
LIKE N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Alina hanya bisa terkekeh geli ,melihat tingkah malu malu yang ditunjukkan Xavier tadi.
"Astaga Paman,kalau tidak gerak cepat kapan nanti punya gebetannya!" Gerutu Alina pelan.
Rafa yang mendengar dari Xavier jika Alina berada di luar kamar,membuat dirinya segera keluar dari ruang kerja nya dan berlari menyusul kearah dapur.
"Sayang,tunggu aku dong!" Ujar Rafa ketika melihat Alina yang sudah hendak menuju ke dalam kamar.
" kamu kan katanya bareng sama paman Xavier dalam ruang kerja, Kok bisa ada di sini sekarang?" tanya Alina penasaran.
" nanti saja setelah dari sini, kamu ngapain Di Sini? " tanya Rafa penasaran.
" Aku mau buat ini mie instan soalnya lapar banget, tapi mau balik ke kamar dulu Tanya Lala dia juga mau atau tidak?" sahut Alina menjelaskan.
" lho kok Lala yang ditanyain bukannya aku, Padahal aku juga pengen loh dimasakin sama kamu!" tanya Rafa merajuk.
" Ya habisnya kamu kan lagi sibuk sama paman Xavier, jadinya aku nggak mau ganggu kalian!" jelas Alina.
Rafa mengambil bungkusan mie instan di tangan Alina, menaruhnya di atas meja dapur dan menarik tangan kekasihnya itu agar ikut dengannya.
Alina menolak sebab dirinya merasa lapar tapi malah ditarik ke arah lain, Kapan makannya kalau model begitu terus?
" kamu mau bawa aku ke mana sih, aku lapar banget nih pengen makan nanti kalau sudah selesai baru kita lanjutin urusannya!" Ketus Alina kesal.
Rafa memilih tak menjawab karena ia yakin Alina pasti akan menolaknya, ditariknya tubuh mungil kekasihnya itu menuju ke dalam kamarnya. sebab Ia sudah tak bisa menahan rindu lagi, maklumlah kekasihnya itu walaupun tinggal serumah tak bisa bebas menyentuhnya.
" kita kenapa di kamar, Nanti kalau ada yang melihat bagaimana?" tanya Alina heran.
" tidak ada yang melihat kalau kamunya Diam, Ya sudah ayo masuk kedalam kangen banget lho sayang!" ujar Rafa yang merasa gemas dengan penolakan dan wajah cemberut milik Alina itu.
setelah keduanya sudah berada dalam kamar, Rafa langsung menjatuhkan tubuh Alina di atas ranjang. sedangkan Alina menatap heran kearahnya, sebenarnya apa isi dalam otak pria yang sedang berada di atas ya itu?
" Kamu mau ngapain?"Tanya Alina penasaran.
" Menurut kamu apa?" tanya Rafa balik sambil tersenyum Devil.
" Oh my God stop it, kamu mau kita berdosa?" sungut Alina.
" aku hanya mau icip-icip doang lho Yang, boleh ya wajahnya jangan ditekuk begitu aku kangen banget loh!" bujuk Rafa memasang tatapan memelas nya.
__ADS_1
pasrah Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Alina kini, sebab dirinya pun merindukan sentuhan sang kekasih'
Rafa mulai mendekatkan wajahnya ke arah Alina, yang secara refleks sudah menutup kedua matanya karena malu melihat wajah Rafa dari dekat.
" Buka Sayang, aku mau kamu melihat saat aku mencumbui dirimu!" pinta Rafa dengan nafas yang terdengar kasar.
Alina akhirnya membuka mata menatap kearah kekasihnya itu, ia menikmati semua sentuhan yang Rafa berikan mulai dari hidung mata bibir yang begitu cukup lama Ia bermain di sana.
Siapa yang tidak akan meleleh jika disentuh selembut itu, Alina secara refleks melingkarkan tangannya di leher sang kekasih.
"Sayang....
" Keluarkan saja sayang suara kamu itu seksi saat merona begitu!" ujar Rafa yang sudah berlaku seperti anak bayi kehausan.
Alina yang tadi sudah berpikir jernih, mendadak langsung Blank dan Mengikuti alur permainan Rafa yang sebagai aktor utamanya.
Alina menekan kuat kepala kekasihnya itu, agar lebih memperdalam cumbuan terhadap dirinya.
Persetan dengan hal lain di dunia ini, Bukankah Hidup hanya sekali dan harus dinikmati agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.
tidak ada niat di hati Rafa untuk menjebol kekasihnya itu, Ia hanya akan melakukan foreplay agar dirinya dan Alina bisa Mencapai *******.
tanpa keduanya sadari entah gerak refleks atau bagaimana, kini keduanya sudah polos tanpa memakai sehelai benang pun.
begitulah yang selalu dilakukan keduanya, Rafa bahkan melakukannya di atas perut Alina sampai ia mencapai puncaknya disembuhkannya cairan itu setelah itu langsung terkapar lemas di samping kekasihnya.
"Lho Sayang kamu mau kemana?" Tanya Rafa penasaran.
"Mau keluar soalnya bagian kamu sudah kan,jadi aku mau urusin perut dulu yang sudah pada ngamuk!" Sindir Alina.
Rafa hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, sebab memang tadi dirinya yang menarik Alina hingga tidak sempat membuatkan makan.
" kamu nggak mandi dulu, nanti kalau Lala tanya macam-macam gimana?" tanya Rafa memastikan.
" nanti saja kalau sudah selesai makan, karena kalau tidak yang ada pingsan karena kehabisan tenaga!" Sindir Alina lalu segera keluar dari tempat itu meninggalkan Rafa yang Terserah mau ngapain dengan tubuh polosnya itu.
"Syukur hari ini Junior sedang OTW menuju sarangnya, biar besok lusa tidak salah jalan Kalau sudah halal."Ujar Rafa sambil tersenyum membanggakan dirinya.
" Ih dasar bule mesum sukanya selalu main Nyosor saja, kalau model begitu terus misalnya aku minggat dia nya gimana ya?" omel Alina yang merubah haluan tidak ke arah dapur lagi karena dia takut nantinya penyakit Rafa bakalan kambuh lagi dan ia tak bisa bergerak bebas.
saat masuk ke dalam kamarnya ia melihat Lala sudah bangun sambil duduk bersandar di ranjang, Lala yang melihat sahabatnya itu datang Ia pun menoleh ke arah pintu dan merasa heran dengan penampilan Alina yang begitu berantakan.
" Kamu dari mana kok bisa hancur begitu, baru habis kuras sumur atau ngepel seluruh rumah?" tanya Lala merasa heran.
" Aku baru habis jogging, jadi jangan banyak tanya lagi soalnya aku mau mandi Gerah banget!" ujar Alina lalu segera masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Lala mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan tingkah laku yang ditunjukkan Alina tadi, Padahal setahunya tadi di baik-baik saja deh tidak model kayak begini.
" tuh orang kenapa ya lagi sensian banget sih, kayaknya tumben tumben ya bikin pusing?" Tanya Lala dalam hati.
di dalam kamar mandi Alina merutuki segala yang dilakukan Rafa di tubuhnya, Bagaimana tidak kulitnya yang putih mulus itu penuh dengan bercak hitam keunguan.
" Oh Tuhan, jangan bilang kekasihku itu titisan drakula yang lagi mencari kehadiran permaisurinya!" batin Lala kesal.
skip Keesokan paginya
Di sebuah negara tampak sepasang suami istri yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan, keduanya baru sampai di negara itu karena ada urusan yang harus segera diselesaikan dan tak bisa ditunda lagi.
" sayang ini beneran Roma Italy?" tanya Selina memastikan.
" Ya iyalah masa suamimu yang seorang CEO terkenal ini, mengajak istrinya ke Roma KW!" sahut Alex sambil tersenyum.
" kalau gitu kita pergi melihat suasana kota ini dulu boleh, soalnya kan Sayang sudah jalan jauh-jauh tapi ini mata tidak dikasih vitamin!" Ajak Selina ada suaminya itu.
" nanti sajalah masih ada hari esok kan, apa kamu nggak capek baru sampai langsung jalan padahal masih ada lain kali lagi? "Tolak Alex yang tidak ingin istrinya itu kecapean.
" Oh ya sudah enggak apa-apa, aku juga hampir lupa kalau tadi Pinggangku seperti encok sedikit!" ujar Selena cengengesan.
" kamu Enggak marah kan aku nolak tadi, soalnya kasihan lho sayang tubuh kita boleh dipaksa terus!" Alex merangkul pinggang sang istri lalu berjalan menuju ke arah Lift tempat apartemen Alex berada.
" kita kenapa nggak nginep di tempatnya daddy saja, soalnya kasihan tuh orang sendirian saja dari dulu sampai sekarang?" tanya Selina penasaran.
" tak tahu keadaan Daddy sekarang, soalnya udah lama nggak jenguk dia." ujar Alex.
" Kamu tahu kan kalau Umurnya sekarang sudah tidak muda lagi, Alina saja sekarang sudah begitu besar apalagi daddy yang sudah semakin tua." Alex membayangkan wajah sang ayah yang tidak pernah ia jenguk selama bertahun-tahun.
Bukannya tidak mau ataupun tidak ingin, hanya saja kesibukan di dunia nyata itu bukan sedikit loh guys!
maka terkadang anak jarang mengunjungi orang tua Begitupun sebaliknya, hanya saja percaya ikatan batin itu kan selalu ada dan tidak akan pernah hilang.
" Kita istirahat dulu di sini besok baru kita ke rumahnya, doakan saja semoga besok bisa terbangun yang keadaan sehat! "ujar Alex ambigu membuat Selina mengerutkan keningnya karena heran.
sesaat setelah sampai di apartemen mereka yang terlihat begitu luas dan mewah, Selina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karena membayangkan cara orang kaya menghabiskan uangnya mereka dapatkan itu.
" Kamu kapan beli tempat ini? "tanya Selina penasaran.
" sudah lama kok hanya saja jarang terpakai jadi kelihatan masih baru, kenapa kamu tidak suka ya? ya sudah kita ganti lagi!Sahut Alex sambil tersenyum.
" orang kaya mah bebas, Terserah mau ngapain aja Sesuka Hati!
" Eh siapa bilang aku tidak suka, orang aku mah suka banget kok jadi jangan selalu berpikiran yang aneh-aneh dan tidak tidak! " Ketus Selin karena jika ia tidak cepat mengatakan hal itu maka dipastikan Apartemen ini bakalan pindah tempat segera.
__ADS_1
" Oh gitu ya habisnya aku pikir kamu nggak suka lho sayang, jadinya aku tawar untuk ganti saja yang baru! "