
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU..
LOPE U FULL
Author lagi berkabung GUYS...jika salah atau banyak thypo maaf ya..🙏🙏🙏
LANJUT ^^^
Jika ditanya arti sebuah kesetiaan bukan hanya setia pada satu orang,tapi karena seberapa besar rasa yang ada dalam hati dan melekatnya suatu nama tanpa tergeser sedikitpun.
Tak mesti harus ditunjukan dengan kata kata,melainkan dengan tindakan.Tak kan pernah terpengaruh walau yang lain lebih indah atau lebih bagus,karena bagi anda hanya dia seorang yang terindah dimata anda.
Begitulah pola pikir dari seorang Rafa Roberto,dirinya tak pernah tergoda dengan wanita eropa yang putih mulus tinggi semampai serta body yang aduhai.
Alina Roberto kini sudah kuliah dikampus memasuki semester dua,ia sibuk dengan urusan pagi hari.Bagaimana tidak Selina memaksanya bangun dan saat dirinya dibantu Ayahnya giliran mereka yang malah berdebat.
"Dasar orang tua Bucin,tiap kali berdebat pasti akhirnya bakal tambah bucin." gerutu Alina kesal.
"Pagi Nak,udah mau berangkat?" sapa Alex sambil mengusap kepala Alina yang sedang duduk dan menikmati sarapan paginya.
"Iyess." Sahut Alina jutek.
"Kok gitu sih mukanya?" Tanya Alex heran.
"Ayah sama Bunda keterlaluan,masa sedikit sedikit mesraan didepan anaknya tanpa ada rasa malu sama sekali." kesal Alina.
"Nak,biarpun sudah tua tapi romantis sama keharmonisan harus selalu dijaga agar tetap langgeng dalam menjalani suatu hubungan," ucap Alex mencoba menasihati putrinya itu.
Alina menatap jengah kearah Ayahnya yang jika berbicara tentang hubungan dengan sang istri,pasti akan membicarakan soal kemesraan mereka.
Jika dibilang pasangan tersomplak dan terbucin itulah pasangan Alex Roberto dan Selina Roberto.
Alex selalu saja belajar dari pengalaman ,tak ingin membuat sang istri pergi lagi.Ia sudah kapok dulu lebih mementingkan egonya,hingga membuat ia terpisah dari istri dan anaknya selama sepuluh tahun.
"Sayang masih marah kah?" Tanya Alex.
"Tidak,memangnya aku harus marah karena masalah apa?" Tanya Selina bingung.
"Hehe,tidak juga sih." Sahut Alex yang hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Adek kalau sudah siap,ayo pergi sana nanti telat lho," ujar Selina.
"Hemm baiklah." Sahut Alina pasrah yang sebenar nya sudah tak ada keinginan untuk kekampus pagi ini.Hanya karena ia sedang tidak nyaman,dengan keadaan kampus yang semuanya cowok disana mengidolakan dirinya.
"Aku hari ini libur ya Bun!" pinta Alina dengan wajahnya yang dibuat seimut mungkin.
"Tidak boleh," sarkas Alex dan Selina bersamaan.
"Ishh kalian ini kenapa sih,masa hanya minta libur sehari saja nggak boleh," gerutu Alina kesal.
"Kalau tidak kuliah terus kamu mau ngapain,nikah?" Tanya Selina tajam.
"Ya ampun Bun,memangnya tadi aku bilang mau nikah gitu?" Tanya Alina kesal.
"Kamu berani bantah?" Tanya Selina tegas.
"Maafkan aku Bunda,janji nggak bakal jawab lagi dan aku pergi kekampus dulu ya mau ketemuan sama pacar tertampanku dulu deh," pamit Alina yang langsung bersemangat ketika mengingat tentang kekasih nya itu.
"Idih paling tampan mah,anak cowoknya Bunda kali," ujar Selina yang selalu memuji Rafa tertampan didunia ini.
"Bunda kok gitu Sih,masa Ayah tidak dipuji tapi hanya abang saja," Alex merajuk karena tak terima dirinya dilupakan sang istri.
"Astogeh bang ,lebaynya berlebihan deh masa sama anak sendiri juga marah," sindir Selina.
"Ya iyalah suami mana yang mau dengar istrinya memuji orang lain didepan matanya sendiri." Alex masih mencoba membela dirinya.
"Terserah kamu saja aku lagi malas berdebat,karena bicara dengan kamu itu sungguh tak ada faedahnya sama sekali." Sahut Selina malas.
"Aku berangkat," ujar Alina yang sudah tak sanggup mendengar perdebatan orang tuanya itu.
"Iya Sayang hati hati ya,nanti jangan lupa hubungi Abang kamu ya," pesan Selina.
"Nanti tungguin Abang yang telpon dulu deh,enak saja harus aku yang hubungi dia." Sahut Alina jutek lalu pergi keluar rumah.
"Anak kamu tuh,"ujar Selina.
"Iya tapi hasil duet kita berdua kan?" goda Alex.
"Terpaksa." Jutek Selina.
"Hahaha Yang,tambah cantik deh kalau lagi cemberut.Ayo kita coba tambah personel lagi deh ,biar rumah ini tambah rame," ajak Alex sambil mendekati istrinya.
__ADS_1
"Huss,sudah tua tapi otaknya ngeres melulu udah ah aku mau mandi dulu," tolak Selina.
"Mandi bareng yuk," Tawar Alex sambil menggendong sang istri layaknya karung beras.
"Heii turunin aku,malu tau nggak kalau dilihat orang," omel Selina.
"Kamu lupa Yang,kalau rumah ini tidak ada siapa siapa lagi sekarang." Sahut Alex.
"Etdah nih orang memang otak mesumnya tak pernah lekang oleh waktu," gerutu Selina dalam hati.
Alex memang tipe pria yang selalu berpikiran mesum saat ada kesempatan berdua dengan istrinya.Karena baginya kedekatan suami istri itu harus tetap dijaga,yaitu dengan membiasakan diri untuk selalu berhubungan ****.
Selina yang tahu bahwa suaminya sudah ingin aselole,maka tidak ada alasan baginya untuk menolak nya.Karena baginya seorang istri bukan hanya menyiapkan kebutuhan sehari hari,namun kebutuhan ranjang adalah sesuatu yang terutama.
"Yang pelan pelan dong," pinta Selina saat Alex sedang menghisap ini dan meremas itu.
"Tergantung Yang,karena jika melakukan sesuatu dengan kuat rasanya bakal maknyus." Sahut Alex dengan nafas yang memburu.
"Uhhh Yang,geli ih," desah Selina.
Alex mulai mengecap leher istrinya ,tapi tentunya dengan tidak meninggalkan bekas merah disana.
Pria tampan itu sangat ingat betul saat Selina mengamuk ,ketika dirinya meninggalkan banyak kiss mark dilehernya.
Masa dulu
"Sayang kamu nikmat sekali," ujar Alex yang ketika selesai urusan dileher Selina kini sedang menjelajahi daerah intinya itu.
"Ahhh aku mau keluar Yang," desah Selina.
"Keluarin saja Yang,aku ingin mendengarnya." Sahut Alex dan akhirnya sang istrinya mengeluarkan cairan bening dari daerah intinya dan langsung dilahap suaminya tanpa tersisa sedikitpun.
"Ahhhh," Desah Selina panjang dan akhirnya keduanya mulai dengan aksi yang sesungguhnya.
Alex terus berpacu antara kenikmatan dan keringat,ia bahkan bertambah ganas ketika Selina juga ikut meliukan tubuhnya dibawah kukungan Alex.
Dan akhirnya pasangan suami istri itu langsung tumbang karena permainan sudah mencapai puncaknya.
Selina yang merasa tubuhnya sudah sangat lengket,langsung menuju kamar mandi karena ia sudah merasa sangat tak nyaman. Namun ketika sampai didalam,matanya terbelalak kaget ketika melihat hasil dari maha karya sang suami.
Dirinya terlihat seperti sesorang yang baru diserang drakula kelaparan,hingga seluruh tubuhnya penuh dengan bekas kemerahan.
"Alex kau itu manusia atau vampir hah,kenapa seluruh tubuhku hancur semuanya begini?" teriak Selina dari dalam kamar mandi.
Alex yang sebenar nya akan tertidur langsung terlonjak kaget,ketika mendengar teriakan Selina.
"Kenapa Yang?" Tanya Alex tanpa dosa ketika melihat sang istri keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk sambil menatap tajam kearahnya.
"Lho memangnya aku kenapa?" Tanya Alex bingung.
"Ini ini dan ini,sudah sadar kamu," sarkas Selina kasar.
"Hehe Yang maaf,akibat terlalu semangat." Sahut Alex sambil cengengesan.
"Kamu puasa dua minggu,mulai sekarang aku tidur dengan adek," ancam Selina lalu kembali kedalam kamar mandi.
"Yang jangan gitu dong,masa kamu tega sama suami sendiri," ucap Alex memelas.
"Sekarang baru sadar dari tadi kemana saja Bang," sindir Selina dari dalam.
"Ya dari tadi kan lagi usaha untuk memuaskan kamu," ujar Alex.
"Sembarang saja kalau ngomong,bukankah kamu itu yang maniak," gerutu Selina.
"Jangan marah lagi ya Yang,kamu tahu kan aku nggak bisa tidur kalau nggak peluk kamu," pinta Alex lagi.
"Bodoh amat." Sahut Selina.
Dan hal itu benar benar Selina lakukan,ia sungguh tidak mau bersama Alex selama dua minggu. Yang mana membuat pria itu frustasi,bagaimana tidak **** merupakan rutinitas mereka sebelum tidur kecuali saat Selina datang bulan.
masa sekarang
Alex terus berpacu menuju kenikmatan,usia bukanlah halangan untuk meraih kenikmatan surga dunia.Justru tambah tua kaum pria makin ganas,terkadang justru tambah berbahaya.
Selina memang ingin hamil lagi dan belakangan ini Alex setuju tapi hanya Tuhan yang mengatur apalagi usia keduanya yang sudah memasuki kepala empat.
Jika ditanya kenapa dulu tak mau hamil lagi,itu semua karena faktor operasi ginjal yang kedua lakukan.
Sebenarnya tidak ada larangan apalagi sudah dijalani bukan hanya satu tahun tapi malah sudah lebih.Hanya saja memang keduanya tak ada keinginan untuk mempunyai anak dahulu.
"Ahhh Yang kamu makin hari makin nikmat saja," ujar Alex yang sudah tumbang di samping sang istri.
"Alasan saja kan kamu puji begitu,biar aku tambah senang dan mau saja buka paha lebar untuk kamu." Kesal Selina sambil menatap jengah kearanya.
"Lha kok gitu responnya,asal kamu tahu disaat seorang suami memuji sang istri artinya memang itulah kenyataan nya.Kamu harus bersyukur lho Yang,karena aku masih saja kuat untuk pompa," ucap Alex.
"Sudah ihh diam kamu,ayo sana mandi pergi kerja biar aku bisa belanja barang branded," usir Selina.
"Ok baik ibu ratu." Sahut Alex sambil memberikan hormat bahkan ia tak sadar jika si-joni sedang melambai lambai di bawah area pusarnya.
__ADS_1
"Dasar suami mesum,taunya hanya ngomong dan berbuat yang mesum saja." Kesal Selina.
Alex masih tetap memegang perusahan mereka,sebelum Alina mengambil alih.Sebab putra mereka tak ingin menjalankan perusahan milik Alex,ia malah memilih melanjutkan usaha sang Kakek.
"Abang lagi ngapain ya?" gumam Selina yang merindukan sang putra.
(Sorry author lagi malas cari tahu tenggat waktu Italy-indonesia maka diluruskan saja ya🙏✌✌)
Dertt dertt dertt
Ponsel Selina bergetar pertanda ada panggilan masuk,ia langsung memeriksa siapa gerangan yang menghubungi dirinya di pagi hari seperti ini.
Senyuman langsung terbit diwajah cantiknya,karena orang yang dirindukan menghubungi dirinya.
Orang tua mana yang tak kan bahagia,jika buah hati tak pernah meluapkan dirinya walaupun terpisah jarak dan waktu.
"Hallo Bang." Sahut Selina.
"Haii Bunda,lagi ngapain?" Tanya Rafa perhatian.
"Lagi mikirin gantengnya Bunda lagi ngapain." Sahut Selina.
"Lagi kangen sama semuanya disitu,adek mana?" Tanya Rafa basa basi.
"Ishh Abang mah gitu,yang ditelpon siapa yang ditanyai siapa," ujar Selina pura pura merajuk.
"Hehe iya maaf Bunda,soalnya aku nggak dengar suara cemprengnya adek." Sahut Rafa.
"Adek kamu lagi kekampus katanya mau ketemuan sama pacarnya yang paling tampan." ucap Selina yang tak sadar jika perkataannya membuat pria yang mendengar nya merasakan sakit hati bagai dihujam ribuan jarum.
Deg
Rafa merasakan jantungnya berpacu lebih kencang dari biasanya,ia bahkan merasakan dunia nya yang dipuja selama ini runtuh seketika.
Wanita sekaligus adik yang sudah memporak porandakan hatinya selama ini telah memiliki kekasih,sedang dirinya hanya berdiam diri menanti sesuatu yang tak pasti.
"Abang kok diam sih?" Tanya Selina heran karena tak mendengar suara putranya lagi.
"Oh Abang lagi ada urusan Bunda,nanti lain kali saja ya telponannya." Sahut Rafa yang langsung mematikan panggilan tersebut.
"Nih anak memang keterlaluan masa Bundanya masih kangen,tapi main matikan panggilan begitu saja," gerutu Selina yang tak sadar jika sedang diperhatikan Alex.
"Kamu kenapa Yang?" Tanya Alex heran ketika melihat wajah cemberut milik Selina tadi.
"Aku nggak kenapa napa,tapi tuh Abang masa telponan baru semenit langsung dimatikan alasan ada pekerjaan lah," gerutu Selina lagi.
Alex hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanita yang dicintainya itu,terlihat sangat menggemaskan.
Tanpa keduanya sadari jika Rafa kini tengah berusaha menghubungi Alina,yang selama ini tak pernah menghubungi nya sama sekali.
"Ayolah angkat dong telponnya ,tolong jangan buat aku mati berdiri," gumam Rafa frustasi sambil mengacak gemas rambutnya.
Dertt dertt dertt
Alina yang tengah asyik berbincang dengan Rio kekasihnya,langsung mengeryitkan keningnya ketika melihat layar ponselnya yang terdapat panggilan dari Rafa.
"Abang," gumam Alina pelan tapi masih bisa didengar oleh Rio.
"Siapa Yang?" Tanya Rio pelan.
"Nih." Sahut Alina singkat sambil menunjukan id pemanggil.
"Ya diangkat siapa tahu penting," pinta Rio.
"Hemm baiklah,kamu kekelas lebih dulu deh takutnya nanti aku lama." Ujar Alina.
"Ya sudah kalau begitu aku lebih dulu masuk ya,kamu juga jangan lama sedikit lagi masuk kelas lho." Rio mencoba memperingatkan Alina.
"Siap bos." Sahut Alina sambil tersenyum.
Alina menghembuskan nafasnya kasar,untuk menetralkan gejolak dalam hatinya yang sedang kesal karena ulah sang Abang membuatnya pending dulu waktu pacarannya.
"Hemm,kenapa?" Tanya Alina.
"Lho Dek,kok jawabnya gitu?" Tanya Rafa bingung.
"Terus aku harus bilang wow gitu?" Tanya Selina lagi.
"Aku Abang kamu lho Dek,manis dikit napa sih," bujuk Rafa yang masih mencoba bersikap manis.
"Abang tau nggak sudah mengganggu waktu aku dengan pacarku," ketus Alina.
"Jadi pacar kamu lebih penting dari Abang?" Tanya Rafa yang sudah tersulut api cemburu.
"Tau ah gelap." ujar Alina jutek.
"Untung juga jauh coba kalau dekat kamu sudah abang," ujar Rafa terhenti.
"Sudah aku hamilin kamu Alina adikku sayang," Sambung Rafa dalam hati.
__ADS_1
"memangnya Abang mau ngapain?"Tanya Alina heran.