AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 182


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


WOIIII LIKE NYA MANA πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ^^^


Alina menatap kesal kearah Dosen yang selalu memakai pakaian seksi itu,tadi ia memarahi Cindy habis habisah eh tau nya Alina juga bakal dapat ceramah.


"Sabar sabar yang penting tadi dia sempat membela kamu," bujuk Lala pelan.


"Tetap saja aku dongkol kalau mulutnya ngomong terus." Kesal Alina.


"Sabar,orang cantik itu harus sabar," bujuk Lala lagi.


Dengan perasan yang tak bisa dijelaskan Alina memilih mengikuti saran Lala,kasihan juga anak orang tak dihargai terus pendapatnya.


"Baik semuanya kita mulai pelajaran nya,ingat kan kemarin saya pernah bilang kalau hari ini kita kuis?" Tanya Dosen Mery namanya.


"Ahhh nasib nasib sekolah kok gini amat ya,mending aku nikah saja ah," gumam Lala pelan tapi masih bisa didengar oleh Alina.


"Huss,sekolah yang benar jangan ingat kawin masak air saja gosong mau belagak minta kawin," Ledek Alina.


"Kamu mah enak,kayanya saat pembagian wajah dan lainnya giliran kamu pasti Tuhan hatinya lagi senang." Sahut Lala pelan.


"Ada saja kamu ini," ujar Alina sambil menggeleng kepalanya.


"Lala dilara,Alina Roberto mau saya keluarkan dari kelas," Bentak Mery dosen kesayangan AuthorπŸ˜‚πŸ˜‚


"Ehh tidak Bu,maafkan kami." Sahut Lala sambil tertunduk berbeda dengan Alina yang terlihat cuek bebek.


"Ayo kerjakan segera jangan ada yang yang bicara saat mengerjakannya ataupun menoleh kekiri kanan dan jangan bergeser posisi satu senti pun," Tegas Dosen itu.


"Alamak ini namanya penghentian karakter,masa toleh pun tak bisa lebih baik jadi patung Asmat saja kan tegang kearah depan terus," gerutu Lala.


Suasana kelas tampak sunyi,karena semuanya sedang mempertaruhkan isi dalam otak.Apa pintar ataupun tidak apa menyimak pelajaran dengan baik atau tidak?


Lala tampak seperti orang yang kegelisahannya di atas rata rata,bagaimana tidak bukannya menjawab pertanyaan dikertas ia malah menatap kearah Alina yang tampang tenang mengerjakan soal.


"Apa hanya aku yang bodoh dikelas ini,makanya semuanya tampak biasa saja dan tidak tertekan berbeda denganku," gumam Lala pelan.


Jika semua mahasiwa sedang berusaha mati matian menjawab soal,Rafa kini sedang berusaha tidak membunuh orang.


"Brengsek,Apa yang kau lakukan padaku?" Teriak Rio.


"Menurutmu?Tanya Rafa sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


Yap,Rafa sekarang sedang berada diruangan tempat Rio disekap,tadi sepulang nya mengantarkan Alina dirinya langsung kesini.


Jika ditanya Rafa baru kok bisa tahu seluk beluk tempat ini,terus gps yang dimobil dan ponselnya gunanya untuk apa.


"Lepaskan aku dan kita duel," tantang Rio yang merasa akan menang melawan Rafa.


"Hemm baiklah jika itu maumu." Sahut Rafa santai.


"Lepaskan talinya kami akan berduel,kalian menjauh dari sini jangan ada yang mencoba untuk membantu karena kalian yang akan tanggung akibatnya." Ujar Rafa dengan tatapan mengintimidasi.


Kini Kedua pria yang berbeda usia itu sedang saling melemparkan aura permusuhan,Rio ingin sekali membunuh pria yang berada dihadapannya kini.


"Jika kau berhasil mengalahkan ku,aku bakal melepaskanmu dari sini dan tak mempermasalahkan semua yang terjadi," janji Rafa yang membuat semua orang menarik nafas.


"Hah,itu yang kuharapkan dan kau harus menepati janjimu itu," ujar Rio dengan tersenyum smirk.


"Silahkan kau duluan yang memukulku," perintah Rafa yang membuat Rio kesal karena pria dihadapannya ini seperti sedang mempermainkan dirinya.


Saat Rio mendekat dan ingin melayangkan pukulan...


Bughh


Satu pukulan telak diberikan Rafa,membuat pria yang dihadapannya langsung terjatuh tak sadarkan diri.


"Segitu doang ,hah kalau begitu tadi dimana kebanggaan diri yang tadi dipamerkan?" Tanya Rafa pelan melihat tubuh Rio yang sudah jatuh kebawah bagaikan kayu kering.


"Ambil air dan siram dia,kalau belum bangun juga pakai cara kalian!" perintah Rafa tegas.


"Haii jagoan ayolah bangun kenapa hanya tidur saja?" Tanya Rafa sambil tersenyum.


"Brengsek kalian itu maunya apa ha?" Bentak Rio yang sudah tak bisa menahan kekesalannya di tengah kepalanya yang pusing.


"Ingin membuat kamu tobat karena berani menyentuh apa yang menjadi milikku,dan membuat orang sombong seperti mu menghentikan segala kesombongan mu yang sukanya menghancurkan masa depan anak orang." Sahut Rafa.


"Aku mohon maafkan aku,aku janji bakal berubah," ujar Rio lirih.


"Tapi aku tak percaya,karena sejatinya orang yang sifatnya sudah mendarah daging tidak akan pernah bisa berubah yang ada bertambah parah!" tolak Rafa.


"Aku janji akan berubah dan pergi jauh dari sini," teriak Rio yang terlihat sangat putus asa ketika hidupnya sedikit lagi ya berakhir.


"Kalian urus dia,kasih makan hiu yang kelaparan," ujar Rafa yang langsung keluar dari ruangan itu menuju kampus Alina.


Hanya itulah tempat yang ingin dituju oleh Rafa,dirinya ingin memeluk kekasih hatinya yang dipacari secar sembunyi dari orang tua mereka.


Karena jarak yang lumayan jauh,serta jalanan yang padat merayap satu setengah jam barulah ia sampai.Rafa sangat bersyukur karena ternyata Alina juga baru keluar kelas,ia melambaikan tangan kearah Kekasihnya itu.


"Sayang!" Teriak Rafa.


Alina yang mendengar suara Rafa langsung menoleh kearah sumber suara,ia langsung tersenyum karena ternyata pujaan hatinya sudah datang.

__ADS_1


Alina pun mempercepat langkahnya ,saat mendekat sesuatu yang mengesalkan baginya terjadi.


"Ahhh Rafa ini kamu,iya kan beneran kamu salah satu mahasiswa terpopuler dulu dikampus," teriak mery histeris sambil berusaha memeluk tubuh Rafa namun Rafa menghindar.


"Ehh kamu siapa?" Tanya Rafa Bingung.


"Aku Mery Dylani teman satu kampus dulu di Italy masa kamu lupa!" jelas Mery.


Alina yang melihat kedekatan Rafa dan Mery,membuat ia merasa cemburu dan menarik tangan Lala agar pergi dari situ.


"Ayo La kita pergi,aku nebeng mobil kamu ya?" Pinta Alina.


"Iya tapi kan kamu udah dijemput sama babang tampan kesayangan kamu itu," tolak Lala secara halus.


"Kamu nggak lihat kalau dia lagi sibuk sama Dosen yang menyebalkan itu?" Tanya Alina yang ingin sekali menghilang dari tempat itu.


Lala tersenyum melihat wajah cemburu sahabat nya itu,tenyata orang cemburu itu sangat kentara sekali.


"Heii kamu coba lihat baik baik,itu Bang Rafa malah ingin menghindar hanya Ibu Mery yang nemplok terus.Ayo tunjukan kepadanya,jika Rafa adalah milikmu," ujar Lala memberikan semangat.


"Hemm benar juga ya," gumam Alina dalam hati.


Akhirnya keduanya mendekat kearah Rafa,yang sedang mencoba melepaskan pelukannya Mery ditangannya.


Ia celingak celinguk mencari keberadaan Alina yang tiba tiba menghilang,ia menangkap sosok kekasihnya yang sedang mendekat kearahnya.


Rafa sangat takut jangan sampai Alina salah paham dan meninggalkan dirinya akibat dari perbuatan Mery.


"Kamu bisa lepaskan tanganmu dariku,karena nanti kekasihku marah jika melihatnya," Tegas Rafa sambil menatap tajam kearah tangan Rafa.


"Aku nggak percaya! kamu kan cinta banget sama cinta pertama kamu dan dia kan masih kecil kata kamu dulu," Sahut Mery yang tak mempercayai perkataan Rafa barusan.


"Bukan urusan kamu dan juga pergi dariku!" tegas Rafa dan netranya terus menatap kearah Alina.


"Sayang,kamu ngapain disini?" Tanya Alina pelan.


Mery yang mendengar suara tak asing,langsung menoleh kearah Alina dan ia sangat terkejut ketika Rafa juga melepaskan tangannya dan membalas panggilan Alina.


"Sayang,Kamu kemana saja tadi hemm?" Tanya Rafa sambil memeluk erat tubuh Alina.


Alina yang dongkol terhadap Dosennya itu,langsung menunjukan kepadanya jika Rafa hanya lah miliknya seorang.


"Bu permisi kenapa sih dari tadi nempel terus sama pacar saya?" Tanya Alina sedikit kesal.


"Ehh maksud kamu apa Hah,dia ini adalah milikku dan tak ada seorangpun berhak mendapatkan nya." Kesal Mery.


"Maksud kamu apa hah,dia itu kekasihku dan satu lagi kamu pikir aku bakal memilih kamu daripada dia," Sarkas Rafa kasar.


Ia langsung menarik tengkuk Alina dan menciumnya langsung dihadapan Mery yang sedang melotot menatap keatah mereka.

__ADS_1


Rafa bahkan ******* bibir Alina tanpa peduli dengan keadaan disekitar mereka yang sedang heboh karena tontonan yang diberikan oleh keduanya .


__ADS_2