
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Alex yang tak mau ketinggalan ,ia pun segera mengejar Selina kearah kamar mandi tapi sayang kalah telak.
Brak
Selina sudah menutup pintu tepat saat Alex berdiri didepan,membuat hidung paku pria itu terkena.
"Oh Tuhan hidung ku,Sayang kamu kok tega sih ini sakit Tau tidak?" Teriak Alex dari Luar.
"Siapa suruh berdiri situ,aku kan mau mandi jadi bodoh amat dengan sekitar!" Ujar Selina tanpa dosa dari dalam.
Padahal aku kan mau mandi bareng Yang,ayolah buka dulu ya!"Bujuk Alex lagi.
"Sorry bro,aku tidak berminat!" Sahut Selina lagi dan setelah itu terdengar hanya suara shower dari dalam.
Alex mengusap rambut nya frustasi,selalu gagal jika meminta ronde tambahan.
Padahal pinggangnya masih bisa diajak kompromi,tapi hanya partner duetnya yang susah di ajak kompromi.
Karena Selina yang masih lama,Alex memilih untuk mandi dikamar tamu. Saat keluar kamar ia heran ketika melihat Alina yang sudah cantik,entah mau kemana pagi begini.
"Pagi Ayah!" Sapa Alina ketika melihat Alex yang baru keluar dari dalam kamar.
" Pagi juga Nak,mau kemana pagi pagi begini?" Tanya Alex memastikan.
"Oh aku mau ke tempat Lala dulu,baru setelah itu ke kampus!" Sahut Alina sambil tersenyum.
"Tidak di antar Abang kah?" Tanya Alex heran.
"Ah tidak perlu,soalnya Abang lelet sekali!" Sahut Alina santai.
"Ya sudah hati hati,ingat tidak boleh ngebut ya!" Pesan Alex segera pergi dari situ.
__ADS_1
"Darah Ayah!" Pamit Alina setengah teriak.
Alina memakai pakaian yang simpel,karena ia tak suka memakai sesuatu yang ribet dan bikin gerah saja.
Ia masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu,setelah menjawab salam dari satpam.
"Pagi Non,kok tumben perginya pagi sekali mana sendiid lagi?"Tanya Mang Beno.
"Pagi Juga Mang,ya iyalah sendiri masa berdua sama hantu bayangan gitu.' Canda Alina membuat satpam berkepala plontos itu hanya bisa tersenyum.
"Ih Si Non bisa saja,hati hati dijalan ya!Kalau ketemu sama Tante cantik,tolong bilang dapat salam dari Abang Subeno Mario!" Ujar Satpam itu percaya diri membuat Alina tak bisa menahan tawanya.
"Astaga Mang,iya tenang saja saya bakal cari mpok Jamilah Miranda ya!" Goda Alina dan segera meluncur meninggal rumah Mewah itu.
Rafa,jangan di tanya lagi ia tentu sedang membuat album baru dalam kamar mandi,bagaimana tidak apa yang di suguhkan Alina tadi membuat dirinya begitu tersiksa.
"Oh tega kamu Neng,ini mah yang orang bilang bisa dilihat tapi tidak bisa di pegang!" Ujar Rafa stres.
Hahaha sebenarnya author itu tidak tega Lho Bang Afa,tapi kita itu bukan penganut s*x bebas jadinya segala sesuatu harus Halal dulu baru akan terasa nikmat sekali.
Karena apa yang menjadi milik kita,pasti tidak ada yang namanya kesempatan dalam kesempitan melainkan ada kesempatan kita pake.
Rafa bahkan tak sadar jika Alina sudah pergi,ia hanya sibuk dengan kegiatan surga dunianya itu.
Saat berada di depan kamar,kebetulan Alex juga hendak masuk.
Selina hanya menatap sekilas lalu lanjut jalan,tapi Alex memasang wajah yang hendak menerkam sang istri.
"Yang,aku nya di urusin dong?" Pinta Alex manja.
Selina yang sudah berjalan,langsung menghentikan langkahnya dan menoleh heran kearah Suaminya itu.
"Maksudnya?" Tanya Selina penasaran.
"Ya bantuin aku bersiap dulu atau apalah itu masa main pergi begitu saja?" Omel Alex ketus.
"Kamu mau aku bantu pake diapers begitu?" Tanya Selina mengejek.
"Astaga kenapa jawabnya begitu sih,ya mungkin bisa bantu pasangan dasi atau apalah itu." Sahut Alex lebay.
"Terus kalau kamu sudah siap,perut mau di isi pakai apa,angin?" Tanya Selina ketus.
__ADS_1
Alex kehabisan kata Karena Emak emak mah kapan pernah salah,pokoknya ada saja alasanya untuk bisa jadi benar.
"Ya sudah,terserah kamu saja!" Sahut Alex malas memilih masuk kedalam kamar mereka.
"Ya memang harus terserah aku dong,masa aku harus sama kamu sepanjang waktu begitu?" Sinis Selina dan menuju dapur.
Alex menatap kearah istrinya dengan tatapan heran,ia sampai tak habis pikir dengan isi otak istrinya yang susah sekali di ajak romantisan.
"Aku itu suaminya,tapi kenapa susah sekali di ajak begini dan begitu,Kalau begini terus lama lama aku suami rasa tiri tau tidak?" Gerutu Alex monolog ia mana mau bicara langsung lama lama bisa di potong jatah main kudanya selama sebulan.
"Nasib nasib,pasrah lebih aman dari pada cari perkara karena kalau begini terus aku jamin Pisau dapur bakal bertindak!" Gerutu Alex lagi.
Hoho Bang Alex,asal kamu tahu saja ya senjata Emak emak didapur itu banyak,mulai dari sendok goreng lapis penggorengan plus tambah bubuk merica.
Selina memilih memasak yang simpel saja ,karena terburu oleh waktu yang sudah mepet sekali.
Ini semua gara gara tuan suami,yang melakukan sesuatu tanpa memikirkan waktu yang ada.
"Dasar suami tidak ada akhlak,bisa bisanya dia ajak main pagi pagi nanti perut keroncongan baru bilang sulap!" Omel Selina.
Tanpa mereka sadari ternyata di depan gerbang,ada Rivan yang katanya mau numpang makan dan tidur.
Karena semalam mata nya yang tampan itu tidak bisa terpejam sama sekali,mungkin memikirkan kapan Naruto mengeluarkan rasenggan miliknya.
"Mang Beno Marko,buka pintunya dong!" Teriak Rivan dari depan.
Ia tak memakai mobil,karena Kuda besi itu sedang dibawah pulang oleh Vigo.
"Lho Tuan Rivan kok bisa disini?" Tanya Beno heran.
"Ya bisalah Mang,kecuali saya lupa jalan untuk datang maka tidak mungkin sekarang ada disini!" Sahut Rivan garing ajak Mang Beno bercanda.
"Tuan ada keperluan apa ya,maaf jika saya lancang?" Tanya Beno memastikan dengan tidak ada niat membuka gerbang sama sekali.
"Saya tidak di suruh masuk dulu nih?" Tanya Rivan penasaran.
"Hmmm Gimana ya Tuan,maaf bukannya saya lancang atau gimana gitu tapi kata Tuan Alex jika tamu tidak ada keperluan penting di larang masuk!" Jelas Beno tak enak hati.
"Jadi saya juga termasuk begitu?" Tanya Rivan memastikan.
"Ya begitulah,Maaf Ya Tuan!" Sahut Beno tak enak hati hanya saja perintah majikan ya mutlak tidak bisa di ganggu gugat.
"Kamu buka pagarnya,nanti selanjutnya saya yang tanggung jawab!" Pinta Rivan datar.
__ADS_1
Habis sudah kesabaran pria tampan itu,ia yang bermaksud minta maaf dan numpang makan jadi di landa emosi.
Kalau Selina menjauh terus begini,kapan mereka bisa bersatu kapan ia bisa melancarkan aksinya kalau harus berhadapan dengan Alex terus.