AKU WANITA TERHEBAT

AKU WANITA TERHEBAT
episode 70


__ADS_3

VOTE VOTE VOTE NYA TERSEYENG


TERIMA KASIH TERSEYENG


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Alex duduk di lantai Bandara sambil memeluk kedua lututnya ,ia hanya menundukkan kepalanya sambil menitikkan air mata penyesalan.


Ketika melakukan sesuatu yang tak memikirkan akibatnya ,dampak dan akibatnya akan di rasakan ketika kita menyadari kesalahan.Dan akan lebih menyakitkan jika penyesalan datang terlambat,dan tak ada waktu untuk memperbaiki hal tersebut.


Alex merutuki kebodohan nya,ia bahkan menghina habis habisan. Tanpa pikir apa yang akan terjadi ,ketika Selina pergi dengan kesedihan berasal darinya.


Ben yang sedari tadi menatap tajam kearah Tuan nya,ia tak ingin mencoba menenangkan Alex.Ataupun menghibur Alex,karena sungguh dalam hati Ben ingin sekali memukul Tuan nya itu.


Yang tanpa punya perasaan dan menginjak harga diri seorang wanita,padahal wanita tersebut masih berstatus istri sah nya.


Tak lama ponsel nya Ben berbunyi ,dan ketika melihatnya ternyata Tuan besar menghubungi dirinya. Ben sangat yakin jika Tuan nya tersebut pasti tengah murka,karena perbuatan putra semata wayangnya itu.


" Hemm mampus kamu bos ,rasakan singa sedang mengeluarkan taringnya ". Ben merutuki kebodohan Tuan nya itu.


Ia pu memutuskan mengangkat telponnya ,sebelum kena amukan dari majikannya itu yang sikap nya tak beda jauh dari Alex.

__ADS_1


" Iya Tuan". Sahut Ben


" Heii kau cepat bawa majikan brengsek mu itu kesini ,sebelum kamu juga dapat hadiah bogem mentah dariku ".Maki Ayah Alex dari seberang.


" Iya baik Tuan,segera laksanakan ". Ujar Ben gagap karena suara pria dari seberang sungguh sangat menakutkan.


Tanpa banyak bicara panggilan itu terputus ,Sedangkan Ben kini tengah memegang dadanya.ia sedang menetralkan perasaan ,karena seperti baru lari marathon.


" Aduh Ayah sama anak sama saja,hobinya marah seperti Singa.Mungkin memang keponakanku Singa kali ya,hingga hobinya marah marah". Gumam Ben.


Ia lalu mendekati Alex yang kebetulan sudah bangkit dari duduk nya,dan seperti orang panik. Alex berlari masuk kedalam Bandara dan mencoba bertanya kepada petugas di sana.


" Permisi apa saya boleh tahu kira kira pesawat apa yang lepas landas sepuluh sampai dua puluh menit yang lalu"? Tanya Alex


" Ada dua pesawat yang meninggalkan Bandara dalam kurun waktu tersebut,tujuan Indonesia dan Kanada ". Sahut petugas tersebut.


Alex merasa lega karena seperti tak kan sulit untuknya mencari ,tapi yang ia penasaran sebenarnya siapa wanita yang bersama Selina.


Setelah menemukan titik terang ,Alex menemui Ben yang tengah terlihat sangat frustasi. Tapi dasarnya Es balok,tetap saja tidak peka dengan apa yang terjadi di depan matanya.


Ben yang geram lalu mengikuti langkah kaki Tuan nya itu ,ia ingin menyampaikan bahwa tadi Tuan besar menghubungi dirinya.


"Tuan maaf tadi Tuan leonard menghubungi saya,dan meminta Tuan untuk segera datang kesana "..Ujar Ben sambil mencoba mengikuti langkah kaki Alex


" Menurutmu sekarang kita mau kemana,jika bukan kerumah "? Tanya Alex


Ben mengangguk kepalanya ,karena memang yang di katakan Tuan nya itu sangat benar.Alex yang melihat Rivan sudah tak ada jadi penasaran ,ia pun bertanya kepada Ben.

__ADS_1


" Dimana Rivan "? Tanya Alex singkat.


" Tadi katanya mau kembali,mungkin pulang keindonesia karena tadi masuk kedalam parkir khusus Pesawat pribadi.


Wajah Alex yang tadi sedikit berseri,langsung murka.Dalam pikiran nya kini apa Alasannya Rivan dan Selina pergi, secara bersamaan mungkinkah keduanya tengah menipu dirinya.


Di tambah lagi keterangan petugas bandara,yang mengatakan hanya ada dua tujuan.Salah satunya termaksud indonesia ,apakah mereka tengah membodohi dirinya secara langsung.


Mendengar perkataan Ben tadi ,Alex langsung murung tak ada semangat lagi untuk berbicara. Keheningan itu terjadi mulai dari mobil,sampai kepada kediaman Roberto.


Alex bahkan berkali kali menghela nafasnya berat,ia seperti merasakan beban berat yang tengah di pikul nya kini.Sedangkan Ben sedari tadi hanya menatap ke arah Alex ,ia yakin Tuan nya itu pasti tengah memikirkan sesuatu.


Kini keduanya sudah berada di depan mansion mewah milik Keluarga Roberto ,namun Alex sepertinya belum menyatu dengan dunia nyata. Ia masih saja melamun memikirkan soal Selina dan Rivan



(Mansion keluarga Roberto)


Ben yang melihat Tuan nya belum ada pergerakan ,langsung memanggilnya. Ben takut berlama lama di mobil ,nanti malah kena amukan singa kelaparan.


"Tuan apa anda baik baik saja ,soalnya sekarang kita sudah sampai ".Ujar Ben


Alex yang mendengar perkataan Ben,menoleh sekitarnya dan benar mereka sudah sampai.Tanpa menjawab pertanyaan asisten nya itu,Alex turun dari mobilnya dan langsung menuju kedalam Rumah.


Ben hanya mengelus dadanya ,melihat Tuannya itu yang tak ada niat sama sekali untuk menjawab pertanyaan dari nya.


" Huft,untung juga bos ,coba rakyat jelata sudah ku ajak duel dari dulu". Kesal Ben tapi dalam hati.

__ADS_1


Alex tak peduli dengan sekitarnya yang ada di pikirannya sekarang ,adalah cepat masuk kamarnya dan istirahat. Ia seolah tak ingin lagi bertemu dengan orang di dunia nyata,namun tanpa sadar jika seseorang tengah menunggunya.


__ADS_2