
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ^^^
Brakk
Saat Rio sedang berusaha membuka secara paksa pakaian Alina,tiba tiba pintu didobrak dari dalam.Rio yang sedang mengukung tubuh Alina langsung menghentikan aksinya,pandangan nya kearah sumber suara .
"manusia siapa yang sudah berani mengganggu kegiatan ku," umpat Rio kesal sambil berdiri dan melepaskan Alina.
Ketika melihat dirinya sudah bebas,Alina langsung membenamkan kepalanya diantara lututnya sambil menahan suara tangisnya.
Bugh
Sebuah pukulan mendarat sempurna dipelipis Rio,membuat pria itu langsung jatuh kelantai karena tak siap dengan keadaan yang ada.
Bugh
Rafa memukul Rio berulang kali hingga babak belur ,ia bahkan menginjak jemari tangan Rio yang tadi sudah lancang memegang tubuh Alina
"Awww." Teriak Rio kesakitan.
Bugh
Rafa memukul Rio secara membabi buta karena ia ingin meluapkan amarahnya yang tak bisa ditahannya lagi.
"Aww brengsek siapa kau hah," bentak Rio diantara sadar dan tidak.
Bugh
Dan itu merupakan pukulan terakhir dari Rafa karena Rio sudah tak sadarkan diri,wajah pria itu babak belur bahkan tak bisa dikenali lagi.
"Kalian urus pria ini,jangan sampai dia lolos," perintah Rafa tegas.
Pandangan nya kini tertuju pada sosok yang sedang membenamkan kepalanya dilutut,bahkan tak menyadari segala keadaan yang ada disekitar nya.
Rafa secara perlahan mendekati tubuh Alina yang rambutnya acak acakan akibat berontak tadi.Diulurkan tangan nya memegang kepala Alina,tapi Alina menghindari diri nya.
"Jangan sentuh aku,aku ingin pulang!" ujar Alina tanpa mau mengangkat wajahnya.
Grep
Rafa memeluk tubuh Alina erat ,walaupun Alina memberontak ia tak peduli.
"Lepasin aku sekarang," teriak Alina lalu sebisa mungkin mendorong tubuh Rafa hingga pelukan itu terlepas.
Pandangan keduanya bertemu Alina menatap sendu kearah Rafa,sedang Rafa berusaha meredam cemburunya ketika melihat baju bagian atas Alina sudah tersingkap.
"Abang," Lirih Alina memanggil Rafa.
Cup
Rafa mengecup bibir Alina
Cup cup cup
__ADS_1
Ia bahkan mengulangi nya lagi,tapi kecupan yang terakhir berubah menjadi *******.Rafa bahkan menahan tengkuk Alina agar lebih mendekat kearahnya,tanpa Alina sadari ia bahkan melingkarkan tangannya dileher Rafa.
Nafas keduanya memburu Rafa sebenarnya hanya mengikuti nalurinya,yang ada dalam pikirannya adalah menghapus semua jejak yang ditinggalkan Rio.
Rafa melepaskan pagutan mereka dan mengangkat tubuh Alina agar duduk diatas pangkuan nya.
Alina yang kesadaran nya mulai kembali hanya menundukkan wajahnya karena malu,namun berbeda dengan Rafa yang masih diselimuti hawa nafsu.
"Bang,
Namun Rafa malah membungkam mulut Alina dengan bibirnya,kali ini ia mengakses rongga mulut Alina dengan lidah nya.
"Emmm uaaa
Alina berusaha mendorong tubuh Alina dengan sepenuh tenaganya.
"Pliss jangan larang aku,karena hanya dengan ini aku bisa tenang," pinta Rafa sendu.
"Tapi Bang." Sahut Alina sambil mendongak menghadap kearah Rafa.
"Aku tidak ingin ada bekas pria itu disini ,disini,disini dan disini," tunjuk Rafa kearah wajah,leher,dada dan area bagian bawah Alina.
Setelah mengatakan itu Rafa langsung mencium leher Alina bahkan tanpa sadar meninggalkan bekas disana.
Ketika sudah puas bermain di area leher ia beralih kebagian dada ia bahkan menarik kemeja Alina hingga lepas semua kancingnya.
Rafa yang antara cemburu dan nafsu langsung melahap sumber kehidupan dihadapannya kini.
Alina yang baru pertama kali merasakan gelenyar aneh,langsung menggigit bibir bawahnya agar tak keluar suara desahan.
"Keluarkan saja," ujar Rafa yang sambil melanjutkan kegiatanya itu.
"Ahhh Bang," desah Alina.
"Sayang Ahhh aku nggak kuat," ujar Alina lirih yang merasa daerah intinya berkedut.
"Keluarkan saja Sayang,aku akan melahap nya ," perintah Rafa yang tanpa banyak. bicara langsung mengangkat rok yang dipakai Alina sebatas pinggang.
Sungguh semesta mendukung bukan author lho🤫🤫
Alina terlihat hanya pasrah karena ia juga sudah bergairah,yang ada dipikiran nya adalah sesuatu bagian bawah yang sudah basah.
Rafa melepaskan ****** ***** berwarna hitam itu,dan kini terpampang lah surga dunia yang ada.
"Abang mau ngapain?" Tanya Alina heran Ketika melihat tatapan Rafa kedaerah intinya itu.
"Memuaskan kamu Sayang,setelah itu giliran ku." Sahut Rafa sambil tersenyum nakal.
Dibukanya paha Alina lebar dan mulai membenamkan kepalanya diantara hutan dan lembah.
Alina yang baru kali ini diperlakukan begini tanpa sadar menekan kepala Rafa agar lebih dalam lagi,hal yang dilakukan Alina ini membuat Rafa tersenyum.
"Sayang aku mau pipis," desah Alina merem melek.
"Keluarkan Sayang aku ingin meminumnya." Sahut Rafa.
"Ahhhh," desah Alina panjang pertanda dirinya sudah mencapai puncaknya ia pun langsung lemas seketika.
Cup, Rafa mencium kening Alina lalu hendak turun dari tempat tidur untuk menenangkan si joni yang sudah berdiri layaknya tongkat.
"Abang mau kemana?" Tanya Alina pelan.
"Mau ngurusin ini." Sahut Rafa sambil menunjukan sesuatu yang sesak dibawah sana.
Alina sebenarnya malu tapi ia juga tak tega melihat wajah Abangnya yang memerah.
__ADS_1
"Abang ngomong aku harus gimana biar bisa membantu Abang?" Tanya Alina sambil menawarkan sesuatu yang berbau dewasa.
Lagian Alina bukan anak kecil lagi,ia merupakan mahasiswa disalah satu universitas jadi mengenal hal dewasa kan tidak masalah.
"Kamu yakin?" Tanya Rafa meyakinkan Alina lagi.
"Yakin Bang,tapi diajarin ya!" Sahut Alina tersenyum membuat dirinya terlihat sangat cantik.
"Baiklah jika itu mau kamu ,Artinya sudah tak bisa mundur lagi," ujar Rafa sambil menurunkan celana nya perlahan.
Blushh
Wajah Alina memerah layaknya kepiting rebus,bagaimana tidak tontonan live yang ditunjukan Rafa dihadapannya kini.
Sesuatu yang tadi masih terbungkus saja kelihatan besar,apalagi sudah dikeluarkan dari kandang tanpa penghalang sedikitpun.
"Abang kenapa sebesar ini?" Tanya Alina tanpa sadar sambil menutup mulutnya.
"Ini yang bakal bikin kamu mabuk kepayang Sayangku." Sahut Rafa sambil meremas junior nya dihadapan Alina.
"Terus aku harus ngapain?" Tanya Alina polos.
"Lakukan seperti tadi yang kulakukan padamu!" Perintah Rafa.
"Maksudnya lewat mulut begitu?" Tanya Alina memastikan.
"Bukannya tadi enak kan aku melakukan pake mulut," goda Rafa.
Alina sudah tak ingin berkomentar lagi,ia mulai mengeksekusi sosis besar dihadapannya kini.Mulai dari kiri ke kanan atas kebawah dan sesuai keinginan Rafa.
"Yes Like that Honey,I Love you so much," ujar Rafa yang matanya hanya terpejam menikmati servis yang diberikan Alina.
Setelah berperang dengan santan dan kuah bening,akhirnya Rafa mencapai puncaknya tapi tidak dalam mulut Alina.
"Ahhh,terima kasih honey," desah Rafa panjang lalu tidur disamping Alina.
Kini keduanya berpelukan dengan memakai pakaian yang tak betul satu,ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya.
"Makasih Sayang ,aku mencintai mu," ucap Rafa pelan sambil mencium kening Alina.
"Bang kita nggak salah kan?" Tanya Alina pelan.
Rafa mengeryitkan keningnya pertanda heran dengan pertanyaan Alina barusan,memangnya keduanya melakukan apa yang salah.
"Memangnya kita kenapa?" Tanya Rafa balik.
"Ya itu seperti tadi," Sahut Alina malu malu sambil membenamkan wajahnya didada bidang Rafa.
"Kita bukan sedarah kita bukan kandung,hanya hubungan kita ini terbentuk dari orang tua yang menyatukan kita sebagai saudara. " jelas Rafa.
"Tapi Bang,kalau Ayah sama Bunda tahu gimana?" Tanya Alina cemas.
"Abang yang akan menjelaskan nya,tapi mulai dari sekarang kamu bukan lagi adikku melainkan kekasihku.Aku cinta kamu Alina Roberto,Aku sayang kamu Alina Roberto dari dulu kini dan nanti," ujar Rafa.
"Memangnya Abang dulu suka sama aku?" Tanya Alina heran.
"Sayang ,panggil aku Sayang!" tekan Rafa .
"Nanti kalau ada yang tahu gimana?" Tanya Alina.
"Ya kalau didepan orang terserah kamu mau panggil Apa tapi kalau hanya kita berdua ya SAYANG ," sambung Rafa lagi.
"Aku nggak bakal mengijinkan kamu dekat sama cowok lain,atau aku bakal melakukan hal lebih gila dari tadi bahkan langsung mengajak kamu bercinta." ucap Rafa tegas.
(udah dulu ya guys...esok baru lanjut lagi mau bobo🤓🤓🤓🤓
__ADS_1