
Haii mima ah balik lagi nihh
lope u full
LANJUT..
Rivan akhirnya menyusul Selina keduanya, berjalan berdampingan.Dan asyik berbicang, sehingga lupa waktu, kalau kini telah beranjak malam.
" Mas, ayo cepetan antar aku pulang.Ya ampun kok bisa sih aku lupa waktu seperti tadi" .Ujar Selina
" Kamu kok panik sel, kamu takut di marah orang tuamu.Ya sudah nanti aku yang bakalan ngomong ke mereka". Bujuk Rivan
" enggak kok mas, aku tinggal sendirian"..Jawab Selina
" Oh, emang orang tua kamu kemana"? Tanya Rivan penasaran
" Mereka mana mau tinggal sama aku, yang katanya anak pembawa sial". Sahut Selina keceplosan, dan ia langsung menutup mulut nya.
Rivan tercengang, ia merasa kaget dengan perkataan Selina.Ternyata selama ini, selina tak pernah di anggap oleh keluarganya.
" Ternyata selama ini kamu sangat berat menjalani hidup ini.Tapi kamu tenang saja, tak kan kubiarkan itu semua terjadi, mulai sekarang akan ku buat hidup mu selalu bahagia" Gumam Rivan dalam hati.
" Aduh maaf mas, bukanya maksud aku seperti itu"..Ujar Selina sambil tertunduk
" Udah kamu santai saja sel, aku nggak papa". Jawab Rivan sambil mengacak rambut nya selina.
__ADS_1
Selina pun mengerucutkan bibir nya , karena kesal dengan Rivan.
"Ih mas jangan seperti itu dong, lihat nih aku jadi jelek tahu"..Kesal Selina
"Kata siapa kamu jelek, orang cantik nya sangat sangat". Puji Rivan
"Ih mas lebay deh". Sahut Selina yang tersimpu malu
" Ayo kita pulang, tapi sebelum nya kita mampir dulu ya di restoran, soalnya aku lapar nih". Ajak Rivan
" Tapi badan aku lengket semua nih mas, aku tak terlalu nyaman". Ujar Selina
"Ya udah kalau begitu sebelum kita pulang, kita singgah di hotel dekat sini dulu" Sahut Rivan
" eits, mau ngapain ke hotel?". Tanya Selina waspada
" Aku nggak mau, kita langsung pulang saja, ya ya ya". Bujuk selina
" Ya ampun sel, otak kamu tuh isinya aneh aneh saja.Kita ke hotel itu buat mandi doang, setelah itu langsung pulang". Jawab Rivan
" Emang ada nya hotel ngijinin, buat mandi doang"? Ujar selina penasaran
" Ada kan aku pemilik nya".Sahut Rivan
Selina terdiam,ternyata sebegitu kaya kah seorang Rivan orlando.
__ADS_1
" Ayo tunggu apa lagi".Ajak Rivan dan menarik tangan Selina.
Kini keduanya tengah menuju ke hotel terdekat.Di dalam mobil, pikiran selina terus berkecamuk.Ia merasa minder jika harus terus berhubungan dengan Rivan.
Rivan yang memperhatikan tingkah Selina, langsung menanyakan keadaan nya.
" Kamu kenapa sel, seperti ada yang kamu pikir kan"? Tanya Rivan
" Eh iya mas, aku bingung kita kan mau mandi tapi kan pakayan ku tak ada.Jadi kalau aku mau ganti pake apa ya"? Tanya Selina polos
Rivan tersenyum Selina memang polos.Memang nya ia tak tahu jika ia bisa melakukan apa saja .Dengan uang semua akan dengan mudah ia dapatkan.
" Kamu tenang saja, semua sudah kusiapkan". Jawab Rivan
" mmm itu, anu, aduh gimana dong ngomong nya". Gumam Selina
" Emang nya ada yang kurang masih"? Tanya Rivan
"Ya itu mas, kan udah nyiapin pakayan ku, tapi bagaimana dengan teman nya". Tanya Selina dengan pelan, namun masih bisa didengar..
Rivan kini paham dengan apa yang ingin di tanyakan oleh Selina.
"Soal dalaman nya udah aku siapin juga".Jawab Rivan
blussh
__ADS_1
Wajah Selina langsung memerah karena malu, ia tak menyangka jika hal pribadi nya Rivan telah siapkan.
" Kamu tenang saja, aku yakin ukuran nya pasti pas". Rivan menggoda Selina