamu yang dulu selalu emosi melihatku," sindir Selina.
"Ya jangan samakan dulu dengan sekarang,jadi aku nggak mau dia tetap seperti itu," tolak Alex.
"terserah kamu saja,aku bingung bagaimana caranya agar kamu merubah segala pikiran yang ada dalam otak kamu itu.Cobalah untuk merubah cara pikir kamu,jika setiap hari kamu bawaannya curiga dan cemburu sama Mas Rivan maka akan tetap begitu.Meskipun diantara kami tak ada hubungan apa apa,tapi kamu pasti selalu menganggap ada apa apanya," pinta Selina.
"Maafkan aku Yang,tapi aku juga bingung dengan diriku sekarang ini.Padahal dulu aku tipe orang yang bodoh amat dengan masalah yang ada,entah sekarang saat ketemu kamu malah jadi sebaliknya," ujar Alex yang bingung dengan dirinya kini.
"Aku mau kamu yang seperti ini,selalu membicarakan segalanya dengan kepala dingin tanpa mengedepankan emosi dahulu." Selina akhirnya mengeluarkan keluh kesahnya dan harapan untuk suaminya.
"Makasih Yang karena mau mengerti,kamu jangan pergi lagi ya kalau aku salah kamu tolong jangan bosan bosan mengingatkan ya agar aku tidak menyakiti kamu lagi," pinta Alex.
"Baiklah,kamu mau makan tidak ini enak lho," goda Selina yang menunjukkan bubur yang dipegangnya itu.
"Tidak ah,melihatnya saja sudah membuatku kenyang," tolak Alex tapi matanya tetap tertuju kepada mangkuk dipegangnya Selina.
"Gengsilah masa aku harus bilang mau,sedang tadi saat ditawar Rivan aku tolak mentah mentah," gumam Alex.
****kaka yang ganteng atau cantik yang terseyenk..
auto pelakor kan maksud nya antara Alex dan Selina..
terus takut lho kalau babang Rivan ngamuk karena author sebut PEBINOR.🤣😂😂
JADI KAKA JANGAN SEBUT PEBINOR YA,, NANTI AKU BIKIN RIVAN JADI PEBINOR LHO😎😎
__ADS_1
LOVE U ALLL***