
HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Rivan hanya duduk santai sambil menatap tajam kearah Alex,ia menahan tawanya ketika melihat wajah penuh emosi pria itu.
(Rivan Orlando)
"Kamu kenapa?" Tanya Ribuan santai.
"Tidak biasa saja,memangnya aku kenapa?"Tanya Alex heran.
"Oh aku kira kamu lagi sensitif begitu?" Tanya Rivan pelan.
"Mas Rivan mau sarapan bareng?" Tanya Selina yang sudah tak ingin mendengar ada namanya perdebatan dimeja makan lagi.
"Aku mau kamu boleh?" Tanya Rivan sambil tersenyum.
"Tidak boleh,enak saja datang datang gangguin istri orang?" Ketus Alex.
"Sudah lah Sayang,Mas Rivan hanya bercanda doang kali masa kamu main marah begitu?" Tanya Selina heran.
"Dia itu godain kamu Sayang,masa aku harus diam saja?" Ketus Alex.
"Bisa tolong ambilkan aku sarapan Lina?" Tanya Rivan yang sengaja memanggil nama kesayangan Selina agar Alex cemburu.
"Boleh dong,oh iya Mas kan suka Ayam goreng sama Udang kan?" Tanya Selina memastikan.
"Betul sekali." Sahut Rivan sambil tersenyum mengejek kearah Alex.
"Daddy memangnya belum makan tadi?" Tanya Alina penasaran.
"Belum,kamu tahu kan Kalau Daddy itu jomblo otomatis tidak ada yang menyiapkan sarapan enak nya jadi kalian semua asa yang siapkan." Ujar Rivan mendramatisir keadaan.
__ADS_1
"Makanya Nikah sana,jomblo kok dipelihara!Apa mau aku yang turun tangan begitu?" Ejek Selina.
"Tidak perlu Sayang,tuh Sekertaris aku dikantor kayanya naksir berat sama nih om om jadi tidak ada salahnya kan?" Alex menimpali.
"Nah itu bagus aku setuju,gimana Mas minat Tidak?" Tanya Selina memastikan.
"Maksud kamu mau cari jodoh buat aku begitu?" Tanya Rivan memastikan.
"Nah itu tahu,lagian jadi jomblo itu tidak enak tahu?Tidur sendirian makan sendirian sakit apalagi?" Ujar Alex sambil tersenyum mengejek.
"Benar sekali Yah,lagian nih Daddy sebenarnya lagi nungguin apa sampe tidak laku laku.Kalau wajah nya pas pasan usahakan jangan minta lebih,nanti jatuhnya berlebihan tau Tidak?" Alina menimpali membuat Rivan seolah tak percaya.
"Kamu ceritanya mau ikutan ledekin Daddy begitu?" Tanya Rivan sambil tersenyum.
"Itu tahu,sudah ah kami jalan dulu.Ayo Bang buruan Nanti telat lho,antrinya itu lho kaya ulat keket lagi belit mangsanya."Ajak Alina.
"Kalian mau kemana,terus Bang kenapa dari tadi diam saja?" Tanya Rivan penasaran.
"Lagi mogok bicara Dad,kami pergi dulu ya ingat tidak ada yang namanya main tonjok tonjokan atau aku yang bakal turun Tangan!" Tegas Rafa karena melihat gaya debat Rivan dan Alex dari tadi.
"Oh tenang saja Nak,Ayah kamu jual otomatis Daddy beli dong?" Sahut Rivan sambil tersenyum.
GUYS...Yang mau nonton Pon Papua sini bareng Author...Kebetulan ada beberapa perlombaan di tempat tinggal Author...Merauke...😍😍
"Pergi sana Nak,jangan pedulikan nih Om jomblo satu ini!" Omel Selina sambil menatap tajam kearah Rivan.
Sepeninggal Rafa dan Alina,Selina menghentikan makannya dan menatap tajam kearah Rivan.
"Mas,tidak punya maksud lain kan?" Tanya Selina langsung dihadapan Alex biar tak ada yang namanya salah paham.
"Tidak ada kok,hanya mau sarapan bareng kalian saja tidak lebih.Tapi kalau kehadiranku disini tidak di inginkan,ya sudah aku pergi saja!" Pamit Rivan tak enak hati.
"Tunggu dulu,ayo makan dulu karena ada yang ingin aku bahas!" Ajak Alex serius.
"Baiklah,ayo Lina tadi katanya mau ambilkan aku makanan?" Tanya Rivan sambil menunjukkan kearah piringnya yang masih kosong.
"Sayang boleh?" Tanya Selina meminta izin pada Alex.
"Hemm." Sahut Alex tak ikhlas.
"Haha sahut nya kok irit begitu sih,ikhlas tidak nih?" Goda Rivan lagi.
__ADS_1
"Sudah diam kenapa sih harus ribut melulu,apa tidak capek tuh mulut?" Kesal Selina.
"Apa sudah ada kabar dari Bang Devan dan Dinda?" Tanya Selina karena sudah berapa lama ini Dinda hilang bak ditelan bumi.
"Kurang tahu,tapi kabar terakhir yang aku dengar katanya mereka berdua dikejar oleh orang yang kalah bersaing dari Devan." Ujar Rivan.
"Maksudnya mereka sekarang tidak bisa bergerak bebas begitu?" Tanya Selina penasaran.
"Hemm kurang lebih ya begitulah,tapi mereka punya anak kan?" Tanya Rivan penasaran.
"Iya umurnya kalau tidak salah sepuluh tahun ." Sahut Selina.
"Semoga saja mereka tidak kenapa napa,Karena kalau hal itu terjadi aku bingung bagaimana harus tahu keadaan mereka sekarang!" Lirih Selina lagi.
Alex tahu kegundahan hati sang istri,biar bagaimanapun Dinda adalah sahabat karib Selina.Ia tahu dengan jelas ketika Selina frustasi saat Dengar kabar Dinda jatuh dari tangga saat hamil,Selina tanpa banyak bicara terbang ke Milan hanya untuk melihat keadaan Dinda.
"Aku yakin mereka baik baik saja,doakan saja jangan panik." Alex mencoba menenangkan sang istri agar tidak panik.
"Iya kamu tenang saja,aku kuat kok tidak bakal kenapa napa sama dia?" Tanya Selina memastikan.
"Iya dia pasti baik saja,kamu tahu kan betapa energiknya si cempreng itu?" Sahut Rivan sambil tersenyum.
"Kamu belum ke kantor Sayang?" Tanya Selina heran karena sudah mau jam delapan tapi Alex masih duduk manis.
"Nanti kalau si cunguk ini sudah pulang,kamu pikir aku ridho apa dia kalau berduaan dengan kamu?" Tanya Alex sinis kearah Rivan.
"Astaga Maaf aku lupa,yaudah kalian berangkatnya bareng saja.Mas Rivan silahkan lanjutkan makan nya,aku mau kekamar dulu!" Pamit Selina sambil tersenyum.
Rivan yang tadi semangat makan langsung terasa hambar di lidah,selera makannya seakan menguap bersama Selina yang pergi.
"Kenapa tidak dilanjutkan saja makanjta?" Tanya Alex sinis.
"Kenyang!" Sahut Rivan cuek.
"Jadi kamu berharap Istriku bakal temani kamu makan begitu,Oh Maaf bro karena dia harus membereskan sisa percintaan kami semalam." Ujar Alex yang sengaja berbohong agar Rivan sadar posisinya kini.
"Kamu sengaja mau berbohong padaku?" Tanya Rivan datar.
"Lho kok bohong,kita itu suami istri jadi wajar dong?Yang tidak wajar itu kalau mau calonkan diri jadi perebut bini orang!" Sindir Alex.
"Wahh aku salut sama daya tangkap kamu,tapi maaf aku tidak akan mundur lagi kalau bukan Selina yang menolak ku!" Tegas Ruvan.
__ADS_1
"Dan kalau begitu kamu juga menyiapkan mental untuk kalah?" Sinis alex lagi.
"Tak masalah daripada tidak sama sekali,daripada nanti bakal menyesal dikemudian hari." Ujar Rivan lalu pergi dari situ.